Showing posts with label peristiwa. Show all posts
Showing posts with label peristiwa. Show all posts

Thursday, April 13, 2017

Siti Aisyah Terancam Hukum Gantung


MALAYSIA – Dua perempuan tersangka pembunuhan Kim Jong Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Nam, dibawa ke pengadilan Malaysia dengan mengenakan rompi antipeluru, Kamis (13/4/2017).

Siti Aisyah Terancam Hukum Gantung

Kedua perempuan itu adalah Siti Aisyah (25), warga negara Indonesia, dan Doan Thi Huong (28), warga negara Vietnam. Jika terbukti bersalah, keduanya teracam akan dihukum gantung.
Baca : Siswi SMA Tepergok Setengah Bugil Dengan Seorang Anggota DPRD di Dalam Mobil

Kasus yang melilit mereka terjadi pada 13 Februari 2017. Mereka diduga mengusapkan racun saraf VX ke wajah Kim Jong Nam di Bandara Kuala Lumpur sehingga korban tewas tak lama setelahnya.

Jaksa hendak membawa kasus ini ke pengadilan tinggi, di mana kedua perempuan itu akan diadili karena pembunuhan, seperti dilaporkanAgence France-Presse. Jika terbukti bersalah, mereka bisa menghadapi hukuman mati, yang dilakukan dengan cara digantung di Malaysia.

Polisi Malaysia menuduh Siti dan Doan melakukan pembunuhan setelah menyeka racun saraf VX, yang dikategorikan sebagai senjata pemusnah massal, ke wajah korban.

PBB melarang penggunaan racun tersebut di seluruh dunia. Hal itu menjadi pertanyaan besar para kritikus, bagaimana dua perempuan lugu bisa mendapatkan racun tersebut. Namun, Seoul dan Washington yakin, agen intelijen Korut sebagai otak pembunuhan, namun tudingan itu disangkal Pyongyang.

Sekitar 100 polisi, termasuk pasukan khusus bertopeng dan bersenjatakan senapan serbu dikerahkan untuk mengamankan kompleks pengadilan rendah di mana dua perempuan itu disidang, Kamis ini.

Hingga sejauh ini, polisi Malaysia masih memburu empat orang Korut yang diduga menjadikan dua perempuan itu kaki tangan mereka. Keempat, bagaimanapun, diyakini telah kembali ke Pyongyang.

Tiga warga Korut lainnya sebelumnya digambarkan sebagai "Person of Interest", termasuk seorang diplomat yang berbasis di Malaysia, telah diizinkan untuk kembali ke Pyongyang.

Pembunuhan itu memicu krisis diplomatik antara Malaysia dan Korut di mana kedua negara saling melarang warga masing-masing keluar dan menarik duta besar mereka.

Larangan perjalanan dicabut pada akhir Maret setelah sebuah kesepakatan untuk memulangkan jenazah Kim Jong Nam ke Pyongyang, dan bukan diserahkan kepada keluarga (anak dan istrinya).
Baca Juga : Kini Penyanyi Jebolan Ajang Pencarian Bakat Ini Jadi Sopir Taksi

Sumber : Tribun lampung

Siswi SMA Tepergok Setengah Bugil Dengan Seorang Anggota DPRD di Dalam Mobil


KALIMANTAN - Anggota dewan Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, berinisial, GR, akhirnya ditahan di rutan Polres HSS terkait dengan kasus asusila yang diperbuatnya.

Siswi SMA Tepergok Setengah Bugil Dengan Seorang Anggota DPRD di Dalam Mobil

Pria yang juga sebagai ketua komisi II DPRD HSS ini diketahui melakukan tindak asusila dengan pasangan di bawah umur. Berdasarkan sumber Bpost Online, pasangan dengan inisial I masih berstatus pelajar di salah satu sekolah menengah atas di HSS.
Baca : 3 Pria Ini Bawa Kabur Rp 2 Juta dari Meja Kasir Saat Pura-Pura Beli Minum

Saat kejadian, kedua tertangkap tangan oleh warga dalam kondisi setengah bugil. Melihat kejadian itu, warga sempat geram dan mau melakukan main hakim sendiri. Beruntung anggota Polsek Kandangan Kota cepat datang ke lokasi kejadian dan mengamankan keduanya.

Kepala Polres Hulu Sungai Selatan (Kapolres HSS) AKBP Sukendar Eka Ristyan Putra Sik dihubungi Rabu, (12/4) malam mengatakan bahwa GR sudah ditahan di rutan Polres HSS.

"Statusnya sudah ditingkatkan dari proses penyelidikan menjadi proses penyidikan," katanya.

Dikatakannya, penetapan status itu karena GR sudah melanggar undang-undang perlindungan anak. Mengingat pasangannya berbuat asusila masih di bawah umur. Pihak keluarga dari pasangan GR tidak terima dan merasa dipermalukan sehingga melapor ke pihak berwajib.

Kapolres juga membenarkan bahwa pasangan GR masih bersatus pelajar. Meski tidak ada laporan dari keluarga pihak perempuan atau warga, GR sudah bisa ditetapkan dalam proses penyidikan. Sebab, sudah melanggar UU tentang perlindungan anak.

Pelaku dijerat pasal 82 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas pasal UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.
Baca Juga : Wakil Wali Kota Desak Polisi Proses Kasus Siswa Minum Racun

Sumber : Tribun Lampung

3 Pria Ini Bawa Kabur Rp 2 Juta dari Meja Kasir Saat Pura-Pura Beli Minum


LAMPUNG - Kepala Polres Way Kanan Ajun Komisaris Besar Yudy Chandra Erlianto melalui Kapolsek Baradatu Komisaris Amirudin BH Maksum, melakukan gelar perkara kasus pencurian dengan pemberatan (curat), Kamis (13/4/2017).

3 Pria Ini Bawa Kabur Rp 2 Juta dari Meja Kasir Saat Pura-Pura Beli Minum

Amirudin menerangkan, Tim Satgas Anti C3 Polsek Padaratu menangkap pelaku curat berinisial ARM (21), pada Rabu (12/4/2017). Penangkapan berdasarkan laporan korban bernama Yoki (27) pada Jumat (7/4/2017).
Baca : Atlet Ini Hamil Setelah Jatuh di Air Yang Tercemar

Pencurian berawal dari tiga orang pelaku yang mendatangi toko kelontong di Kampung Bhakti Negara. Ketiganya berpura-pura membeli minuman. Saat karyawan toko lengah, para pelaku mendekati meja kasir. Mereka mencuri uang sebanyak Rp 2 juta yang disimpan di dalam laci meja.

Sumber : Tribun Lampung

Ditolak Warga Sulawesi Selatan, Polisi Larang Tablig Akbar Hizbut Tahrir


SULAWESI - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan melarang rencana penyelenggaraan tablig akbar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Lapangan Karebosi, Makassar.

Ditolak Warga Sulawesi Selatan, Polisi Larang Tablig Akbar Hizbut Tahrir

Direktur Intelkam Polda Sulsel Komisaris Besar Tjatur Abrianto mengungkapkan, pelarangan itu lantaran rencana aksi HTI tersebut mendapat tentangan dari organisasi-organisasi massa lain.
Baca : Gedor Warung Tuak, Pria Ini Jadi Tersangka Kasus Asusila

"Selain itu juga, belum adanya rekomendasi dari Badan Kesatuan Bangsa (Kesbang) dan Departemen Agama serta instansi terkait lainnya," terang Tjatur, Kamis (13/4).

Sebelumnya, pengurus DPD HTI Sulsel mengajukan surat izin Masirah Panji Rasulullah SAW dengan tema “Khilafah, kewajiban Syari, Jalan Kebangkitan Umat.”

Kegiatan itu akan dirangkaikan dengan pawai kendaraan di jalan lintas kabupaten kota dengan jumlah peserta lima puluh ribu orang. Sementara sejumlah Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor dari 14 PC menolak keras kegiatan tablig akbar HTI itu.

Mereka kemudian melayangkan surat resmi penolakan ke Polda Sulsel, Kamis hari ini, sebagai bahan pertimbangan polisi. Mereka menilai kegiatan itu menyebarkan paham anti-Pancasila.

Keempatbelas cabang GP Ansor itu dari Kabupaten Enrekang, Bulukumba, Parepare, Luwu Utara, Wajo, Luwu Timur, Sinjai, Pinrang,Bantaeng, Palopo, Barru, Bone dan Jeneponto.

Ketua GP Ansor Sulsel Muhammad Tonang menyatakan  konsisten menolak kelompok-kelompok yang akan menyebarkan paham dan ideologi selain Pancasila.
Baca Juga : Penggunaan Tato Mainan Pada Anak Dapat Memicu Ruam Merah Disekitarnya

"Organisasi ini jelas mengusung khilafah dalam bernegara, tentu saja bertentangan dengan ideologi NKRI kita yang selama ini diperjuangkan para pahlawan dan ulama-ulama pendahulu kita," tegas Ronang.

Penolakan serupa disampaikan sejumlah aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Metro Makassar dengan mengelar unjukrasa di kantor DPRD Sulsel. Anggota DPRD Sulsel Pangeran Rahim saat menerima aspirasi menyatakan akan menyampaikan aspirasi itu ke pimpinan DPRD.
Baca Juga : Perubahan Gigi Kelinci Bocah Ini Bikin Melongo

Sumber : Suara.com

Wednesday, April 12, 2017

Gedor Warung Tuak, Pria Ini Jadi Tersangka Kasus Asusila


SUMATERA UTARA - Pria bernama Indra Lesmana di Sunggal, Sumatera Utara, ditetapkan sebagai tersangka kasus asusila. Pasalnya, pria yang dipanggil Teyen dan tidak punya pekerjaan tetap ini memaksa seorang perempuan untuk berhubungan intim dengannya.

Gedor Warung Tuak, Pria Ini Jadi Tersangka Kasus Asusila

"Saat menenggak tuak, pelaku ini mengajak korbannya berhubungan badan. Namun, korban menolak dengan mengatakan, dirinya bukan wanita murahan," kata Panit Reskrim Polsekta Sunggal, Ipda Martua Manik, Selasa (11/4/2017).
Baca : Mobil Hitam Ini Nyemplung ke Kali Emerald, Gara-Gara HP

Peristiwa itu bermula saat ia menenggak tuak, di sebuah warung di Jalan Medan-Binjai KM 13, Gang Horas, Desa Puji Mulyo, Kecamatan Sunggal, Senin (10/4/2017). Jelang tengah malam, pemilik warung bermaksud menutup warung tuaknya.

Kebetulan, perempuan bernama Fitriani (31) tinggal di warung tempat usahanya itu. Menurut penjelasan Ipda Martua Manik, saat warung sudah tutup, pelaku yang diketahui bernama Indra Lesmana, tiba-tiba menggedor pintu warung, dan menjolok korban menggunakan kayu.

"Saat warung sudah tutup, pelaku ini teriak-teriak menggedor pintu warung. Lalu, ia menjolok kepala korban dengan kayu," kata Manik.

Perbuatan Indra dianggap meresahkan. Sehingga, pemilik warung keluar dan meminta INdra  pergi. Namun nahas, Indra justru mengajak pemilik warung berhubungan intim.

"Akibat perbuatan pelaku, kepala korban luka-luka dijolok kayu. Sekarang, pelaku sudah kami tahan," ungkap Manik.
Baca Juga : Begal Berjimat ini Tersungkur Saat Ditembak Polisi

Sumber : Tribun Lampung

Mobil Hitam Ini Nyemplung ke Kali Emerald, Gara-Gara HP


BANTEN - Mobil Avanza hitam bernomor polisi B1998 WFR terjun bebas ke dalam parit, di Jalan Raya Emerald Bintaro, Kelurahan Parigi Lama, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan,
Banten.

Mobil Hitam Ini Nyemplung ke Kali Emerald, Gara-Gara HP

Peristiwa tersebut terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah Bintaro. Sejumlah pengguna jalan yang melintas di lokasi kejadian sempat berhenti mengabadikan mobil nahas yang dikendarai Siti Hawa (35), warga Villa Jombang Baru.
Baca : Gadis Ditemukan Setengah Telanjang Saat Dicabuli Tujuh Pria

"Mobil melintas dari Jalan Raya Boulevard Bintaro menuju Emerald Bintaro," kata Kanit Laka Lantas Polres Tangerang Selatan Bripda Wahyu di Tangsel.

Dia menambahkan, peristiwa terjadi saat Siti Hawa yang membawa suami dan dua orang anak mereka melintas di lokasi. Tiba-tiba, salah seorang anak korban yang duduk di bangku belakang meminta telepon kepada ibunya yang sedang nyetir.

"Saat itu anaknya yang duduk di baris kedua mobil meminta handphone kepada ibunya yang sedang nyetir. Siti Hawa kemudian memberikan handphone sambil menoleh ke belakang," ungkapnya.

Saat Siti Hawa kembali melihat ke depan, posisi mobil sudah berada di pinggir kali. Korban yang panik ingin menginjak rem mobil, ternyata malah menginjak gas yang langsung nyelonong ke kali.

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Korban, suami dan anak-anaknya hanya syok. Mobil mengalami kerusakan di ban depan dan bemper depan," terangnya.

Kecelakaan tunggal yang menyebabkan mobil nyemplung ke dalam kali di wilayah ini bukan kali ini terjadi. Para pengemudi yang melintasi kawasan ini, diharapkan lebih hati-hati dalam melintas.
Baca Juga : Perubahan Gigi Kelinci Bocah Ini Bikin Melongo

Sumber : Sindonews.com

Gadis Ditemukan Setengah Telanjang Saat Dicabuli Tujuh Pria


BOGOR - Seorang gadis remaja di Kota Bogor kembali menjadi korban pencabulan. Gadis yang belum diketahui identitasnya itu telah mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari sekelompok orang.

Gadis Ditemukan Setengah Telanjang Saat Dicabuli Tujuh Pria

Tidak tanggung-tanggung, gadis yang disinyalir berusia sekitar 15 tahun itu diduga telah dicabuli oleh tujuh orang laki-laki secara bergilir. Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Condro Sasongko menuturkan.
Baca : Novel Baswedan di Teror Air Keras Selepas Subuh

Ketika itu korban ditemukan di bantaran Sungai Pakancilan, Kampung Sukajadi, Kelurahan Bondongan, kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor oleh seorang warga setempat.

"Korban ditemukan dalam keadaan tidak sadar memakai kaos warna hitam dalam keadaan tersingkap sampai leher," paparnya.

Lebih jauh Condro menjelaskan, korban sempat dicekoki minuman keras oleh pelaku sebelum dicabuli.

"Korban diajak pergi oleh FH dan HA ke bantaran Sungai Pakancilan, setelah itu korban diberikan minuman keras jenis ciu hingga mabuk dan tidak sadarkan diri," ungkap Condro.

Saat korban sudah tidak sadarkan diri, korban mulai dicabuli oleh empat orang pelaku, setelah itu korban kembali dicabuli oleh tiga pelaku lainnya.

"Korban terlebih dahulu dicabuli oleh FH, RN, AR, FS, warga Sukajadi, Bogor Selatan, kemudian korban kembali dicabuli oleh AM, HA, dan AP," jelasnya

Hingga saat ini, korban masih dirawat di RS Bhayangkara dan belum diketahui identitas serta alamat korban.

"Sementara tujuh pelaku masih dalam proses pemeriksaan, begitu pun dengan saksi-saksi masih kami mintai keterangan," pungkasnya.
Baca Juga : Netizen Penasaran Dengan Kisah Pemuda Tak Tahu Pacarnya Waria

Sumber : Tribun Lampung

Nenek Ini Ditangkap Polisi Gara-Gara Dititipi Sabu-Sabu 10 Gram


MEDAN - Nenek Semi (65), warga Jalan Pancing Pasar IV, Gang Cilik, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, sudah berulang kali membantah berjualan sabu-sabu.

Nenek Ini Ditangkap Polisi Gara-Gara Dititipi Sabu-Sabu 10 Gram

Namun, Nek Semi, begitu dia disapa, tetap diamankan personel Satuan Narkoba Polres Pelabuhan Belawan karena di rumahnya ditemukan barang bukti sabu-sabu seberat 10 gram.
Baca : Paman Sering Nonton Tv di Rumahnya, Bocah Ini Hamil

Nek Semi mengaku, barang haram itu bukan miliknya dan tidak pernah menjual kepada orang lain. Dia menjelaskan, sabu-sabu itu milik seorang lelaki bernama Ade.

"Itu bukan milik saya. Sabu-sabu itu milik orang lain, bernama Ade. Saya tidak ada menjual," kata Nek Semi yang telah memiliki dua cucu kepada petugas di Polres Pelabuhan Belawan.

Nek Semi hanya mengakui, barang haram itu dititipkan kepadanya oleh Ade. Dia sudah dititipi sabu-sabu sebanyak empat kali oleh Ade. Namun, Nek Semi tidak tahu Ade tinggal di mana karena selama ini Ade yang selalu datang ke rumahnya.

"Sudah dua bulan ini sabu-sabunya diantar empat kali. Tiap diantar, saya dikasih uang Rp50.000. Uang itulah untuk kebutuhan sehari-sehari," aku janda tiga anak itu.

Namun, petugas Satuan Narkoba Polres Pelabuhan Belawan punya analisa berbeda. Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan, AKP Dedi Kurniawan mengatakan, hasil penyelidikan petugas, Nek Semi sudah enam bulan melakoni bisnis haram tersebut.

“Barang bukti sabu-sabu 10 gram kami temukan disembunyikan di gorden," ungkapnya.

Dedi menambahkan, Nek Semi sudah berulang kali diingatkan oleh Kepala Lingkungan dan Babinkamtibmas agar menghentikan bisnis haramnya tersebut. Namun, peringatan tersebut tak pernah digubrisnya.
Baca Juga : Satu Keluarga Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Dalam Rumah

Akhirnya, kata Dedi, Nek Semi ditetapkan sebagai tersangka pengedar sabu-sabu. Apalagi di lingkungan tempat tinggalnya, Nek Semi dikenal sebagai Ratu Paket Hemat.

“Paket sabu-sabu Rp50.000, oleh Nek Semi diciutkan dan dijual dengan harga Rp30.000,” katanya.

Bahkan, Nek Semi menyediakan rumahnya sebagai tempat untuk mengonsumsi sabu-sabu. Polisi pun menjerat Nek Semi dengan Pasal 114 Jo 112 tentang narkotika.

"Tersangka terancam dengan hukuman lebih dari lima tahun," pungkas Dedi.
Baca Juga : Seorang Wanita Melahirkan di Pesawat Dengan Bantuan Pramugari

Sumber : Sindonews.com

Paman Sering Nonton Tv di Rumahnya, Bocah Ini Hamil


LAMPUNG - Seorang pria berinisial DS di Way Kanan menjadi tersangka pencabulan. Korban tak lain keponakannya sendiri, sebut saja Melati, yang berusia 15 tahun.

Paman Sering Nonton Tv di Rumahnya, Bocah Ini Hamil

Terungkapnya kasus ini setelah korban bersama orangtuanya melapor ke Polres Way Kanan. Sehari kemudian, Selasa (4/4), polisi menangkap DS di rumahnya di Kecamatan Buay Bahuga.
Baca : Begal Berjimat ini Tersungkur Saat Ditembak Polisi

"Korban bersama orangtuanya melapor ke Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polres Way Kanan. Anggota sudah menahan tersangka," ujar Kasat Reskrim Ajun Komisaris Sugandhi Satria Nugraha mewakili Kapolres Way Kanan Ajun Komisaris Besar Yudy Chandra Erlianto melalui ponsel.

Sugandhi mengungkapkan, tersangka mencabuli korban sebanyak tiga kali. Peristiwa pertama terjadi di rumah korban.

"Tersangka awalnya sering berkunjung ke rumah korban untuk menumpang nonton televisi," katanya.

Suatu hari pada Juli 2015 itu, DS datang ke rumah sekitar pukul 16.00 WIB. Ia sempat menanyakan keberadaan orangtua korban.

Sugandhi menjelaskan, korban saat itu menjawab bahwa orangtuanya sedang pergi ke sawah. Tanpa rasa curiga, korban membiarkan DS masuk. Seperti biasa, DS kemudian menonton tv.

"Sementara korban tertidur karena mengantuk. Saat itulah timbul niat tersangka untuk berbuat cabul," ujar Sugandhi.

Beberapa saat kemudian, Sugandhi menuturkan, korban terbangun dan kaget melihat sang paman membuka celananya. Setelah berbuat cabul, DS pergi.
Baca Juga : Indonesia Rebut Satu Medali Perunggu di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior 2017

"Tersangka sempat mengancam korban supaya tidak bercerita kepada siapapun," katanya.

DS kembali melakukan aksinya pada pertengahan tahun 2016. Awalnya, tersangka datang ke rumah korban sekitar pukul 15.00 WIB untuk meminjam golok karena ingin mencari buah kelapa.

Setelah selesai mencari buah kelapa, DS mengembalikan golok tersebut. Saat itulah tersangka kembali berbuat cabul.

"Korban mencoba mendorong tersangka untuk lari. Tapi, korban tidak kuat karena tubuh tersangka lebih besar dari tubuh korban," jelas Sugandhi.

"Tersangka mengancam jangan bilang kepada siapapun. 'Awas kamu nanti'," ujar Sugandhi mengutip pengakuan korban.

Terakhir, DS mencabuli Melati pada 6 Juli 2016 sekitar pukul 21.30 WIB. Lokasinya di sawah dekat tanggul kampung. Sugandhi mengungkapkan, korban awalnya konvoi malam takbiran bersama temannya.

"Tersangka menyusul korban untuk pulang. Tapi bukannya pulang ke rumah, tersangka malah mengajak korban ke sawah dan mencabuli korban," kata Sugandhi.

Kasus ini terbongkar saat Melati terbangun dan merasakan sakit pada bagian perut. Ia kemudian membangunkan kedua orangtuanya. Kasat Reskrim Ajun Komisaris Sugandhi Satria Nugraha menjelaskan, orangtua korban lalu memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Melati.

"Dari keterangan dokter, korban sudah hampir melahirkan. Di situ terungkap bahwa Melati jadi korban pencabulan. Korban selama ini takut bercerita karena berada di bawah ancaman tersangka," paparnya.

Tidak terima dengan kejadian itu, orangtua Melati melapor kepada polisi. Korban pun akhirnya memberanikan diri melaporkan peristiwa tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Way Kanan. Sehari setelah menerima laporan, polisi menangkap DS di rumahnya. "DS sekarang mendekam di sel polres.
Baca Juga : 6 Pria Dihukum Atas Dakwaan Homoseksual

Dia terjerat pasal 81 ayat 1 dan 2, dan atau pasal 82 Undang- undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," tandas Sugandhi. (ang)

Sumber : Tribun lampung

Begal Berjimat ini Tersungkur Saat Ditembak Polisi


TANGERANG - Seorang Berinisial SJ (14), begal bengis kebal bacok, meringis kesakitan setelah kakinya ditembak aparat Polsek Cipondoh, Kota Tangerang, Banten. Pelaku ditembak karena berusaha melawan saat akan disergap ketika sedang membagi-bagikan hasil kejahatan.

Begal Berjimat ini Tersungkur Saat Ditembak Polisi

Selain mengamankan SJ, petugas juga menangkap tiga rekannya Ncung, Johar, dan Fendi alias Gondrong. Mereka ditangkap beberapa jam setelah membegal motor di persimpangan PT Tifiko, Jalan MH Thamrin, Kelurahan Panunggangan, Kecamatan Tangerang.
Baca : Penggunaan Tato Mainan Pada Anak Dapat Memicu Ruam Merah Disekitarnya

Wakapolrestro Tangerang AKBP Erwin Kurniawan mengatakan, keempat pelaku beraksi pukul 02.30 WIB, Selasa (11/4/2017) dinihari. Mereka berboncengan dengan dua sepeda motor, dan memepet korban Saeful Bahri yang tengah menbonceng pacarnya dengan Kawasaki KLX Nopol B-3650-CCF.

"Saat melintas di dekat Tifiko, pelaku langsung memepet dan mengancam korban dengan golok. Sempat terjadi tarik-menarik antara korban dengan pelaku. Namun korban kalah. Akhirnya, pelaku merampas motor dan HP pacar korban," kata AKBP Erwin, di Mapolrestro Tangerang, Banten, Selasa (11/4/2017).

Setelah kejadian itu, korban langsung melaporkan ke Polsek Cipondoh dan dilakukan penyelidikan dengan melacak HP pacar korban. Hasilnya, diketahui posisi pelaku masih di Poris Indah, Kecamatan Cipondoh. Pagi harinya, petugas langsung bergerak melakukan penangkapan.
Baca Juga : Umat Muslim Donorkan Darahnya Untuk Korban Bom Gereja Mesir

"Saat dilakukan penangkapan, mereka sedang membagi-bagikan hasil rampasan. Dalam penangkapan itu, dua tersangka (SJ dan Ncung) terpaksa ditembak kakinya, karena menyerang petugas dengan golok," katanya.

Sumber : Sindonews.com

Tuesday, April 11, 2017

Wakil Wali Kota Desak Polisi Proses Kasus Siswa Minum Racun


SUMATERA UTARA - Wakil Wali Kota Padangsidimpuan, Muhammad Isnandar Nasution, meminta kepolisian segera mengusut pelaku intimidasi terhadap siswa SMK Negeri 3 Kota Padangsidimpuan. Sebab, akibat intimidasi tersebut, seorang siswa sudah menjadi korban.

Wakil Wali Kota Desak Polisi Proses Kasus Siswa Minum Racun

“Sebagai wakil wali kota, saya berharap kepada petugas kepolisian segera memberikan tindakan hukum bagi guru yang mengintimidasi siswa itu. Sebab, seorang siswa yang diintimidasi itu sudah menjadi korban,” ujarnya saat mengunjungi rumah duka Keluarga Amelya Nasution (19), siswa Kelas XII, SMK Negeri 3 Kota Padangsidimpuan yang tewas minum racun, Senin (10/4/2017).
Baca : Viral!!! Adegan Terkejut Presenter Saat Siaran Langsung

Isnandar juga sudah menghubungi Inspektorat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) agar segera menindak guru pelaku intimidasi itu. Sebab, Pemko Padangsidimpuan tidak mempunyai kewenangan untuk memberikan tindakan, sebab kewenangan itu sudah diambil-alih oleh provinsi.

”Saya langsung menghubungi Inspektorat Provinsi Sumut, agar oknum guru yang mengintimidasi itu segera diproses,”ujarnya.

Dia menyayangkan sikap guru yang sudah mengintimidasi korban dan dua orang rekannya. Sikap arogan tersebut tidak pantas dicontoh oleh guru-guru yang lain. Dia berharap para penegak hukum segera bertindakan, agar perilaku seperti itu tidak terulang lagi dan tidak ada lagi siswa yang menjadi korban.
Baca Juga : Dibawa Kabur, ABG Diperkosa di Bawah Jembatan

Sumber : Sindonews.com

Umat Muslim Donorkan Darahnya Untuk Korban Bom Gereja Mesir


MESIR - Dua ledakan bom di gereja Mesir lagi-lagi mengoyak kerukunan antarumat di Negeri Piramida. Insiden pertama terjadi di rumah ibadah Mar Girgis, Tanta.

Umat Muslim Donorkan Darahnya Untuk Korban Bom Gereja Mesir

Bom meledak di tengah ibadah di gereja. Kementerian Kesehatan Mesir mengatakan, korban jiwa di Tanta mencapai 28 jiwa dan 71 orang luka-luka. ihak rumah sakit yang merawat korban cedera kemudian mengabarkan bahwa mereka mulai kehabisan stok dar.
Baca : Siswa Minum Racun Akibat Intimidasi Guru, Meninggal Setelah Dirawat Sembilan Hari

Mengetahui hal itu, seperti dikutip dari Al Arabiya, Senin (10/4/2017), seruan untuk membantu pun dikumandangkan. Warga muslim berbondong-bondong menuju sebuah masjid di Tanta, untuk menyumbangkan darah untuk korban cedera dalam insiden mematikan ledakan bom di gereja Mesir pada Minggu 9 April 2017.

"Pengeras suara digunakan untuk memanggil orang-orang di kota menuju masjid, guna menyumbangkan darah membantu orang yang terluka akibat ledakan bom," ujar salah satu warga Tanta, Mohammed Ahmad Hassan.

"Sepertinya sebagian besar dari mereka yang menanggapi seruan untuk membantu korban cedera akibat ledakan bom di gereja Mesir itu kebanyakan umat Muslim," imbuh Hassan.

Hassan menuturkan, ratusan kantong darah sedang dikirim ke bank darah dan Rumah Sakit Umum tempat korban luka dirawat. Ibadah Minggu Palma awalnya berlangsung khidmat di Gereja Mar Girgis, Tanta, sebuah kota di Delta Sungai Nil Mesir, yang letaknya 120 km utara Kairo.

Namun Para jemaat tak menyadari, bahan peledak ditanam di sebuah kursi di baris pertama. Kelompok paduan suara sedang menyanyikan kidung saat bom merobek kedamaian di tempat ibadah itu. Pendeta, juga sejumlah anggota kelompok paduan suara ada di daftar korban tewas.

Video kejadian di Tanta disiarkan sejumlah media Mesir. Belum lagi evakuasi selesai dilakukan, ledakan kedua terjadi di Alexandria. Teror bom menargetkan Gereja Saint Mark dan menewaskan 16 orang, termasuk aparat kepolisian yang berjaga. Sementara, 40 lainnya luka-luka.
Baca Juga : Begitu Romantis, Korban Bom Boston Ini Akan Nikahi PMK Penyelamatnya

Pemimpin Gereja Koptik, Paus Tawadros II atau Paus Theodoros II dari Alexandria berada dalam gereja tersebut. Kabar baiknya, sang pemuka agama selamat dan tak mengalami luka. Belakangan, ISIS mengaku bertanggung jawab atas kejadian teror tersebut.

Sumber : Liputan6

Siswa Minum Racun Akibat Intimidasi Guru, Meninggal Setelah Dirawat Sembilan Hari


MEDAN - Setelah menjalani perawatan selama 9 hari di RSUD Padangsidimpuan, Amelya Nasution (19), siswa SMK Negeri 3 Kota Padangsidimpuan yang minum racun rumput karena diintimidasi gurunya, mengembuskan napas terakhir pada, Senin (10/4/2017).

Siswa Minum Racun Akibat Intimidasi Guru, Meninggal Setelah Dirawat Sembilan Hari

Isak tangis keluarga tak terbendung melihat tubuh Amelya yang terbaring kaku di Ruangan Salak, lantai II RSUD Kota Padangsidimpuan. Yanwar Nasution (49), ayah korban meratapi kepergian anak kesayangannya. Yanwar menyesali kejadian yang menimpa anaknya.
Baca : Kini Penyanyi Jebolan Ajang Pencarian Bakat Ini Jadi Sopir Taksi

"Kenapa bisa seperti ini," ujarnya lirih.

Isak tangis sang ayah semakin kuat, ketika belasan rekan-rekan korban datang ke rumah sakit. Bahkan, sejumlah rekan korban ikut histeris ketika melihat jenazah Amelya.

Para guru yang sebelumnya hadir terlebih dahulu di rumah sakit terpaksa ikut menenangkan siswanya yang menjerit-jerit karena tidak percaya rekannya meninggal.

Jenazah siswa Kelas XII dibawa ke rumah duka di Desa Bahal, Kecamatan Batunadua, Kota Padangsidimpuan, pukul 12.00 WIB.

Iddiyah Annur, 19, rekan korban yang juga mengaku mendapatkan intimidasi dari seorang oknum guru mengaku terkejut mendapat kabar kematian temannya. Selanjutnya, dia langsung ke rumah sakit untuk memastikan keadaan korban.

"Awalnya saya merasa tidak percaya setelah mendapatkan kabar Amelya sudah meninggal dunia," ujarnya.
Baca Juga : Mengejutkan!!! Ratusan Klinik di Bekasi Belum Kantongi Izin Operasional

Dia berharap pihak kepolisian menindak oknum guru yang sudah mengintimidasi korban bersama dirinya dan seorang rekannya bernama Rini.

"Saya berharap agar guru itu ditindak secepatnya, gara-gara intimidasi itu, kawan saya minum racun," tegasnya.
Baca Juga : Tukang Cincau Ini Dibayar Dengan Uang Mainan

Sumber : Sindonews.com

Mengejutkan!!! Suami Ditemukan Bersujud di Atas Kepala Istri Yang Terbaring


MANADO - Cipto Mokodongan yang sempat menunggu enam jam di depan rumah anaknya kaget bukan kepalang usai mendobrak pintu rumah yang ada di Mapanget Manado itu, Sabtu (8/4/2017) jelang tengah malam.

Mengejutkan!!! Suami Ditemukan Bersujud di Atas Kepala Istri Yang Terbaring

Rasa kangen itu berubah duka. Sebab, anaknya, Melky dan Helmy yang hendak ditengok itu ditemukan meninggal dunia di kamar.
Baca : TKW Asal Indonesia Berkelahi Gara-Gara Rebutan Pacar

"Waktu saya masuk ternyata keduanya sudah tidak bernapas. Kaki saya lemas dan istri langsung mencoba membangunkan anak kami sambil menangis," katanya dengan air mata berurai, Minggu (9/4/2017).

Sementara itu, Dessy Lolaen, adik dari Melky Lolean mengaku melihat sang kakak dalam keadaan berlutut di kepala sang istri.

"Saya lihat kakak berlutut di kepala istrinya, lalu ketika dibalikkan badannya, busa putih keluar dari mulutnya," ujar dia.
Dobrak pintu

Cipto Mokodongan tak pernah menyangka, ketika mendobrak pintu rumah anaknya, Justru Jenazah sang anak Helmy Mokodongan dan Suaminya Melky Lolean yang ia temukan. Kejadian ini terjadi pada Sabtu (8/4) di satu perumahan Kecamatan Mapanget Kota Manado.

Sang suami Melky Lolean ditemukan dengan posisi berlutut di kepala sang Istri Helmy Mokodongan yang meninggal sambil tertidur di atas sofa di kamar keduanya. Sebelum mendobrak pintu, Cipto sudah menunggu sekitar 6 jam di depan rumah.
Baca : Mengejutkan!!! Ratusan Klinik di Bekasi Belum Kantongi Izin Operasional

"Waktu saya masuk ternyata keduanya sudah tidak bernafas. Kaki saya lemas dan istri langsung mencoba membangunkan anak kami sambil menangis," urai Cipto, Minggu (8/4).

Cipto juga mengatakan tujuan bertemu anaknya karena sudah sangat rindu.

"Kamis sudah ingin bertemu karena memang kangen saja," jelasnya.

Sementara itu, Dessy Lolaen adik dari Melky Lolean mengaku melihat sang kakak dalam keadaan berlutut di kepala sang istri.

"Saya lihat kakak berlutut di kepala sang istri, lalu ketika dibalikkan badannya busa putih keluar dari mulutnya," ujar dia.

Terkait permasalahan dalam keluarga mereka Dessy mengaku tidak tahu sama sekali.

"Terakhir saya dengar dari papa kalau dia dan kak Melky akan merayakan ulang tahun bersama. Papa juga bilang kalau mereka dalam keadaan bahagia waktu berkomunikasi tersebut," kata dirinya.

Dari Informasi yang diperoleh Melky Lolean merupakan salah satu pengawal pribadi Wali Kota Manado. Sedangkan sang istri adalah pelayanan di salah satu gereja di tempat tinggal mereka.

Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut yang datang ke Kamar Mayat Rumah Sakit Bhayangkara Manado mengaku pernah meminta seluruh pengawal pribadinya untuk mengikuti tes kesehatan.

"Sebulan yang lalu saya pernah minta semua Walpri untuk tes kesehatan, dan dari laporan yang saya terima semuanya sehat tidak ada masalah kesehatan. Saya juga minta agar pihak keluarga melakukan otopsi, karena kematian ini sedikit tidak wajar," pinta Lumentut.

Kapolsek Mapanget AKP Johanes Pagayang ketika ditemui mengatakan bahwa pihaknya sudah mengecek seluruh pintu rumah korban.
Baca Juga : Astaghfirullah, Petani dan Mahasiswa Berduaan Sambil Nyabu di Toilet Masjid

"Semuanya dalam keadaan terkunci dari dalam, dan saat kami temukan sang suami memang dalam keadaan mulut berbusa putih. Untuk penyebab kematian kami masih menunggu hasil otopsi," tegas dia.

Di tempat berbeda, Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Edwin Humokor mengatakan hasil otopsi sudah diterima pihaknya.

"Saya minta waktu tiga hari dulu. Setelah itu akan saya beberkan hasil otopsinya, saat ini ada berbagai pertimbangan yang harus kami lakukan," tandas Humokor.

Sumber : Tribun lampung

TKW Asal Indonesia Berkelahi Gara-Gara Rebutan Pacar


JAKARTA - Sebuah rekaman video menunjukkan perkelahian dua orang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia. Perkelahian yang direkam menggunakan kamera ponsel tersebut terjadi pada Minggu (9/4/2017) di kawasan Kowloon Park, Tsim Sha Tsui, Hong Kong.

TKW Asal Indonesia Berkelahi Gara-Gara Rebutan Pacar

Video tersebut diunggah oleh akun Facebook News Hong Kong News pada Minggu (9/4/2017).
Baca : Perubahan Gigi Kelinci Bocah Ini Bikin Melongo

Dalam keterangannya akun tersebut menuliskan dalam bahasa Inggris, "Perkelahian lucu cewek-cewek Indonesia (demi B-F) kemarin #09April2017 di Kowloon Park, Tsim Sha Tsui."

Berdasar keterangan tersebut diketahui bahwa dua wanita tdalam video ini bertengkar karena berebut pacar. Video ini langsung mendapat tanggapan dari netizen, terutama dari para Buruh Migran Indonesia (BMI).

Banyak yang menyayangkan kejadian ini karena dinilai dapat merusak citra bangsa. Dalam video terlihat banyak BMI yang berkumpul dan beberapa pria yang diduga sebagai pekerja dari negara lain juga berkerumun di tempat itu untuk melerai keduanya.
Baca Juga : Presenter TV Membacakan Kabar Kematian Sang Suami Lewat Beritanya

Sumber : tribun Lampung

Perubahan Gigi Kelinci Bocah Ini Bikin Melongo


NEW ZEALAND - Seorang bocah asal New Zealand sempat menjadi sebuah maskot di daerah Christchurch karena keunikan yang ia miliki. Nama bocah itu adalah Evan Hill, dikenal sebagai bocah yang punya kondisi fisik yang tidak biasa.

Perubahan Gigi Kelinci Bocah Ini Bikin Melongo

Khususnya di bagian wajahnya. Evan Hills memiliki postur gigi yang berbeda dari bocah pada umumnya. Gigi seri Evan terlihat panjang dan berbentuk seperti gigi kelinci. Ia bahkan di daerahnya seringkali dijuluki sebagai bocah 'kelinci' karena kondisi aneh di wajah.
Baca : Netizen Penasaran Dengan Kisah Pemuda Tak Tahu Pacarnya Waria

Bahkan, orang-orang di media sosial mengenalnya sebagai maskot daerah Christchurch karena kondisi wajahnya. Evan Hill tampil di publik dengan kondisi gigi yang tidak biasa sehingga menunjukkan wajahnya yang lucu seperti kelinci.

Sejak ia bersekolah dan duduk dibangku siswa ia selalu menjadi anak yang dibully. Evan kerap kali curhat kepada orang tuanya karena sering diolok punya wajah seperti kelinci. Aktivitas Evan sampai saat ini juga masih belum normal sebab ia punya gigi yang tak bisa dikontrol.

Evan mengeluh sering merasa terganggu saat sedang makan karena kondisi giginya. Menurut dokter, gigi Evan ini termasuk dalam salah satu kelainan genetik yang muncul dalam tubuh. Dua buah gigi seri Evan Hills di bagian depan sangat terlihat besar dan memanjang, sehingga sangat menganggu.

Bahkan untuk bicara saja ia hampir tidak bisa menutup mulutnya karena ukuran giginya yang terlalu besar. Orangtua Evan yang tidak tega dengan nasib sang anak akhirnya memutuskan untuk lakukan operasi.

Sayangnya, biaya operasi Evan Hills tidaklah murah. Dikutip dari Newshub, biaya operasi Evan Hills sampai benar-benar tampak baik penampilan giginya adalah sebesar $100,000 dollar. Nominal itu setara dengan 1,3 Milyar rupiah.
Baca Juga : Tukang Cincau Ini Dibayar Dengan Uang Mainan

Karena biaya yang tidaklah sedikit orangtua Evan meminta Evan menunggu agar mereka bisa menabung sedikit demi sedikit uang. Beberapa komunitas warga yang berada di Christchurch juga adakan penggalangan dana untuk biaya pengobatan Evan Hill.

Ketidaktegaan mereka dengan kondisi Evan membuat mereka sengaja membuat sebuah acara untuk penggalangan dana bagi Evan. Setelah uang terkumpul, Evan akhirnya berhasil jalani operasinya di Orthodontix, sebuah pusat gigi daerah setempat yang cukup terkenal.

Operasi berjalan lancar dan kini gigi Evan benar-benar berubah. Ia tak lagi mengenal dirinya sebagai gigi kelinci. Image kelinci yang melekat erat dalam dirinya menghilang seiring perjalanan waktu dalam operasi dan kini Evan punya gigi normal.
Baca Juga : Inilah Reaksi Nagita Slavina Saat Diisukan Hamil Anak Kedua

Sumber : Tribun lampung

Netizen Penasaran Dengan Kisah Pemuda Tak Tahu Pacarnya Waria


KALIMANTAN TENGAH - Berita seorang pemuda di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng) yang tidak tahu sang pacar seorang waria, masih banyak membuat penasaran netizen. Dampaknya, akun media sosial (facebook) Rizky Budiansyah (26) banyak dicari para netizen.

Netizen Penasaran Dengan Kisah Pemuda Tak Tahu Pacarnya Waria

Ada yang hanya sekadar melihat foto-foto kenangan Rizky yang tampak mesra dengan kekasihnya Lauren (21), alias Ahmad Subandi. Maklum ketika itu Rizky belum tahu kalau kekasihnya bukan perempuan tulen. Ada juga yang menuliskan komentar di dinding media sosial Rizky.
Baca : Kisah 5 Orang Yang Diselingkuhi Menjadi Viral di Internet

Ada yang memberikan komentar datar saja, ada yang bersimpati karena kasihan, ada juga yang sedikit nyinyir menyindir. Misalnya, pada postingan Rizky pada 12 Febuari 2017, saat bersama Lauren sedang mancing di sungai.

Mereka memposting foto-foto yang cukup akrab, bahkan ada yang sedang berciuman. Banyak netizen yang mengomentari foto foto tersebut.

"Kasihan ge sama cowoknya," tulis akun Dicki Dharmawan.
"Mereka ngadu b*t*ng wkwkwkwk," komentar akun Rully Zuliandra.

Diberitakan sebelumnya, Rizki warga BTN Pinang Merah, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng, mengaku selama delapan bulan berpacaran tidak tahu jika kekasihnya itu waria.

Rizky mengaku, baru tahu jika Lauren seorang waria setelah keduanya ditangkap Satpol PP saat indehoy di kawasan Pangkalan Bun Park pada Kamis 23 Maret 2017 malam.

"Banyak foto-foto mesra mereka diposting di wall FB milik Rizky. Saya tidak percaya kalau Rizky itu tidak tahu jika Lauren itu waria," ujar Litha warga Pangkalan Bun setelah melihat akun FB milik Rizky.
Baca Juga : Polisi Diduga Tampar Koordinator Aksi Demo Buruh Perempuan

Sumber : Sindonews.com

Hadiri Undangan Pernikahan Mantan Kekasih, di Pintu Masuk Malah Ada Tulisan Seperti Ini


Breakandnews.com - Berbicara soal pesta pernikahan yang didatangi mantan pacar, ada cerita yang cukup membuat orang tergelitik. Seorang pengguna Facebook bernama Sudhystra Ringgo Ameyuri mengunggah kisah uniknya saat datang ke undangan pernikahan mantan.

Hadiri Undangan Pernikahan Mantan Kekasih, di Pintu Masuk Malah Ada Tulisan Seperti Ini

Di akun Facebooknya, ia mengunggah sebuah foto suasana pernikahan, dan ada satu figura besar. Di figura itu ditempel kertas yang ada foto wajahnya. Uniknya, ada tulisan di kertas itu yang membuat dirinya terkaget.
Baca : Dibawa Kabur, ABG Diperkosa di Bawah Jembatan

"MOHON MAAF. MANTAN DILARANG MASUK !!!"

Ia juga mengunggah kisah lengkapnya di unggahan itu. Di undang mantan dateng ke nikahan nya. Saat sampai ke tempatnya gw liat ada foto gw d sana. Dan ada tulisan mantan di larang masuk !!! Rasanya pengen ambil Bensin. Terus gw bakar Pelaminan beserta mantan Ane yg lagi nikahan"

Sontak, unggahan ini pun mendapat banyak komentar dari netizen. Mereka merasa kasihan dengan apa yang dialami oleh Sudhystra.

"Tag mantan lu yg nikah itu bang," tulis Deva Ellkharisma Jr.
"Ngakak," tulis Mput Nzm.
"Bakar aja bang sampe hangus.." tulis Walker'z Rmdhan Muhammadz.
"Wakakakakkakakk sabar croh....." tulis Putra Andalas.

Ada juga netizen yang mempertanyakan apakah foto tersebut editan atau asli.

"Emg itu beneran? Itu editan bukan sih hm," tulis Jdb Kimmidellicia Beys.

Sudhystra sempat menjawab komentar tersebut dengan nada bercanda.

"Coba d lihat terus d raba Dell," tulisnya

Rany Siti Rohmah menuliskan, ternyata berita itu benar adanya,sya kira hanya sebatas omong kosong dimedia.
Baca Juga : Heboh, Bocah 4,5 Tahun Disunat Jin

Sumber : Tribun lampung

Dibawa Kabur, ABG Diperkosa di Bawah Jembatan


PALEMBANG - Gadis belia berusia 14 tahun (ABG) ini terancam suram. Sebab, NBR yanang tecatat sebagai warga Palembang tersebut sudah menjadi korban pemerkosaan oleh seorang pemuda kenalannya berinisial, AL (17).

Dibawa Kabur, ABG Diperkosa di Bawah Jembatan

Ironisnya, sebelum aksi pemerkosaan itu, korban sempat dicekoki dengan korban minuman keras oleh terlapor. Aib itu terungkap setelah korban sempat menghilang selama tiga pekan belakangan dan pulang pada Minggu malam 9 April.
Baca : Pria Ini Terancam Dikebiri Karena Sudah 5 Kali Perkosa Anak Kandungnya

Saat itu, EV (36) orang tua korban yang cemas langsung mencecar korban dengan pertanyaan terkait kepergiannya selama tiga pekan belakangan ini. Rupanya kepergian korban lantaran diajak oleh AL yang saat ini sudah menjadi kekasihnya. Bahkan, korban juga bercerita kepada EV jika dirinya sudah ditiduri kenalannya tersebut.

"Anak saya juga mengatakan diajak berhubungan badan oleh kenalannya itu. Sudah dua kali anak saya ditidurinya. Kata anak saya pertama kali pada bulan Januari 2017 lalu saat awal kenalan," ungkap EV, saat melapor ke Polresta Palembang, Senin (10/4/2017).

EV mengatakan, saat melakukan hubungan pertama kali tersebut, anaknya tersebut sempat dipaksa untuk menenggak minuman keras.

"Katanya mereka berhubungan badan di Dermaga 7 Ulu di bawah Jembatan Ampera. Saat itu malam hari dan suasana disitu sepi. Anak saya dipaksa juga untuk minum miras," ujarnya.
Baca Juga : Seorang Wanita Melahirkan di Pesawat Dengan Bantuan Pramugari

Tak terima dengan hal itu, EV akhirnya mengajak anaknya untuk membawa kasus tersebut ke jalur hukum.

"Masa depan anak saya sudah dirusak. Kami sekeluarga tidak terima. Semoga polisi cepat menangkap pelakunya," harapnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara mengatakan, telah menerima laporan tersebut. "Sudah kita terima dan akan segera ditindaklanjuti," ungkapnya.

Sumber : Sindonews.com

Pria Ini Terancam Dikebiri Karena Sudah 5 Kali Perkosa Anak Kandungnya


PALEMBANG - Maylan Hendrianto (37) terancam dikebiri karena lima kali memperkosa DW (12) anak kandungnya sendiri hingga mengalami luka parah di kemaluannya dan trauma yang memanjang. Menurut tersangka perbuatan itu dia lakukan lantaran tak sadar karena dalam pengaruh narkotika jenis sabu yang dikonsumsi.

Pria Ini Terancam Dikebiri Karena Sudah 5 Kali Perkosa Anak Kandungnya

”Aku tidak sadar pak, itu terjadi pas aku nyabu,” ujarnya tertunduk saat diperiksa di ruang PPA Polres OKU, Senin (10/4/2017).
Baca : Terjadi Penjambretan Yang Berujung Penyanderaan Ibu dan Balita di Angkot

Kepada petugas kepolisian, tersangka yang sebelumnya dibekuk pada hari Sabtu 8 April 2017 ini, mengatakan sangat menyesali perbuatan tersebut. Perbuatan bejat tersebut kata tersangka dia lakukan sekitar bulan Februari hingga April 2017.

Saat itu dia yang sedang dalam pengaruh sabu, langsung masuk ke kamar anaknya, dan memaksa korban untuk membuka celana dan berhubungan badan layaknya suami istri.

Alhasil dibawah ancaman, korban pun menuruti perbuatan tersangka hingga berulang kali hingga akhirnya diketahui guru dan ibu kandungnya sebelum akhirnya melapor ke Maspolres OKU untuk ditindak lanjuti.
Baca Juga : Wanita Ini Gantung Diri di Pohon Boni, Gara-Gara Sering Bertengkar Dengan Keluarganya

Dari pengakuan korban, selain ayahnya, dia juga pernah ditiduri teman ayahnya dan kakak kandungnya sendiri di tempat yang sama.”Saya juga pernah ditiduri teman ayah saya, profesinya satpam,” ujarnya lugu.

Atas kasus tersebut, Kapolres OKU AKBP Ni Ketut Widayana Sulandari, mengaku sudah menindak tersangka dengan Pasal 81, 82 dan 83 UU No 35/2014 tentang Perubahan atas UU No23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara serta dapat dikenai Perpu Kebiri.
Baca Juga : Begitu Romantis, Korban Bom Boston Ini Akan Nikahi PMK Penyelamatnya

Sumber : Sindonews.com