LAMPUNG - Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Satreskrim Polres Lampung Tengah berhasil mengungkap kasus pembegalan sadis yang terjadi sepekan lalu. Selain mengetahui identitas korban, polisi juga menangkap dua orang tersangka.
Korban tercatat bernama Riki (15), warga Punggur. Jasadnya ditemukan sudah tidak bernyawa di Kali Puja Asri, Kecamatan Trimurjo, Selasa (21/3) lalu. Setelah melakukan pengembangan, polisi berhasil menangkap dua orang yang diduga sebagai tersangka.
Baca : Nikita Mirzani Diprotes Saat Asyik Latihan DJ di Kamar
Keduanya adalah Feri Ramadhan (21) dan Ardiansyah (19). Kasatreskrim Polres Lampung Tengah AKP Resky Maulana menjelaskan, penangkapan kedua tersangka terjadi seusai jajarannya berhasil melacak nomor ponsel terakhir yang berkomunikasi dengan korban.
Resky menuturkan, motif utama aksi yang dilakukan kedua tersangka adalah karena ingin memiliki sepeda motor korban.
”Saat itu, Feri yang merupakan teman korban dibujuk oleh Ardiansyah supaya mengajak korban keluar untuk kemudian diambil motornya,” jelas Resky saat menggelar ekspose perkara di Mapolres Lamteng, Senin (28/3).
Resky melanjutkan, perkenalan Ardiansyah dan korban bermula dari daftar teman di ponsel milik Feri. Ardiansyah menyuruh Feri mengajak korban untuk nongkrong di sebuah tempat. Tanpa curiga, korban mengiyakan ajakan itu. Mereka pun sepakat bertemu di kediaman korban di Punggur.
Singkat cerita, Ardiansyah sukses membujuk korban untuk pergi bersamanya ke Metro. Mereka pergi dengan menggunakan sepeda motor korban. Sementara Feri, tanpa sepengetahuan korban, secara diam-diam membuntuti mereka dari belakang.
Baca Juga : Siswa SMP Tewas Mengenaskan Gara-Gara Cinta Segitiga
"Ternyata tersangka Ardiansyah ini sudah ada dua temannya yang lain (masih buron). Ketika sampai di TKP (tempat kejadian perkara) dekat Kali Puja Asri, mereka mengeroyok korban dengan cara menghantamkan wajah korban ke tiang besi dan membuangnya ke kali," terang Resky.
Feri mengaku ketika itu mendengar teriakan korban yang meminta pertolongan. Ia juga mendengar suara para pelaku yang memukuli korban dengan membabi buta.
"Saya dengar dia (korban) minta tolong dan para pelaku mengucapkan, ’Mati kamu, mati,’" ungkap Feri.
Namun karena takut dan merasa bersalah, Feri memilih balik arah dan pulang ke rumah. Agar tidak ketahuan, ia mendorong sepeda motornya. Feri juga mengaku tidak tahu jika akhirnya Ardiansyah dkk tega menghabisi nyawa korban.
Kasatreskrim menerangkan, awalnya polisi menangkap Ardiansyah di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, dua hari setelah kejadian. Sehari berselang, giliran Feri yang dibekuk di kediamannya.
Saat ini, keduanya berada di Mapolres Lamteng untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi juga mengamankan barang bukti sepeda motor milik korban.
Baca Juga : Inilah Salah Satu Kisah Korban Penipuan di Dunia Maya Yang Diminta Beradegan Seks
Sumber : Tribun lampung
Tragis!!! Remaja Ini Dibegal Temannya, Tubuhnya Dibuang ke Sungai
4/
5
Oleh
Unknown
