Saturday, March 4, 2017

Gadis Tewas Dengan 14 Tusukan Bikin Merinding


BANDARLAMPUNG - Dewi Evi Afriyanti, korban pembunuhan yang menggegerkan Gang Gama 1, Kelurahan Tanjungsenang, pada Kamis (2/3), sudah dimakamkan pihak keluarga di tempat pemakamam umum (TPU) Jalan Ratulangi, Penengahan Kedaton, Jumat (3/3).

Gadis Tewas Dengan 14 Tusukan Bikin Merinding

Kepergian putri keempat enam bersaudara ini masih menyisakan luka bagi keluarga. Pasalnya keluarga korban tidak menyangka Dewi akan pergi cepat, dengan cara yang kejam, akibat 14 luka tusukan di punggung.

Bahkan satu hari sebelum Dewi ditemukan tewas, ia sempat bersenda gurai dengan Andi Ferbriyanto, kakak pertamanya.
Baca : Siswi SMA yang Hilang: Ayah di Mana, Tolong Aku

"Kami keluarga tidak ada firasat apapun, karena satu hari sebelum meninggal saya masih bertemu adik saya itu. Kami ngobrol, bercanda, biasa. Dia anaknya manja," ujar Andi saat ditemui Tribun di rumah duka di Jalan Ratulangi, Gang Bungsu, Jumat (3/3/2017).

Andi mengakui baru mengetahui ada pesan janggal yang disampaikan korban kepada ia dan ayahnya, saat di rumah mereka menggelar pengajian memperingati dua tahun kepergian kakek mereka, Minggu (27/2), malam.

"Minggu malam kemarin, di rumah ada pengajian peringatakan dua tahun kakek. Paginya Senin dia (Dewi) bilang sama Abah (panggilan korban ke ayah), minta tenda di depan rumah bekas yasinan tak usah dibongkar biarin saja kata Dewi biar dingin, " tutur Andi yang mendapat cerita tersebut dari Azwar sang ayah.

Bahkan seusai acara pengajian, lanjut Andi, korban meminta dirinya tidak memindahkan lemari di ruangan tengah yang sempat digeser karena acara tersebut, untuk dikembalikan ke tempat semula.

"Setalah pengajian kan mau beres-beres, dia (korban) bilang lemari itu tak usah dipindahin lagi, biarin aja dipinggir tembok, biar lapang," cerita Andi.
Baca juga : Raja Salman Beri Ibadah Haji Gratis Bagi Keluarga Anggota Densus 88

Bapak dua anak ini, mengaku pihak keluarga sangat terpukul atas kepergian adiknya tersebut. Saat Tribun berkunjung ke rumah duka, kedua orangtua dan adik-adiknya belum bisa ditemui, karena tengah beristirahat.

Bahkan kata dia, Rani adiknya nomor lima tepat di bawah Dewi sangat terpukul atas kepergian korban, karena keduanya sangat akrab, bukan saja sebagai adik kakak, tapi juga sahabat.

"Kami ini enam bersaudara, empat laki dua perempuan, Dewi nomor empat, Rani nomor lima, dia sangat kehilangan kakaknya. Kalau saya jarang ke sini, karena sudah berkeluarga," ungkapnya.

Andi mengaku dirinya mengenal teman dekat korban, namun sudah empat bulan terakhir ia tidak bertemu dengan teman pria adiknya tersebut. Ia pun belum mengetahui siapa pelaku yang kejam melakukan tindakan terhadap adiknya tersebut.

Ia hanya berharap aparat kepolisan segera mengungkap pelaku pembunuhan terhadap adiknya yang merupakan alumnus SMA Gajah Mada tersebut.

"Kami keluarga berharap aparat bisa segera menangkap pelakunya, dan dihukum seberat-beratnya," tutup Andi dengan mata berkaca-kaca.
Baca juga : Pria Ini Curi Barang Milik Penjenguk Pasien di Puskesmas

Dewi Evi Afriyanti ditemukan tewas bersimbah darah, di sebuah kos bernomor 16 di Gang Gama 1, Kelurahan Tanjungsenang, pada Kamis (2/3). Dewi ditemukan dalam kondisi berlumuran darah dan terdapat 14 tusukan di tubuh korban.

Sumber : Tribun Lampung

Artikel Terkait

Gadis Tewas Dengan 14 Tusukan Bikin Merinding
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email