Showing posts with label politik. Show all posts
Showing posts with label politik. Show all posts

Sunday, April 2, 2017

Inilah Kronologis Kasus Dugaan Penipuan Nikah Siri Bupati Cirebon


CIREBON - Kasus pelaporan atas dugaan penipuan yang dilakukan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisasatra semakin memanas. Kali ini, ayah Elly Endriyani, Juladi angkat bicara perihal kronologis pernikahan siri dengan janji manis.

Inilah Kronologis Kasus Dugaan Penipuan Nikah Siri Bupati Cirebon

Juladi mengaku, pada tanggal 7 September 2014 dia bersama sang anak datang ke Pendopo Bupati Cirebon untuk menagih janji akan diberikan pekerjaan dan dijadikan PNS. Dalam pertemuan tersebut, Sunjaya menawarkan untuk menikahi siri Elly dan disetujui oleh Juladi.
Baca : Jengkol Banyak Manfaat, Tetapi Dibenci Karena Aromanya

"Kami diajak masuk ke kamar bertiga dan pak Sunjaya bilang sudah daripada bekerja lebih baik nikah siri saja dengan saya. Saya dan anak pun akhirnya setuju karena dijanjikan dapat bulanan Rp 10 juta per bulan, rumah dan jadi PNS," ungkap Juladi kepada wartawan, Jumat, 31 Maret 2017.

Dalam pertemuan tersebut, di ruangan khusus setelah ruang tamu pendopo, Juladi menikahkan sendiri Elly dengan Sunjaya dihadapan kiai yang dipanggil secara mendadak sekitar pukul 17.00 WIB. Dalam pernikahan, mahar yang diberikan sebesar Rp 5 juta dan Rp 2 juta untuk uang saksi.

Setelah menikah, Juladi pulang meninggalkan Pendopo, sementara Elly langsung berhubungan intim layaknya suami istri. Selama pernikahan siri, kata dia, Elly tidak pernah tinggal di pendopo.

"Anak saya pulang pergi rumah ke pendopo dan di pendopo diperlakukan seperti pembantu dan memang pura-pura jadi pembantu karena takut ketahuan istri Sunjaya. Sesekali menginap di pendopo tapi tidak satu kamar," ujar dia.

Selama pernikahan siri berlangsung, Sunjaya tak kunjung menepati janjinya menafkahi Rp 10 juta per bulan, dibelikan rumah bahkan dijadikan PNS. Elly, lanjut Juladi, hanya diberikan motor kredit dengan uang Rp 500 ribu per bulan untuk membayar cicilan. Dia menilai Sunjaya telah melakukan penipuan.
Baca Juga : Mengejutkan!!! Kereta Ini Dipasangi Kursi Berbentuk Alat Kelamin Laki-laki

Saat ini, ungkap Juladi, kondisi Elly tengah mengalami syok berat akibat nikah siri dan pernyataan cerai Sunjaya melalui telepon empat bulan kemudian.

"Elly baru cerita sama saya ketika saya paksa bicara karena saya curiga dengan sikapnya yang berubah tidak mau makan banyak murung dan saya sangat terpukul sekali," sebut dia.

Dia mengaku, dalam proses pembuatan laporan ke Polresta Cirebon, Juladi pernah didatangi Sunjaya di kediamannya di Cirebon pada 22 Februari 2017. Kedatangan Sunjaya, kata dia, meminta pihak Elly dan keluarga mencabut laporan yang sudah ditangani tim kuasa hukum Elly.

Namun Juladi tak terima sikap Sunjaya itu. Dia pun menolak cabut laporan dugaan penipuan atas nama anaknya yang telah disakiti.

"Saya menolak mencabut laporan itu karena perasaan sakit anak saya sudah dipendam cukup lama dan baru berani melaporkan ketika kami merasa cocok dengan tim kuasa hukum ini," aku Juladi.

Dalam proses pelaporan tersebut, pihak keluarga korban juga mengaku tak terima jika Elly Indriyanti yang telah dinikah siri oleh sang bupati itu disebut sebagai janda kampung. Bahkan, Sunjaya membandingkan Elly dengan penyanyi dangdut, Dewi Persik.

"Anak saya bener-bener kaget, shock. Gemes saya dengarnya juga," jelas Juladi.
Baca Juga : Dosen Bahasa Inggris Jadi Saksi Ahli Penistaan Agama, Hakim Menjadi Heran

Ucapan tersebut, menurut dia, tidak pantas, terlebih Sunjaya merupakan kepala daerah yang seharusnya bisa menghargai dan menjadi panutan masyarakat.

"Kecewa saya. Saya merasa dilecehkan anak saya disebut seperti itu," ucap Juladi dengan nada meninggi.

Kuasa hukum Elly, Yudia Alamsyach menegaskan, pihaknya telah berkomunikasi dan berdiskusi atas ucapan Sunjaya. Hasilnya, dalam waktu dekat pihaknya akan kembali melaporkan Sunjaya dengan tuduhan perbuatan tidak menyenangkan.

"Dia membandingkan dengan Dewi Perssik. Lalu bilang janda kampung. Tentu itu melecehkan dan masuk dalam pelecehan terhadap perempuan. Memang saudara Sunjaya bukan orang kampung?" kata dia.

Pernyataan janda kampung tersebut keluar saat Sunjaya memberikan klarifikasi kepada wartawan. Di sela klarifikasinya, Sunjaya sempat melontarkan pernyataan yang membantah hal tersebut. Namun dia juga pun menyinggung status janda Elly yang saat itu berumur 34 tahun.

"Saudari Elly itu statusnya janda. Sehingga ngapain dikasih mobil, rumah, uang. Kalau level jandanya cantik seperti Dewi Perssik ya mungkin masih wajar. Ini janda kampung minta mobil mewah, sudah tua lagi, 34 tahun," ucap Sunjaya.

Sebelumnya, Sunjaya juga mempersilakan pihak Elly melaporkan ke polisi.

"Ya, silakan saja, kalau mau laporan mah biasa," kata Sunjaya.

Kepada wartawan, Sunjaya mengaku merasa di dzalimi atas pelaporan oleh seseorang yang mengaku pernah menikah siri.
Baca : Terdakwa Pemutilasi Anggota DPRD Dituntut Mati

"Istri sama anak saya kaget dan hampir shock, apalagi mereka juga baca di media online, media sosial dan televisi," kata Sunjaya, Jumat, 31 Maret 2017.

Sejak ramainya pemberitaan tersebut, Sunjaya pun langsung memberikan penjelasan kepada istri dan anaknya. Pihak keluarga menganggap biasa lantaran kejadian tersebut pernah dialaminua tahun 2013 lalu. Dia pun mengaku sangat bersyukur jika istri dan anak tidak percaya kepada persoalan itu.

"Silahkan saja buktikan kalau terbukti saya siap dipidanakan, tapi kalau tidak saya akan melapor balik," ujar dia.

Sunjaya mengaku Elly Endriyanti bersama sang ayah merupakan bagian dari tim suksesnya saat maju pada Pilkada Cirebon periode 2013-2018 ini. Sosok Elly di tim suksesnya bertugas di bagian komputerisasi atau database.

Sunjaya juga membantah soal nikah siri yang dilakukan di Pendopo Bupati pada hari Minggu 7 September 2014 lalu sebagaimana dilontarkan pihak Elly. Menurut dia, setiap hari Minggu dirinya tidak pernah menerima tamu, kecuali dari internal keluarganya.

"Biasanya saya juga setiap akhir pekan atau hari Minggu itu pulang kampung ke Cakung," sebut dia.

Menurut dia, pada 2013, ada juga perempuan yang hamil empat bulan dan mengaku dihamili oleh Sunjaya. Namun, lanjut dia, pengakuan tersebut tidak terbukti.

"Ini kan merupakan tahun politik. Kelemahan-kelemahan saya terus dicari. Saya akan menuntut balik jika ternyata tidak ada bukti terkait laporan itu," ujar Sunjaya.
Baca Juga : Geger!!! Pria Mesir Perkosa Bayi 20 Bulan

Sumber : Liputan6

Thursday, March 30, 2017

Dosen Bahasa Inggris Jadi Saksi Ahli Penistaan Agama, Hakim Menjadi Heran


JAKARTA - Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto mempertanyakan keahlian saksi ahli yang dihadirkan kuasa hukum terdakwa kasus dugaan penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Dosen Bahasa Inggris Jadi Saksi Ahli Penistaan Agama, Hakim Menjadi Heran

Hal tersebut lantaran ahli bahasa yang juga guru besar ilmu linguistik di Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, Bambang Kaswanti Purwo ternyata pengajar Bahasa Inggris di kampusnya.
Baca : Selingkuhan Istri Ini Bajok Abdul Choir Yang Sudah Renta

"Anda ini dosen bahasa Inggris tapi akan bersaksi untuk bahasa Indonesia dalam perkara ini, setahu saya struktur bahasanya kan berbeda, apa anda yakin?," tanya Dwiarso dalam persidangan, Rabu (29/3/2017).

Bambang pun menjelaskan, apabila di kampusnya tidak ada jurusan bahasa Indonesia. Namun demikian Bambang mengaku bahwa ia adalah seorang ahli linguistik yang memahami aspek kebahasaan.

Selain itu, ia juga mengaku telah meneliti dan melihat video pidato Ahok semenjak menjadi polemik yang membuat Ahok menjadi terdakwa kasus dugaan penistaan agama, sebelum diperiksa oleh pihak Bareskrim.

Sementara, sidang Ahok ke-16 masih tengah berlangsung. Majelis hakim pun menanyai Bambang mengenai aspek bahasa pidato Ahok di Pulau Seribu kepada Bambang. Pada sidang kali ini, kuasa hukum Ahok akan menghadirkan tujuh orang saksi ahli. Diperkirakan sidang berlangsung hingga tengah malam.
Baca Juga : Petani Sawit Ditemukan di Perut Ular Piton Saat Hilang Beberapa Hari

Sumber : Sindonews.com

Oknum Sekdes Diperiksa Polisi Gara-Gara Foto Bugil Tersebar di Sosmed


JAMBI - Kasus foto bugil perempuan yang juga oknum sekretaris desa (desa) berinisial DS, akhirnya memasuki babak baru. Rabu (22/3/2017) ini, DS diperiksa penyidik Sat Reskrim Polres Merangin, Jambi.

Oknum Sekdes Diperiksa Polisi Gara-Gara Foto Bugil Tersebar di Sosmed

DS datang ke Mapolres Merangin didampingi langsung Camat Pamenang Barat. Dia langsung masuk ke Unit PPA Sat Reskrim. Hingga saat ini proses pengambilan berkas acara pidana (BAP) masih berlangsung.
Baca : Bahan Kosmetik Yang Sebaiknya Dihindari Oleh Wanita Muslimah

Paur Humas Polres Merangin Ipda E.H Sitorus yang dikonfirmasi mengatakan, oknum sekdes itu diperiksa sebagai saksi. "Dari informasi sementara, DS ini awalnya menjadi korban penipuan oleh lelaki berinisial BM, yang awalnya berkenalan lewat medsos," ujar Paur Humas.

Saat itu BM mengaku sebagai anggota kepolisian dan memperdaya oknum sekdes itu.

"Setelah tipu daya berhasil, BM meminta sejumlah uang kepada DS, tetapi tidak dipenuhi, sehingga BM pun langsung menyebarkan foto mesum milik DS, sekarang pemeriksaan masih berlanjut dan dalam waktu dekat kami akan memanggil saksi-saksi lainnya", katanya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu masyarakat Merangin dihebohkan dengan foto bugil perempuan yang diduga oknum sekdes. Foto tersebut pun mendapat komentar yang beragam dari masyarakat.
Baca Juga : Aneh, Telur Yang Direbus Pakai Air Kencing Harganya Lebih Mahal

Sumber : Sindonews.com

Wednesday, March 29, 2017

Menteri Susi Berjalan Tergesa-Gesa ke Istana Saat Turun Dari Motor Polisi


JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tampak menumpang motor polisi ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/3/2017). Ceritanya, Presiden Joko Widodo sedang menerima kunjungan kenegaraan Presiden Perancis Francois Hollande di Istana Merdeka, sekitar pukul 11.00 WIB.

Menteri Susi Berjalan Tergesa-Gesa ke Istana Saat Turun Dari Motor Polisi

Setelah acara berjalan sekitar 20 menit, Menteri Susi baru tiba di Istana. Mengenakan setelan blouse biru dipadu jas hitam dan celana senada, Susi menumpang motor polisi. Motor polisi tersebut melaju sampai ke pintu masuk samping Istana Negara.
Baca : Siswi Tak Sadarkan Diri Usai Minum Obat Batuk, Saat Bangun Yang Terjadi...

Setelah turun dari motor, Menteri Susi berjalan tergesa-gesa memasuki Istana. Sambil merapihkan rambutnya, ia menjawab pertanyaan wartawan soal mengapa ia bisa terlambat.

"Iya, terlambat," ujar dia.

Wartawan juga menanyakan dari mana Menteri Susi menumpang motor polisi.

"Dari belokan situ," jawab Susi sekenanya.

Pihak protokoler kemudian mengarahkan Susi untuk menaikibogey. Namun, area Istana masih steril lantaran kedatangan Presiden Perancis. Atas arahan Paspampres, Susi terpaksa berjalan menuju Istana Merdeka untuk bergabung ke dalam acara.

Hingga pukul 11.38 WIB, acara kenegaraan Presiden Perancis di Istana Merdeka masih berlangsung. Rencananya, kunjungan kenegaraan itu akan ditutup dengan join press statemen oleh Presiden Jokowi dan Presiden Perancis.
Baca Juga : Banyak Orang Tidak Bersalah, Jadi Korban Isu Pelaku Penculikan Anak

Sumber : Tribun Lampung

Tuesday, March 28, 2017

Inilah Salah Satu Kisah Korban Penipuan di Dunia Maya Yang Diminta Beradegan Seks


JAKARTA - Seorang perempuan muda bernamaZed (bukan nama sebenarnya) tengah menghadiri rapat dikantornya, ketika sebuah pesan muncul dari seorang temannya lewat FacebookMessenger. Ia menyapa Zed, lalu meminta Zed agar memilih dirinya dalam sebuah kompetisi modeling daring, dan ia sepakat untuk melakukannya.

Inilah Salah Satu Kisah Korban Penipuan di Dunia Maya Yang Diminta Beradegan Seks

Tetapi kemudian bencana datang. Sahabatnya mengatakan bahwa, alamat email yang Zed cantumkan untuk kompetisi tersebut menyebabkan gangguan dalam sistem. Lalu, temannya minta untuk meminjam log-in email Zed, untuk memperbaikinya agar semuanya kembali berjalan normal dan Zed bisa kembali memilihnya dalam kompetisi online.
Baca : Inul Daratista Tersandung Kasus Dugaan Penistaan Ulama

Zed merasa tidak yakin, namun temannya memohon dengan berdalih bahwa karirnya dipertaruhkan. Masih dalam suasana rapat, Zed pun menyerah karena tidak bisa menelepon temannya. Ternyata itu bukan teman Zed, melainkan orang lain yang berpura-pura menjadi sahabatnya dan menggunakan akunnya.

Ini adalah teknik penipuan yang dikenal sebagai spear phishing yang merupakan bentuk umum peretasan di mana seorang peretas akan mengirim email ke suatu sasaran yang disertai tautan di dalamnya. Spearphishing memang kurang lazim, namun jauh lebih berbahaya. Yang menjadi sasaran-sasaran spearphishing adalah kelompok kecil orang-orang atau individu.

"Phishing atau meretas menggunakan psikologi perilaku, untuk mengelabui korban agar mempercayai peretas dengan tujuan memperoleh informasi penting," kata Paul Bischoff dari Comparitech, yang juga berbicara dengan Zed.

"Spear phishing memang kurang lazim, namun jauh lebih berbahaya. Yang menjadi sasaran-sasaran spear phishing adalah kelompok kecil orang-orang atau individu. Peretas bisa mengumpulkan informasi pribadi tentang target mereka untuk membangun persona yang lebih bisa dipercaya."
Baca Juga : Menderita Gagal Ginjal, Eko DJ Meninggal Dunia

Selain jangan pernah membagikan data pribadi untuk akun online Anda, cara yang baik agar terhindar dari peretasan adalah mengaktifkan 'dua langkah otentikasi.' Ini berarti bahwa pengguna harus memasukkan kode lain selain password mereka.

Hal ini biasanya dapat diatur dalam pengaturan keamanan untuk akun Anda atau selama proses pendaftaran. Dua langkah otentikasi yang ditawarkan antara lain oleh Gmail, Hotmail, Apple, Amazon, Yahoo, Facebook dan Twitter.

Dalam beberapa menit, Zed seperti menyaksikan adegan horor, saat akunnya terkunci satu demi satu, termasuk Apple iCloudnya, tempat ia menyimpan semua datanya - termasuk foto paspor, rincian bank, dan beberapa foto eksplisit. Peretas mengambil kendali semua identitasnya karena semua terkait dengan rincian alamat e-mail yang ia kirim.

Pelaku penipuan juga mengaktifkan lapisan keamanan tambahan, yang disebut dengan dua langkah otentikasi, ini artinya mereka menerima semua tanda peringatan terkait akun-akun Zed dan bisa me-reset-nya kembali. Kemudian seorang pria menelepon dengan kode area negara Pakistan.

"Ia mengawali bicara dengan mengatakan bahwa ia tidak menginginkan drama apapun, ia tidak ingin saya menangis, ia ingin saya berbicara padanya seperti seorang profesional. Dari nada suaranya, sepertinya ia anak muda, mungkin seorang mahasiswa", katanya.

Si penyerang menuduh Zed sebagai seseorang yang 'tidak bermoral,' karena ia sudah melihat foto-foto, ia juga tahu Zed merokok dan memiliki sejumlah kawan pria dan aktif secara seksual.
Baca Juga : Wow, Ada Bendera Indonesia di Motor Valentino Rossi

Lalu pria itu bertanya apa yang akan terjadi jika orang tua Zed mengetahui semua kelakuannya dan sangat marah ketika Zed berbalik menyerang bahwa orang tuanya sudah tahu semua. Zed mengungkapkan bahwa pria itu sudah meretas ribuan akun perempuan.

"Ia mengatakan senang bisa meretas akun saya. Bahwa saya pantas untuk diretas."

Pria itu mengatakan bahwa ia akan mengunggah semua foto-foto eksplisitnya pada laman Facebook-nya - yang memiliki lebih dari 1.000 teman.

"Saya menawarkan sejumlah uang padanya. Namun ia terdengar kesal dan berkata, 'Jangan bicara tentang uang," katanya.

Sebaliknya, pria itu ingin Zed mempertontonkan adegan seks untuknya di depan kamera. Zed pun menolaknya.

"Apakah Anda akan melakukan (adegan seks) untuk saya atau (foto eksplisit Zed dipertontonkan) untuk seluruh dunia," katanya - dan ia pun mengunggah salah satu foto eksplisit Zed ke Facebook.

Zed sudah memperingatkan pacar serta orang tuanya yang sudah membentuk sebuah tim untuk melaporkan aktivitas di akun pribadinya. Dalam waktu 15 menit akun itu telah dinonaktifkan oleh Facebook - tapi ia masih menerima pesan dari beberapa temannya.
Baca : Seorang ABG Digilir Dan Diperkosa Oleh Lima Pemuda di Semak-Semak

"Seorang teman yang sudah seperti kakak sendiri mengirimkan pesan pada saya- namun, bukan dia yang telah melihat (foto), melainkan temannya," katanya.

"Saya rasa, saya tidak semestinya terlalu memikirkan soal berapa banyak orang yang melihat foto-foto saya."

Hal terakhir yang dikatakan si penipu kepadanya adalah, "Semoga hidup Anda baik-baik saja."

"Bagi saya, satu-satunya alasan ia melakukan hal ini adalah menjadi 'polisi moral' bagi para perempuan, dan meminta mereka untuk melakukan hal-hal tertentu untuknya," kata Zed.

"Ia ingin galeri foto-foto telanjang perempuan. Tampaknya itu menjadi salah satu motifnya."

Zed tidak menganggap dirinya menjadi naif secara digital. Ia perempuan cerdas asal India yang bekerja di industri media di pantai timur AS.

"Internet sudah menjadi bagian dari hidup saya dan saya mengerti teknologi - tapi saya belum pernah melihat sejauh mana yang bisa dilakukan orang-orang sampai saat ini," katanya.

Zed berjuang untuk bisa memperoleh kembali akunnya. Butuh waktu selama sebulan untuk bisa mendapatkan Apple ID-nya setelah sejumlah tenaga informasi menanyakan beberapa hal tentang data-data pribadi apa saja yang tersimpan di akunnya.

Akun Gmail dan Facebooknya berhasil dipulihkan, tapi ia telah kehilangan akun Snapchat dan Hotmail nya - akun utama yang telah ia gunakan selama lebih dari 13 tahun.
Baca Juga : Buruh Ini Ditangkap Polisi Gara-Gara Cabuli Pacarnya Sendiri

"Saya merasa kasihan terhadap perempuan-perempuan malang yang begitu mudahnya tertipu," kata pakar keamanan dunia maya, Prof Alan Woodward dari Universitas Surrey.

"Saya rasa apa yang ditunjukkan adalah keamanan merupakan kombinasi dari orang-orang, proses dan teknologi. Anda bisa sangat 'cerdas' dalam satu atau dua bidang ini, namun para pelaku penipuan di dunia maya sangat luar biasa dalam menemukan kombinasi baru yang, terus terang, tidak terpikir oleh kita".

"Saya tahu itu terdengar begitu jelas, tetapi, terlepas dari siapa mereka, Anda tidak semestinya berbagi username dan password Anda. Jangan memberikan celah kepada pelaku penipuan.

Zed masih menggunakan aplikasi iCloud, tetapi ia sudah tidak menyimpan lagi data-data pribadinya dan ia pun telah mengaktifkan verifikasi ganda. Zed awalnya memutuskan untuk berbagi kisahnya di situs komunitas Reddit setelah mencoba menemukan orang lain yang mungkin telah ditipu oleh orang yang sama.

"Saya benar-benar terkejut menemukan bahwa saya tidak menemukan apapun," katanya.

"Saya berharap dengan menceritakan kisah saya, saya bisa memperbaiki keadaan dan mendorong orang lain untuk berbagi kisah mereka.

"Saya rasa juga itu adalah satu-satunya cara agar ia kembali."

Sejauh yang Zed tahu, pelaku penipuan itu belum tertangkap.

"Para penjahat dunia maya muncul dalam berbagai bentuk," kata Prof Woodward.

"Motif mereka tidak selalu meraup keuntungan moneter. Seperti yang kita lihat akhir-akhir ini, balas dendam atau kejahatan menjadi tren yang tengah berkembang."
Baca Juga : Banyak Orang Tidak Bersalah, Jadi Korban Isu Pelaku Penculikan Anak

Sumber : Detik.com

Thursday, March 23, 2017

Survei Kinerja Menteri Susi Pudjiastuti Terbaik dan Anies Begitu Mengejutkan


JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dianggap sebagai menteri dengan kinerja paling baik dibandingkan menteri lainnya dalam Kabinet Kerja. Penilaian itu berdasarkan hasil survei Indo Barometer yang menyatakan 26,3 responden memilih Susi Pudjiastuti sebagai menteri dengan kinerja terbaik.

Survei Kinerja Menteri Susi Pudjiastuti Terbaik dan Anies Begitu Mengejutkan

"Bu Susi ada saja caranya untuk masuk media. Terakhir dia naik mobil pick up," ujar Direktur Ekesekutif Indo Barometer Muhammad Qodari dalam diskusi "Evaluasi Publik 2,5 Tahun Pemerintah Jokowi-JK" di Jakarta, Rabu (22/3/2017).
Baca : Saat Terjadi Fenomena Equinox, Hari Tanpa Bayangan Terjadi di Tugu Khatulistiwa

Meski tampak nyentrik, kata Qodari, namun Susi Pudjiastuti dianggap paling cakap untuk memimpin bidang tersebut. Di urutan ke dua, terdapat nama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dengan angka 12,3 persen. Secara mengejutkan, nama Anies Baswedan masih dipilih masyarakat sebagai salah satu menteri dengan kinerja terbaik pada urutan ketiga.

Padahal, Anies Baswedan telah dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan digantikan dengan Muhadjir Effendy.

"Menarik, masih muncul nama Anies. Sepertinya banyak yang tidak tahu Anies sudah tidak di kabinet lagi," kata Qodari.

Setelah itu, di urutan keempat dan seterusnya berurutan disebutkan nama Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (8,3 persen), Menteri Kesehatan Nila F Moeloek (8,2 persen), mantan Menteri ESDM Archandra Tahar (6,4 persen), dan Menteri Ekonomi Sri Mulyani (4,4 persen).

Dalam survei yang sama, adapun alasan memilih menteri yang kinerjanya baik karena bisa memberantas pencurian ikan dengan 17,4 responden yang memilih. Kemudian, ketegasan juga jadi pertimbangan reaponden memilih dengan angka 13 persen.
Baca Juga : Mayat Bayi Laki-laki di Tanah Kosong Ini Membuat Gegerkan Warga Ciputat

Selanjutnya, 10,1 persen reaponden memilih alasan kinerjanya bagus. Kemudian, sebanyak 8,1 persen responden menyebut seorang menteri baik kinerjanya karena mampu menambah kuota haji.

"Ternyata menambah kuota haji jadi isu yang populer. Ada juga yang memberi alasan jemaah haji lebih tertib," kata Qodari.

Survei Indo Barometer dilakukan di 34 provinsi dalam kurun 4-14 Maret 2017. Jumlah responden 1.200 dengan margin of error kurang lebih 3 persen. Beberapa pertanyaan diajukan secara terbuka sehingga responden bisa menulis sendiri jawabannya.

Sumber : Kompas.com

Inilah Kisah Kejujuran Ahok Yang Membuatnya Dibenci Oleh Anggota DPR


JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok, sebelumnya pernah menjabat sebagai anggota DPR. Kala itu dirinya terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur untuk periode 2004-2009, setelah dirinya terjun ke dunia politik dan bergabung di bawah bendera Partai Perhimpunan Indonesia Baru (Partai PIB).

Inilah Kisah Kejujuran Ahok Yang Membuatnya Dibenci Oleh Anggota DPR

Ahok mengakui, saat itu dirinya memang tidak disukai oleh banyak anggota DPR lainnya di komisi II ketika membahas persoalan bagi-bagi uang.

"Saya tidak tahu ada permainan apa tidak (e-KTP), yang pasti di DPR itu tidak suka sama saya kalau soal bagi-bagi uang," kata Ahok.
Baca : Bukti Cinta Orangtua Kepada Anaknya, Ini 3 Cara Tak Biasa Orangtua Antar Anaknya ke Sekolah

Ahok berujar, rasa tidak suka anggota dewan saat ia masih menjadi anggota DPR nampak terlihat ketika ada perjalanan dinas, baik ke luar kota maupun ke luar negeri.

"Seperti, beberapa kali kasus terjadi perjalanan dinas. Sebenarnya hanya tiga hari, tapi pembukuannya selama 4-5 hari. Ya saya coret dong, enggak bisa saya bilang, kalau tiga hari ya tiga hari," tutur Ahok.

Pada saat anggota dewan pergi ke Maroko, kata Ahok, untuk membahas kerjasama antar parlemen, mereka justru meminta untuk pergi bertamasya ke Spanyol. Hal itu sangat tidak disukai oleh Ahok, keadaan seperti itu membuat Ahok mendapat banyak kecaman, jika uang perjalanannya ke Maroko akan dipotong.

"Jadi kalau Anda tidak mau ikut, maka semua uang perjalanan Anda akan dipotong semua, termasuk perjalanan ke Maroko, jadi uang yang Spanyol saya enggak terima, tapi uang tiket dan pesawat dan hotel yang sudah dibooking, itu tanpa izin saya. Enggak benar itu saya bilang, saya baru ditodong di Dubai, ngamuk saya malam itu, datang ke Dubai transit, ketua rombongan datangi saya, kami sudah beli tiket ke Spanyol termasuk uang hotel,” ungkap Ahok.
Baca Juga : Pengguna Medsos Lebih Pilih Anies Dibandingkan Ahok

Ahok mengaku dirinya hanya menerima uang saku sesuai dengan hak yang seharusnya dia peroleh selama kunjungan kerja. Ia hanya mau menerima uang saku perjalanan sesuai dengan hitungan selama empat hari. Hal itu sesuai dengan perjalanan dinas yang dilakukan olehnya.

“Total per diem yang saya peroleh setelah dipotong ini-itu US$ 685 atau setara Rp 6 juta dengan kurs Rp 9 ribu,” kata Ahok.

Ketika semua Anggota DPR pergi ke Spanyol, Ahok tidak ikut serta, meski ia mengaku dirinya tetap membayar tiket perjalanannya.

“Anda harus bayar. Jadi malam itu di Dubai hanya terima USD100, makanya hitungannya sampai Maroko, uang ke sana ga boleh. Misalkan kalau di cek, Ahok jalan-jalan enggak ke spanyol. Pasti ada nama saya. Tapi kan saya coret, saya bayar itu tiket tapi enggak pergi, bisa dicek," papar Ahok.

Menurut Ahok, beberapa peristiwa yang dipaparkannya tersebut, selama ini luput dari pantauan media. Namun, Ahok mengabadikan beberapa peristiwa itu di Ahok.org

“Lihat saja di situs pribadi saya di mana saya beberkan modus kunjungan kerja ke Maroko tapi pelesir ke Spanyol,” ucap Ahok.
Baca Juga : Menteri Dalam Negri Tjahjo Kesal Soal Kasus Korupsi e-KTP

Ahok mengatakan dirinya sudah memahami betul cerita pelesiran di kala kunjungan kerja seperti itu. Lewat situs Ahok.org, dia membeberkan muslihat anggota DPR dengan judul “Bagaimana Modus Anggota DPR Tilap Uang Kunker ke Maroko, Rekreasi ke Spanyol”.

Sumber : Liputan6

Wednesday, March 22, 2017

Pengguna Medsos Lebih Pilih Anies Dibandingkan Ahok


JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA kembali mengeluarkan hasil survei yang dilakukan jelang pemilihan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta putaran kedua. Kali ini, LSI Denny JA menyasar pengguna atau pemain dari media sosial. Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar menilai, saat ini mayoritas pemilih Jakarta adalah orang aktif di media sosial.

Pengguna Medsos Lebih Pilih Anies Dibandingkan Ahok

"Paling banyak digunakan Facebook 57,80%, Instagram 29,30%, dan Twitter 17,20%," kata Rully di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (21/3/2017).
Baca : Siswi TK Ini Diterkam Anak Harimau, Polisi Dalami Keterangan Empat Saksi

Rully menambahkan dari kategori tersebut, Anies unggul di pemain Facebook dan Instagram.  Sementara Ahok hanya unggul di pemain Twitter.

"Pemain Facebook lebih mendukung Anies sebanyak 47,58%, Instagram unggul 49,99%. Sementara Ahok unggul di Twitter 53,34%," kata Rully.

Survei LSI Denny JA melibatkan 440 responden dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Metode yang digunakan yaitu multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 4,8%.
Baca juga : Saksi Ditegur Oleh Hakim Karena Lirik-lirik Ahok

Sumber : Sindonews.com

Friday, March 17, 2017

Siswi TK Ini Diterkam Anak Harimau, Polisi Dalami Keterangan Empat Saksi



JAWA TIMUR - Kepolisian Resor Batu sudah meminta keterangan empat orang saksi terkait kasus siswi TK diterkam anak harimau. Penyidik masih mendalami apakah ada faktor kelalaian.

Siswi TK Ini Diterkam Anak Harimau, Polisi Dalami Keterangan Empat Saksi

"Sudah ada empat orang yang dimintai keterangan. Masih pendalaman apakah ada faktor kelalaian," kata Kasubag Humas Polres Batu AKP Waluyo, Jumat (17/3/2017).

Sebelumnya, polisi juga telah mengolah tempat kejadian perkara (TKP) dan merilisnya. Namun, pihak kepolisian belum menyimpulkan apakah peristiwa yang membuat Putri (4), mengalami luka-luka akibat terkaman anak harimau benggala.
Baca : Perkenalkan Bayi Raksasa Yang Lahir Seberat 7 Kg

Pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur yelah meminta pengelola lembaga konservasi Batu Scret Zoo agar menghentikan sesi foto dengan satwa liar hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Balai Besar KSDA menilai tidak ada kelalaian dalam peristiwa ini, namun SOP-nya perlu perbaikan. "Evaluasi SOP untuk perbaikan, bukan karena salah. Tetap kecelakaan," ujar Ayu saat ditanya apakah ada kelalaian dalam menjalankan SOP-nya.

Di antara hasil evaluasi yang dilakukan BBKSDA Jawa Timur adalah pembenahan arau pemisahan jalur evakuasi satwa dan pengunjung, penambahan rambu informasi dan personel pengamanan satwa dan pengunjung, serta evaluasi kesiapan satwa secara intensif dan menyeluruh.

Sementara itu, korban sudah menjalani perawatan di RS Baptis yang ada di Kediri setelah menjalani operasi di RS Baptis Kota Batu pascaperistiwa itu.
Baca juga : Dikira suami, Suriani Membiarkan Keponakan Menggerayangi Tubuhnya

Sumber : Sindonews.com

Thursday, March 16, 2017

Menteri Dalam Negri Tjahjo Kesal Soal Kasus Korupsi e-KTP


JAKARTA - Proses hukum korupsi e-KTP terus berjalan. Saat ini, kedua terdakwa sedang diadili di Pengadilan. Tak bisa dipungkiri banyak hal yang terganggu akibat kasus ini.

Menteri Dalam Negri Tjahjo Kesal Soal Kasus Korupsi e-KTP

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo merupakan salah satu pejabat yang harus menerima dampak pengusutan kasus korupsi e-KTP ini. Dia begitu kesal karena pekerjaan terganggu lantaran penyidikan kasus ini.

"Bagaimana kami mau kerja," ujar Tjahjo di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Tjahjo mengatakan, sedikitnya ada 68 pejabat Kemendagri yang bolak-balik diperiksa KPK. Belum termasuk petugas lelang, staf, pegawai kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil) di daerah.
Baca : Saksi Ditegur Oleh Hakim Karena Lirik-lirik Ahok

"Secara psikis kan wajar (terganggu)," imbuh politisi PDIP itu.

Meski begitu, Tjahjo tetap optimistis proyek ini bisa diselesaikan. Sehingga seluruh masyarakat bisa mendapatkan haknya memiliki e-KTP.

"Kami optimis kalau jalan terus tanpa harus menunggu proses hukum," pungkas Tjahjo.

Sidang kasus e-KTP sudah digelar perdana pada Kamis, 9 Maret 2017. Irman dan Sugiharto didakwa melakukan korupsi secara bersama-sama dalam kasus e-KTP. Irman dan Sugiharto didakwa merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun.

Irman merupakan mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sementara itu, Sugiharto ialah mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Dukcapil Kemendagri.

Atas kasus korupsi e-KTP itu, Irman dan Sugiharto didakwa melangar Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Baca juga : 2 Penghuni Rutan Ini Kedapatan Simpan Sabu di Celana Dalam

Sumber : Liputan6

Saksi Ditegur Oleh Hakim Karena Lirik-lirik Ahok


JAKARTA - Ada hal menarik saat Suyanto, sopir lepas terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, bersaksi dalam persidangan kasus dugaan penodaan agama, Selasa (14/3/2017). Suyanto berulang kali ditegur majelis hakim karena terlihat melirik-lirik Ahok yang berada di sebelah depan kanan dirinya. Suyanto ditegur oleh seorang hakim anggota.

Saksi  Ditegur Oleh Hakim Karena Lirik-lirik Ahok

"(Suyanto) enggak perlu lirik-lirik (ke Ahok) ya. Enggak usah lirik-lirik, (Ahok) masih ada di situ," kata hakim anggota itu sambil menunjuk ke arah Ahok.

Sedangkan Ahok terlihat tersenyum dan menundukkan kepalanya. Sepanjang persidangan, majelis hakim mempertanyakan mengenai pekerjaan Suyanto. Kemudian hubungan kerja Suyanto dengan Ahok.
Baca : Mengejutkan!!! Praja Spa Tawarkan Hubungan Threesome, Striptis, Pijat Dada

Selain itu, majelis hakim juga menggali adanya selebaran bernada provokatif yang tersebar ketika Pemilihan Gubernur Bangka Belitung 2007 atau saat Ahok maju menjadi calon gubernur. Hakim kembali menegur Suyanto setelah penasehat hukum dan jaksa penuntut umum (JPU) selesai menyampaikan pertanyaan mereka. Ketua majelis hakim, Dwiarso Budi Santiarto, menegur Suyanto.

"Saudara jangan lihat ke sana (arah Ahok) ya. Saudara jangan takut, enggak pernah dimarahi (sama Ahok) kan?" kata Dwiarso kepada Suyanto yang membuat gelak tawa seisi ruang sidang.

Suyanto merupakan salah satu saksi meringankan yang dihadirkan oleh penasehat hukum Ahok. Selain Suyanto, ada juga mantan Ketua Panwaslu Kabupaten Belitung Juhri dan tetangga Ahok di Belitung Timur, Fajrun.
Baca juga : Kini Sup Atau Bubur Harus Disuntikkan Dalam Perut Bocah Ini Gara-Gara Salah Minum

Sumber : Kompas.com