Showing posts with label islam. Show all posts
Showing posts with label islam. Show all posts

Thursday, April 13, 2017

Ditolak Warga Sulawesi Selatan, Polisi Larang Tablig Akbar Hizbut Tahrir


SULAWESI - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan melarang rencana penyelenggaraan tablig akbar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Lapangan Karebosi, Makassar.

Ditolak Warga Sulawesi Selatan, Polisi Larang Tablig Akbar Hizbut Tahrir

Direktur Intelkam Polda Sulsel Komisaris Besar Tjatur Abrianto mengungkapkan, pelarangan itu lantaran rencana aksi HTI tersebut mendapat tentangan dari organisasi-organisasi massa lain.
Baca : Gedor Warung Tuak, Pria Ini Jadi Tersangka Kasus Asusila

"Selain itu juga, belum adanya rekomendasi dari Badan Kesatuan Bangsa (Kesbang) dan Departemen Agama serta instansi terkait lainnya," terang Tjatur, Kamis (13/4).

Sebelumnya, pengurus DPD HTI Sulsel mengajukan surat izin Masirah Panji Rasulullah SAW dengan tema “Khilafah, kewajiban Syari, Jalan Kebangkitan Umat.”

Kegiatan itu akan dirangkaikan dengan pawai kendaraan di jalan lintas kabupaten kota dengan jumlah peserta lima puluh ribu orang. Sementara sejumlah Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor dari 14 PC menolak keras kegiatan tablig akbar HTI itu.

Mereka kemudian melayangkan surat resmi penolakan ke Polda Sulsel, Kamis hari ini, sebagai bahan pertimbangan polisi. Mereka menilai kegiatan itu menyebarkan paham anti-Pancasila.

Keempatbelas cabang GP Ansor itu dari Kabupaten Enrekang, Bulukumba, Parepare, Luwu Utara, Wajo, Luwu Timur, Sinjai, Pinrang,Bantaeng, Palopo, Barru, Bone dan Jeneponto.

Ketua GP Ansor Sulsel Muhammad Tonang menyatakan  konsisten menolak kelompok-kelompok yang akan menyebarkan paham dan ideologi selain Pancasila.
Baca Juga : Penggunaan Tato Mainan Pada Anak Dapat Memicu Ruam Merah Disekitarnya

"Organisasi ini jelas mengusung khilafah dalam bernegara, tentu saja bertentangan dengan ideologi NKRI kita yang selama ini diperjuangkan para pahlawan dan ulama-ulama pendahulu kita," tegas Ronang.

Penolakan serupa disampaikan sejumlah aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Metro Makassar dengan mengelar unjukrasa di kantor DPRD Sulsel. Anggota DPRD Sulsel Pangeran Rahim saat menerima aspirasi menyatakan akan menyampaikan aspirasi itu ke pimpinan DPRD.
Baca Juga : Perubahan Gigi Kelinci Bocah Ini Bikin Melongo

Sumber : Suara.com

Tuesday, April 11, 2017

Umat Muslim Donorkan Darahnya Untuk Korban Bom Gereja Mesir


MESIR - Dua ledakan bom di gereja Mesir lagi-lagi mengoyak kerukunan antarumat di Negeri Piramida. Insiden pertama terjadi di rumah ibadah Mar Girgis, Tanta.

Umat Muslim Donorkan Darahnya Untuk Korban Bom Gereja Mesir

Bom meledak di tengah ibadah di gereja. Kementerian Kesehatan Mesir mengatakan, korban jiwa di Tanta mencapai 28 jiwa dan 71 orang luka-luka. ihak rumah sakit yang merawat korban cedera kemudian mengabarkan bahwa mereka mulai kehabisan stok dar.
Baca : Siswa Minum Racun Akibat Intimidasi Guru, Meninggal Setelah Dirawat Sembilan Hari

Mengetahui hal itu, seperti dikutip dari Al Arabiya, Senin (10/4/2017), seruan untuk membantu pun dikumandangkan. Warga muslim berbondong-bondong menuju sebuah masjid di Tanta, untuk menyumbangkan darah untuk korban cedera dalam insiden mematikan ledakan bom di gereja Mesir pada Minggu 9 April 2017.

"Pengeras suara digunakan untuk memanggil orang-orang di kota menuju masjid, guna menyumbangkan darah membantu orang yang terluka akibat ledakan bom," ujar salah satu warga Tanta, Mohammed Ahmad Hassan.

"Sepertinya sebagian besar dari mereka yang menanggapi seruan untuk membantu korban cedera akibat ledakan bom di gereja Mesir itu kebanyakan umat Muslim," imbuh Hassan.

Hassan menuturkan, ratusan kantong darah sedang dikirim ke bank darah dan Rumah Sakit Umum tempat korban luka dirawat. Ibadah Minggu Palma awalnya berlangsung khidmat di Gereja Mar Girgis, Tanta, sebuah kota di Delta Sungai Nil Mesir, yang letaknya 120 km utara Kairo.

Namun Para jemaat tak menyadari, bahan peledak ditanam di sebuah kursi di baris pertama. Kelompok paduan suara sedang menyanyikan kidung saat bom merobek kedamaian di tempat ibadah itu. Pendeta, juga sejumlah anggota kelompok paduan suara ada di daftar korban tewas.

Video kejadian di Tanta disiarkan sejumlah media Mesir. Belum lagi evakuasi selesai dilakukan, ledakan kedua terjadi di Alexandria. Teror bom menargetkan Gereja Saint Mark dan menewaskan 16 orang, termasuk aparat kepolisian yang berjaga. Sementara, 40 lainnya luka-luka.
Baca Juga : Begitu Romantis, Korban Bom Boston Ini Akan Nikahi PMK Penyelamatnya

Pemimpin Gereja Koptik, Paus Tawadros II atau Paus Theodoros II dari Alexandria berada dalam gereja tersebut. Kabar baiknya, sang pemuka agama selamat dan tak mengalami luka. Belakangan, ISIS mengaku bertanggung jawab atas kejadian teror tersebut.

Sumber : Liputan6

Monday, April 10, 2017

Satu Keluarga Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Dalam Rumah


MEDAN - Satu keluarga ditemukan tewas di rumahnya sebanyak lima orang, Jalan Mangaan, Gang Benteng, Lingkungan XI, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara, Minggu (9/4/2017).

Satu Keluarga Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Dalam Rumah

Peristiwa itu awalnya diketahui Serimpi (40), tetangga korban. Pukul 09.00 WIB tadi, Serimpi memanggil Sri Aryani (40) untuk belanja. Namun, setelah beberapa kali dipanggil, Sri Aryani tidak menyahut.
Baca : Mengejutkan!!! Ratusan Klinik di Bekasi Belum Kantongi Izin Operasional

Serimpi lalu mendatangi rumah Sri Aryani. Betapa kagetnya dia saat menemukan lima jasad bersimbah darah yang tergeletak di rumah. Kelima korban itu adalah Riyanto (40), Sri Aryani (40), Sumarni (60), Naya (13), dan Gilang (8). Sementara, Kinara (4) kritis.

"Yang pertama kali saya lihat jasad Bu Sumarni, mertua dari Riyanto," kata Serimpi.

Dia pun langsung berteriak meminta pertolongan warga. Saat ini, polisi tengah melakukan olah TKP.
Baca Juga : Pria Israel Ini Berkeliaran Menenteng Kepala Istri

Sumber : Sindonews.com

Sunday, April 9, 2017

Wanita Non Muslim Bertanya Soal Adat Istiadat Dan Islam ke Zakir Naik


BEKASI - Setelah satu jam setengah DR Zakir Naik memberikan ceramah bertajuk Persamaan antara Islam dan Kristen, dibukalah sesi tanya jawab. Dai asal India itu memprioritaskan non muslim untuk mengajukan pertanyaan. Penanya pertama bernama Lia, dia mengaku seorang konghucu.

Wanita Non Muslim Bertanya Soal Adat Istiadat Dan Islam ke Zakir Naik

"Saya seorang budha, saya melihat kebenaran di depan mata. Tapi apakah itu bertentangan dengan adat istiadat saya. Sebenarnya saya dan keluarga konghucu," tanya Lia pada Zakir.
Baca : Begitu Romantis, Korban Bom Boston Ini Akan Nikahi PMK Penyelamatnya

Zakir pun menjawab, bahwa Islam adalah agama yang paling diridhai Allah. "Kamu boleh mengikuti adat istiadat mu selagi tidak bertentangan dengan Alquran dan Assunah," jawab Zakir.

"Misalnya, di adat istiadatmu harus menghormati orang tua, itu tidak bertentangan. Misalnya di Islam ada larangan meminum Alkohol, kamu menjauhinya kamu sudah menjadi orang baik," jelasnya.

Sumber : Sindonews.com

Subhanallah, Gadis Ini Bersyahadat Usai Bertanya ke Zakir Naik


BEKASI - Femi seorang gadis non muslim bersyahadat usai bertanya ke ulama kondang Zakir Naik di Stadion Patriot, Sabtu malam (8/4/2017). Gadis berkaca mata ini merupakan salah satu orang pertama yang bersyahadat di depan Zakir Naik pada malam itu.

Subhanallah, Gadis Ini Bersyahadat Usai Bertanya ke Zakir Naik

Sebelumnya Femi yang berdiri di tribun dipersilahkan oleh Zakir Naik mengajukan pertanyaan dalam bahasa Inggris. Lalu Femi bertanya kepada dai kondang asal India ini soal Surat 43 Al Zukhruf ayat 61 dan Surat Al Fatiha ayat 6.
Baca : Presiden Afghanistan Takjub Lihat Bedug Saat Sholat Magrib di Masjid Istiqlal

Femi bertanya apa yang dimaksud dengan satu jalan atau Shiratol Mustaqim. Untuk lengkapnya bisa dilihat di live streaming Youtube. Suasana haru tiba-tiba muncul saat sesi tanya jawab selanjutnya karena wanita ini menyatakan ingin menjadi mualaf.

Kemudian Zakir Naik  membimbing wanita ini untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Femi pun mengucapkan syahadat yang disambut gemuruh takbir ribuan peserta ceramah yang memadati Stadion Patriot Bekasi.
Baca Juga : Pria Israel Ini Berkeliaran Menenteng Kepala Istri

Sumber : Sindonews.com

Friday, April 7, 2017

Di Tuduhan Teroris, Pria Muslim Ini Terlanjur Dipecat Bosnya


RUSIA- Nasib pria Muslim Rusia bernama Ilyas Nikitin telah berubah drastis, termasuk dipecat dari pekerjaannya setelah dituduh sebagai teroris yang melakukan pengeboman di St Petersburg. Dia tidak bisa berbuat banyak meski tuduhan itu ternyata keliru.

Di Tuduhan Teroris, Pria Muslim Ini Terlanjur Dipecat Bosnya

Sebelum dipecat bosnya karena label “teroris” yang tak benar, pria berjanggut ini bekerja sebagai sopir truk. Dia sebelumnya diperiksa tiga kali oleh polisi dengan status tersangka teroris hanya karena dia tampak di rekaman CCTV saat ledakan bom terjadi di kereta bawah tanah stasiun metro di St Petersburg, 3 April lalu.
Baca : Setiap Batuk, Tulang Bocah 11 Tahun Ini Ada yang Patah

Tersangka yang sebenarnya menurut otoritas Rusia adalah Akbarzhon Jalilov, pria Rusia kelahiran Kyrgyztan. Serangan bom itu menewaskan 14 orang dan menyebabkan puluhan orang lainnya terluka.

Nikitin mengeluh telah kehilangan pekerjaan gara-gara tuduhan yang keliru. Selain itu, dia juga dijauhi orang-orang yang terbang dengan pesawat yang sama saat pulang ke kampung halamannya di Orenburg.

Sejak gambar dan namanya muncul di media-media Rusia dengan status “tersangka teroris”, Nikitin pada Rabu (5/4/2017) menerima pemberitahuan dari bosnya bahwa dia telah dipecat sebagai sopir truk. Sang bos mengklaim pemecatannya atas permintaan penyidik.

Pria Muslim ini juga menyesalkan tindakan wartawan yang terburu-buru menyimpulkan dirinya sebagai tersangka teroris.

"Wartawan yang baru saja menyebut saya seorang teroris telah memburu saya, keluarga saya, dan teman-teman saya. Akibatnya, sekarang saya bahkan tidak bisa berada di pesawat terbang", keluh Nikitin.

"Saya mohon, tolong berhenti mengejar saya. Biarkan saya hidup dalam damai", ujarnya, seperti dikutip dari IB Times, Jumat (7/4/2017).
Baca Juga : Tidak Cuma Sewa Pacar, di Jepang Juga Bisa Sewa Adik Perempuan

Sumber : Sindonews.com

Presiden Afghanistan Takjub Lihat Bedug Saat Sholat Magrib di Masjid Istiqlal


JAKARTA - Rangkaian lawatan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani di Indonesia dilanjutkan dengan melakukan kunjungan ke Masjid Istiqlal. Sejumlah kegiatan pun dilakukan Ghani di masjid terbesar se-Asia Tenggara itu.

Presiden Afghanistan Takjub Lihat Bedug Saat Sholat Magrib di Masjid Istiqlal

Tiba pukul 17.30, Ghani langsung melakukan pertemuan dengan para ulama dan cendekiawan Tanah Air. Sejumlah masalah yang jadi kepentingan bersama dibicarakan dalam pertemuan singkat tersebut.
Baca : Wow!!! Mahasiswa Lampung Ini Ubah Batang Pisang Jadi Bakso Bakar

Usai acara itu, Presiden Ghani menuju ruang utama Masjid Istiqlal, di sana bersama jemaah lain dirinya melaksanakan ibadah salat magrib. Selesai salat, Ghani bersama rombongan dibawa ke bedug besar yang berada di lingkungan masjid.

Selain memperlihatkan bedug, para pengurus masjid juga menceritakan sejarah panjang bedug yang sudah jadi ciri khas Istiqlal itu. Setelah pemaparan sejarah, mantan Duta Besar RI untuk Suriah, Muzammil Basyuni memperlihatkan cara memukul bedug. Ghani pun terlihat begitu takjub dengan hal itu.

Melihat ketakjuban, Basyuni langsung menyerahkan pemukul bedug ke Ghani dan mengajaknya untuk memukul benda tersebut. Namun, sembari tertawa dan tersenyum Ghani menolak. Ia mengatakan tak cukup kuat untuk memukul bedug itu.

"Saya tidak bisa melakukan ini," ucap Ghani sembari tersenyum.

Dalam lawatannya ke Jakarta, Presiden Afghanistan mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka. Dalam pertemuan ini beberapa perjanjian disepakati, salah satunya adalah tawaran untuk berbagi pengalaman soal rekonsiliasi.

"Indonesia menyambut baik upaya yang dilakukan pemerintah Afghanistan, dalam upaya menciptakan stabilitas dan kedamaian. Dan Indonesia siap berbagi pengalaman mengenai rekonsiliasi perdamaian," kata Jokowi saat memberikan pernyataan pers bersama di Istana Merdeka.
Baca Juga : Kepala Bocah Ini Ditembak, Tubuhnya Dibuang ke Sungai

Sumber : Liputan6

Thursday, April 6, 2017

Saat Diundang ke Istana, Nasaruddin Singgung Kekuatan Umat Islam


JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengundang Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar ke Istana Merdeka. Nasarudin mengaku diundang Jokowi untuk membahas masalah perkembangan keumatan dan kebangsaan.

Saat Diundang ke Istana, Nasaruddin Singgung Kekuatan Umat Islam

Pada kesempatan bertemu Jokowi, Nasaruddin Umar mengatakan, perlu dicermati antara peningkatan kualitas dengan kekuatan umat Islam. Dia juga mengutarakan pentingnya memberikan pendidikan dan pemahaman yang serius mengenai agama untuk mendorong meningkatnya kualitas umat.
Baca : Di Suku Mosuo Perempuan Yang Berkuasa Dan Lelaki Hanya Jadi Pejantan

"Saya berkeyakinan semakin dalam pemahaman kita terhadap agama kita masing-masing agama apapun, maka akan semakin semakin bijak," ujar Nasaruddin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/4/2017).

Dia menambahkan, selain sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal dirinya diundang Jokowi sebagai Rektor institut Perguruan Tinggi Ilmu Alquran. Dia menuturkan pemahaman agama dipermukaan saja berpotensi munculnya persoalan baru.

"Kita harus membedakan antara perkembangan kualitas umat harus dibedakan dengan semakin meningkatnya kekuatan umat Islam itu sendiri," ucapnya.
Baca Juga : Inilah Cerita Perempuan Dengan 2 Organ Kemaluan

Sumber : Sindonews.com

Wednesday, April 5, 2017

Jenderal Saudi Ini Dilempari Telur di London


LONDON - Pemerintah Inggris menyesal dan minta maaf kepada Kerajaan Arab Saudi setelah jenderal top Riyadh, Ahmed al-Asiri, dilempari telur oleh aktivis saat berkunjung ke London. Assiri bahkan hendak ditangkap para aktivis perdamaian karena dianggap sebagai penjahat perang di Yaman.

Jenderal Saudi Ini Dilempari Telur di London

Insiden itu terjadi Kamis pekan lalu, di mana Jenderal Asiri diundang untuk jadi pembicara di sebuah acara yang digelar Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri, sebuah kelompok think tank Eropa.
Baca : Warga Desa Ini Mutilasi Mayat Manusia

Asiri merupakan penasihat di Kementerian Pertahanan Saudi. Namanya tenar setelah dia menjadi juru bicara Koalisi Arab Teluk pimpinan Arab Saudi yang membombardir Yaman untuk memerangi kelompok pemberontak Houthi.

Kementerian Luar Negeri Inggris melalui seorang juru bicaranya, mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Boris Johnson telah berbicara kepada Wakil Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, untuk menyampaikan penyesalan dan permintaan maaf Inggris.

”Mereka membahas hubungan bilateral, isu-isu regional dan situasi kemanusiaan di Yaman,” kata kementerian tersebut.

”Menteri Luar Negeri menyatakan penyesalannya atas gangguan kunjungan Mayor Jenderal Assiri di London pada hari Kamis,” lanjut kementerian itu.

Jenderal top Saudi itu mengatakan bahwa dia merasa jadi korban “agresi” oleh para demonstran di London terkait operasi militer Riyadh di Yaman.

Dalam sebuah rekaman yang diunggah di Twitter, aktivis anti-perang Sam Walton terlihat mendekati Asiri dan meletakkan tangannya di bahu sang jenderal. Aktivis itu mengatakan bahwa Asiri ditangkap atas tuduhan sebagai penjahat perang di Yaman. Namun, aksi aktivis itu digagalkan para petugas keamanan dan para bodyguard.

Perang Yaman sudah berlangsung dua tahun. Sekitar 10 ribu jiwa meninggal. Negara itu juga hancur. PBB memperingatkan Yaman sedang dalam bencana, di mana 18 juta orang butuh bantuan makanan.
Baca Juga : Di Negara Ini, Cinta Lebih Banyak Membunuh di Banding Terorisme

Sumber : Sindonews.com

Wanita Ini Ucapkan Syahadat, Setelah Tanya Jawab Dengan Zikir Naik


YOGYAKARTA - Seorang peserta public lecture Zakir Naik di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bernama Cyntia mengucapkan dua kalimat syahadat. Peserta yang mengaku berasal dari keluarga multiagama tersebut mengucapkannya dengan tuntunan langsung dari Zakir Naik.

Wanita Ini Ucapkan Syahadat, Setelah Tanya Jawab Dengan Zikir Naik

Awalnya, terjadi tanya jawab antara Cyntia dengan Zakir Naik. Akhirnya Cyntia muncul keyakinan dari Cyntia untuk menganut agama Islam. Zakir Naik pun lantas mengajak Cyntia untuk yakin mengucapkan kalimat syahadat.
Baca : Tiga Kali Gagal Bunuh Diri, Nenek Ini Akhirnya Tewas

Cyntia sempat ragu karena ia berniat jika mengucapkan kalimat syahadat harus di depan kedua orang tuanya. Namun, sekali lagi Zakir meyakinkan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat saat itu juga.

Pada akhirnya, Cyntia mengucapkan syahadat sekaligus artinya dalam bahasa Indonesia dengan bimbingan Zakit Naik. Cyntia tampak berlinang air mata. Dia mengucapkan kalimat syahadat secara terbata-bata.

"Saat Anda setuju menerima Islam menjadi agama Anda, semua kesalahan Anda sudah terhapuskan. Dan, Anda sekarang harus segera mengubah status agama Anda di kartu identitas Anda (KTP)," tutur Zakir Naik menutup tanya jawab dengan Cyntia.
Baca Juga : Film Mistik Danur Dan Petualangan Gaib Prilly Latuconsina

Sumber : Sindonews.com

Friday, March 31, 2017

Negara Ini Melarang Jenggot dan Jilbab di Wilayah Muslim


CHINA - Pihak berwenang China memberlakukan larangan memelihara jenggot yang dianggap “abnormal” dan jilbab di tempat umum di Provinsi Xinjiang. Provinsi itu merupakan wilayah yang dihuni mayoritas Muslim.

Negara Ini Melarang Jenggot dan Jilbab di Wilayah Muslim

Larangan dari otoritas China ini sebagai upaya untuk mengekang ekstremisme dan radikalisasi di wilayah yang berbatasan Kyrgyzstan, Tajikistan dan Afghanistan. Xinjiang dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi medan bentrok antara milisi Uighur dengan polisi China. Para milisi dianggap mengobarkan sentimen separatis di Xinjiang.
BacaIndustri Sawit Harusnya Didukung Pemerintah Bukan Dimusuhi

Aturan baru soal larangan itu akan diberlakukan mulai Sabtu besok. Hal itu diumumkan di website pemerintah setempat. Dalam pengumumannya, pemerintah China melarang warga Xinjiang menyebarkan ide-ide ekstremis.

”Orang tua harus menggunakan perilaku moral yang baik untuk mempengaruhi anak-anak mereka, mendidik mereka untuk menghormati ilmu, mengejar budaya, menjunjung persatuan etnis dan menolak serta menentang ekstremisme,” bunyi pengumuman tersebut, Jumat (31/3/2017).

Penamaan bayi juga akan diatur, di mana nama-nama bayi untuk membesarkan semangat keagamaan akan dilarang. Orang tua juga akan dilarang menjalankan homeschool bagi anak-anak mereka.

Komunitas Muslim Uighur telah lama menjalankan praktik kehidupan Muslim seperti di Arab Saudi dan Pakistan, seperti kaum perempuan yang mengenakan cadar penuh. Namun, oleh pemerintah China praktik seperti itu dianggap sebagai pembangkangan.

Sebelumnya pada pertengan bulan ini, Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan parlemen mengatakan bahwa Xinjiang membutuhkan ”tembok besar besi” yang akan melindungi wilayah tersebut. Komentar itu mengacu pada upaya China membentengi Xinjiang dari paham radikalisme dan ekstremisme.
Baca JugaSelingkuhan Istri Ini Bajok Abdul Choir Yang Sudah Renta

Sumber : Sindonews.com

Ini lah Kata Sekertaris PWNU: Ahok Sedang Disidang, Apalagi yang Dituntut


JAKARTA - Taufiq Damas Sekertaris PWNU DKI Jakarta, mengimbau agar warga DKI Jakarta tidak ikut aksi unjuk rasa pada Jumat ini, 31 Maret 2017, yang digelar oleh Forum Umat Islam (FUI) untuk mendesak Presiden Joko Widodo memberhentikan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok lantaran sebagai terdakwa dalam kasus dugaan penistaan agama.

Ini lah Kata Sekertaris PWNU: Ahok Sedang Disidang, Apalagi yang Dituntut

"Gak perlu lah (aksi turun ke jalan), untuk apa yang begitu-begitu. Kalau untuk menuntut soal kasus Pak Ahok, kan semua sudah jalan di persidangan. Apalagi yang dituntut?" kata Taufiq dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis, 30 Maret 2017.
Baca : Termasuk Politik, Ajaran Islam Mencakup Banyak Aspek

Ia menyatakan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, salah satunya dengan cara demonstrasi. Namun, aksi turun ke jalan untuk mendesak turunnya Ahok menjelang hari pencoblosan suara, terlebih di saat proses hukum tengah berjalan, adalah sebuah aksi yang tidak perlu.

Jika masih ada juga pihak-pihak yang ngotot tetap melakukan aksi turun ke jalan maka, menurut Taufiq, jangan heran jika masyarakat menduga ada agenda tersembunyi di balik aksi tersebut, termasuk agenda politik.

"Tidak bisa dinafikan ada agenda politisasi. Agenda politisnya untuk mempengaruhi. Mungkin soal-soal bagaimana mengurangi suara untuk pemilih (pasangan calon) nomor dua atau gimana. Itu mungkin saja, karena gak jelas itu maunya gimana itu kegiatan-kegiatan seperti itu," katanya.

Intelektual muda NU ini melihat ada kecenderungan dikembangkannya pola-pola kehidupan agama secara radikal oleh pihak-pihak tertentu belakangan ini, dengan memanfaatkan Pilkada DKI Jakarta.

"Polisi, dalam hal ini, harus pintar-pintar melihat gerakan ini bertujuan untuk apa. Kalau cuma sekadar unjuk rasa, siapapun di negara ini punya hak menyampaikan pendapat. Tapi kalau di balik itu ada motif-motif lain yang meresahkan, yang mengganggu stabilitas keamanan, saya pikir polisi lebih bisa melihat hal itu," ujar Taufiq.
Baca Juga : Ketua MUI Ma'ruf Amin Temui Jokowi di Istana

Sumber : Tempo.co

Termasuk Politik, Ajaran Islam Mencakup Banyak Aspek


JAKARTA - Indonesia dengan mayoritas penduduknya adalah muslim. Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN), Prayitno mengatakan, ajaran Islam mencakup semua aspek. Dia menyebutkan, mulai dari aspek politik, ekonomi maupun budaya.

Termasuk Politik, Ajaran Islam Mencakup Banyak Aspek

"Di negara mayoritas Islam seperti Indonesia, memisahkan agama dan politik memang bukan perkara mudah," ujar Prayitno, Jumat (31/3/2017).
Baca : Ketua MUI Ma'ruf Amin Temui Jokowi di Istana

Maka itu dia menuturkan, perlu adanya formulasi yang jitu untuk menegosiasikan hubungan antara agama dan politik. Menurutnya, jika harus ada nilai-nilai agama yang diadaptasikan dengan politik, maka seyogyanya mengedepankan subtansi agama seperti toleransi dan pluralisme.

"Karena menjauhkan sama sekali agama dari urusan politik bukan perkara mudah karena masyarakat kita cukup kuat sentimen keagamaannya," ucapnya.

Pendapat ini disampaikan terkait pernyataan Joko Widodo (Jokowi) agar semua pihak memisahkan politik dengan agama untuk memghindari gesekan antarumat.
Baca Juga : Ikut Tes Calon Pegawai, Wanita Ini Masih Pakai Kebaya Pengantin

Sumber : Sindonews.com

Ketua MUI Ma'ruf Amin Temui Jokowi di Istana


JAKARTA - Ma'ruf Amin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/3/2017) pukul 14.30 WIB. Ma'ruf Amin dan sejumlah rombongan yang mendampingi menumpang dua mobil yang langsung masuk sampai gerbang di samping Istana Negara.

Ketua MUI Ma'ruf Amin Temui Jokowi di Istana

Belum diketahui apa yang akan dibahas Ma'ruf dan Presiden Jokowi. Saat tiba, Ma'ruf tidak banyak berkomentar.
Baca : Pria Bejat Ini Tega Nodai Anak Tiri, Ternyata Gara-Gara Ini...

"Nanti saja ya sudah telat," kata dia.

Ma'ruf dan rombongan lalu menaiki mobil golf untuk menuju Istana Merdeka menemui Jokowi. Wartawan diberi kesempatan untuk mengambil gambar pertemuan. Jokowi didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Kedatangan Ma'ruf ini bertepatan dengan aksi 313 yang digelar di sekitar Kompleks Istana. Aksi itu menuntut Presiden Joko Widodo untuk memberhentikan terdakwa penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama dari posisinya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Pada Kamis kemarin, Ma'ruf juga menemui Jokowi di Istana. Namun ia mengaku tidak membahas secara khusus mengenai aksi 313, melainkan mengenai redistribusi lahan. Meski demikian, Ma'ruf menyampaikan himbauan bahwa aksi tidak perlu dilakukan.
Baca Juga : Dosen Bahasa Inggris Jadi Saksi Ahli Penistaan Agama, Hakim Menjadi Heran

Sumber : Tribun Lampung

Thursday, March 30, 2017

Bahan Kosmetik Yang Sebaiknya Dihindari Oleh Wanita Muslimah


JAKARTA - Sebagai seorang wanita muslimah, segala hal yang dikonsumsi termasuk kosmetik wajib diperhatikan kehalalannya. Hal ini cukup mudah untuk dilakukan di Indonesia karena adanya logo halal yang tertera.

Bahan Kosmetik Yang Sebaiknya Dihindari Oleh Wanita Muslimah

“Kalau di Indonesia pastikan ada logo halalnya dan itu beneran logo dari MUI, bukan logo asal. Karena masih ada yang meletakkan logo klaim sendiri,” ujar  Ir Muti Arintawati, MSi, Wakil Direktur LPPOM MUI saat diwawancarai usai acara Halal Beauty Gathering Sariayu Martha Tilaar di Jakarta, Rabu (29/3/2017).
Baca : Aneh, Telur Yang Direbus Pakai Air Kencing Harganya Lebih Mahal

Dia melanjutkan, untuk memastikan halal atau tidaknya sebuah produk, maka Anda bisa mengecek kembali di website LPPOM MUI. Namun, bagaimana bila Anda sedang berada di luar negeri yang mayoritas non-muslim.

Untuk melakukannya, Muti menyarankan Anda untuk membaca dan memahami bahan yang terkandung dalam tersebut.

“Baca bahan bukan hal yang mudah, tetapi yang paling harus dihindari adalah produk yang berasal dari hewan juga manusia,” tambahnya.

Menurut Muti, ada beberapa bahan yang sebaiknya dihindari oleh muslimah. Pertama adalah plasenta yang biasanya berasal dari hewan. Kemudian, kolagen juga sebaiknya dihindari karena bisa jadi berasal dari hewan babi.

Lalu, turunan asam lemak juga sebaiknya menjadi perhatian muslimah. Sebab, walaupun bahan ini tidak selalu berasal dari hewani dan bisa berasal dari nabati, tetapi penelusurannya cukup panjang.

“Keturunan dari manusia juga harus kita hindari karena haram menggunakan bahan yang berasal dari manusia,” ucapnya.

Salah satu contoh bahan keturunan dari manusia adalah keratin yang bisa saja berasal dari rambut manusia. Jadi, Anda pun harus jeli membaca kandungan bahan dari produk yang dipilih, terutama jika produk tersebut tidak memiliki label halal.
Baca Juga : Petani Sawit Ditemukan di Perut Ular Piton Saat Hilang Beberapa Hari

Sumber : Tribun Lampung

Wednesday, March 29, 2017

Potret Remaja Baca Al-Quran di Angkot Bikin Penumpang Adem


JAKARTA - Apa yang biasa kamu lakukan ketika berada di kendaraan umum seperti angkutan kota (angkot). Pasti banyak dari kamu sibuk memainkan gadget kamu sambil mendengarkan musik favorit. Namun hal tersebut tampaknya tak berlaku untuk remaja yang sosoknya baru-baru ini menjadi perbincangan publik, khususnya para pengguna jejaring sosial.

Potret Remaja Baca Al-Quran di Angkot Bikin Penumpang Adem

Sosok remaja pria yang tak diketahui namanya ini mendadak populer di media sosial setelah foto diriya ketika berada di sebuah angkot diunggah seorang pengguna Facebook bernama Oboz Bady. Memang tak ada yang istimewa dengan foto tersebut, tapi coba kamu perhatikan apa sedang ia lakukan selama di dalam angkot tersebut.
Baca : Menteri Susi Berjalan Tergesa-Gesa ke Istana Saat Turun Dari Motor Polisi

Sementara banyak orang sibuk dengan gadget canggih yang dimilikinya ketika berada di tempat umum, remaja yang mengenakan peci dan seragam lengkap Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu memilih untuk membaca Al-Quran hingga ia sampai tujuan.

"Maaf ya dek mohon izin ambil gambar. Ketika anak zaman sekarang sibuk dengan gagdet terbaru dan hanyut dalam dunia sosmed, tak lepas tangan kita dari sebuah smartphone, ada pemandangan yang jarang kita temui di angkutan ibu kota. Sebagai hamba Allah kita malu akan sebuah contoh dari seorang bocah tersebut. Luangkan waktu kita buat membaca Alquran. Kelak kita wafat, Alquran lah jadi pedoman kita bukan smartphone kesayangan kita. #sampaikanwalausatuayat," tulis Oboz dalam grup Facebook Karawang Info.

Potret remaja ini tentunya menjadi sorotan banyak orang hingga viral di internet. Para netizen mengklaim jika aktivitas yang dilakukan remaja ini sangat menginspirasi. Andai saja remaja-remaja kekinian saat ini bisa mencontoh aktivitas remaja pria tersebut dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Baca Juga : Tragis!!! Remaja Ini Dibegal Temannya, Tubuhnya Dibuang ke Sungai

Sumber : Liputan6

Sunday, March 26, 2017

Di Jakarta Mengadakan Gerakan Mengaji Umat Muslim Untuk Tidak Saling Mengkafirkan


JAKARTA - Dengan menghafal dan mengkaji ayat suci Alquran, umat muslim tidak akan dengan mudah mengkhafir-kafirkan umat muslim lainnya. Demikian ditegaskan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DKI 'Jakarta, Hasbiyallah Ilyas saat menggelar kegiatan 'Jakarta Mengaji' di Lapangan Pejaten, Sabtu (25/3/2017).

Di Jakarta Mengadakan Gerakan Mengaji Umat Muslim Untuk Tidak Saling Mengkafirkan

Hasbi berharap dengan membudayakan kembali gerakan mengaji, tidak ada lagi umat muslim di 'Jakarta dengan mudah mengkhafir-kafirkan umat muslim lainnya.
Baca : Tubuh Penuh Luka Tusuk, Buruh di Pringsewu ini Tewas Mengenaskan

"Jakarta patut berbangga karena setiap pekannya telah mengkhatamkan Alquran sebanyak 100 ribu kali. Ini tradisi Nahdlatul Ulama yang harus terus dilakukan," katanya.

'Gerakan Jakarta Mengaji’ yang merupakan turunan dari 'Gerakan Nusantara Mengaji harus terus disiarkan ke seluruh antero pelosok Jakarta.

"Jakarta Mengaji sebagai sarana bermunajat kepada Allah SWT. Selain itu, untuk menghidupkan tradisi kultur ahlus sunnah wal jamaah," tuturnya.

“Kegiatan DKI mengaji untuk menghidupkan kultur ahlus sunnah wal jamaah,” jelas Hasbi dalam sambutan ‘Jakarta Mengaji’ di Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu 25 Maret 2017.

Hasbi berkata, akhir-akhir ini Jakarta telah banyak dimasuki aliran-aliran yang menggerus pemikiran ahlus sunnah waljamaah. Bahkan, dengan mudahnya masyarakat mengkafirkan sesama muslim.

“Dengan Jakarta mengaji, Jakarta akan semakin sejuk, tenteram dan damai,” ucapnya.

Sementara, tokoh PKB sekaligus kiai NU, KH Rosyadi menegaskan, Jakarta Mengaji merupakan rangkaian kegiatan DPW PKB DKI Jakarta dalam rangka melanjutkan tradisi Nusantara Mengaji.
Baca Juga : Wow, Ada Bendera Indonesia di Motor Valentino Rossi

"Para jamaah sangat antusias mengikuti acara 'Jakarta Mengaji' meski diguyur hujan. Ini bukti warga NU dan PKB tetap antusias mengikuti kegiatan pengajian," ucapnya.

Sedikitnya terdapat 3.000 warga NU yang mengikuti acara Jakarta mengaji yang dipimpin langsung KH Ahmad Rosidi dan Ahmad Wahid.

Sumber : Tribun Lampung

Inilah Kisah Pria Saudi Ampuni TKW Indonesia Pembunuh Bayinya


ARAB SAUDI - Masamah binti Raswa Sanusi tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia, bebas dari hukuman pancung di Arab Saudi atas tuduhan membunuh bayi perempuan majikannya. Bebasnya Masamah berkat pengampunan dari orangtua korban yakni mantan majikannya.

Inilah Kisah Pria Saudi Ampuni TKW Indonesia Pembunuh Bayinya

Korban yang dibunuh tujuh tahun silam itu adalah bayi 11 bulan. Kini, mantan majikan Masamah, Ghaleb Nasir al-Hamri al-Balawi angkat bicara soal pengampunan yang dia berikan kepada TKW Indonesia tersebut.
Baca : Buruh Ini Ditangkap Polisi Gara-Gara Cabuli Pacarnya Sendiri

Ghaleb saat itu mendadak membatalkan tuntutan di pengadilan. ”Saya memaafkan pembantu itu karena beberapa alasan. Yang paling penting adalah bahwa Tuhan memerintahkan kita untuk mengampuni, dan saya mencari berkat dan kasih-Nya,” katanya.

“Kemudian, orang tua saya mengajarkan saya untuk mengampuni orang lain dan mereka meminta saya membebaskan pembantu tersebut,” lanjut dia kepada Al Arabiya, yang dilansir semalam (25/3/2017).

“Ketiga, melihat dia dihukum tidak akan membuat putri saya kembali, selain saya hanya akan menghancurkan seluruh hidupnya terutama bahwa dia masih muda. Untungnya, setelah kematian bayi perempuan saya, Tuhan yang baik memberikan saya tiga anak, dua anak laki-laki dan satu perempuan,” imbuh Ghaleb.

Dia mengaku tidak mencari kesenangan dan kesombongan dalam hidup ini. Menurutnya, dia ingin mendapat tempat di surga, dan satu-satunya cara adalah melakukan perbuatan baik. Sebelum mengampuni Masamah, Ghaleb telah berkonsultasi dengan istrinya tentang masalah ini. Sang istri setuju dengan prinsipnya.
Baca Juga : Tragis!!! Mayat Pria Tanpa Identitas Ini Ditemukan Mengambang di Sungai

Ghaleb merasa muak untuk mengingat masa lalunya yang kehilangan seorang bayi perempuan, sehingga dia memutuskan untuk mengampuni Masamah. Ghaleb menikah dengan tiga wanita dan memiliki 17 anak, termasuk tujuh anak perempuan dan 10 anak laki-laki.

Ibu dari bayi yang dibunuh Masamah adalah istri keduanya, yang kini memberinya dua anak lelaki dan seorang anak perempuan. Kejahatan itu terjadi tujuh tahun yang lalu. Ghaleb mengatakan bahwa dia saat itu kaget melihat prosesi pemakaman di rumahnya ketika dia sedang berada di Qurayyat sementara istrinya di Tabuk.

Pasangan itu dikejutkan oleh kematian bayi mereka yang diasuh Masamah. Setelah autopsi, mereka menemukan luka memar di punggung dan tanda merah di wajah korban.

”Kami tidak menunjuk jari kepada siapa pun, tapi setelah beberapa saat, polisi datang dan meminta untuk menyelidiki pembantu yang kami bawa tujuh bulan sebelum serangan,” katanya.

Dia mengakui bahwa dia membekap anak (kami) dengan selimut dan menekannya sampai meninggal. Pembantu itu kemudian diselidiki. Sejak kejadian itu, Ghaleb tidak lagi mempekerjakan pembantu. Dia dan para istrinya memilih membesarkan anak-anak mereka bersama-sama.
Baca Juga : Masa Bocah SD Pacaran dan Manggil Mama Papa

Sumber : Sindonews.com

Friday, March 24, 2017

Mahasiswa Ini Kampar Nistakan Agama via Instagram


Pekanbaru - Sempat berkelit dan menyatakan akun Instagramnya diretas orang lain, pria berinisial S akhirnya mengaku membuat serta menyebarkan perkataan yang mengandung unsur penistaan agama. Dia pun meminta maaf atas perbuatannya itu kepada umat Islam.

Mahasiswa Ini Kampar Nistakan Agama via Instagram

"Tadi sudah mengaku dia, dia yang membuat. Saya temui tadi," kata Kapolda Riau Irjen Zulkarnain Adinegara di Kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kamis siang, 23 Maret 2017.
Baca : Makam Mbah Priok Akan Jadi Lokasi Wisata Religi

Meskipun sudah meminta maaf, mantan Kapolda Maluku Utara menyatakan proses hukum terhadap S tetap dilanjutkan. Dia menyebut alat bukti dan pemeriksaan intensif tetap dilakukan untuk menemukan unsur terjadinya tindak pidana.

"Kalau ditetapkan tersangka belum, kemungkinan tunggu hasilnya besok. Namun unsur terjadinya penistaan agama sudah mengarah ke sana, kemungkinan besok (ditetapkan tersangka)," kata Zulkarnain.

Didampingi Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Johny Edizzon Isir, Zulkarnain menyebut apa yang dilakukan mahasiwa 24 tahun itu merupakan aksi balas dendam.

"Jadi, sebelumnya dia menyebut ada orang yang menghina agamanya. Kemudian membuat hal serupa melalui media sosial," kata Zulkarnain.

Kapolda berharap umat Islam di Riau tidak terpancing dengan kasus ini. Ia berharap masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta tidak melakukan tindakan provokasi.
Baca Juga :

Sementara itu, Ketua DPW Front Pembela Islam (FPI) Kota Pekanbaru Husni Thamrin mengaku secara pribadi sudah memaafkan S atas tindakannya itu. Namun secara institusi dan umat Islam di Riau, dia meminta S tetap diproses.

"Secara pribadi saya memaafkan, tapi secara umum ini menyangkut persoalan umat. Harapan diproses sesuai aturan berlaku," kata Husni yang mengaku sudah berbicara dengan S bersama Kapolda Riau.

Senada dengan Kapolda Riau, Husni juga meminta masyarakat tetap tenang, tidak bertindak provokatif dan tetap menjaga sistuasi keamanan serta ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Sebelumnya, Husni bersama Laskar Pembela Islam mendatangi Mapolda Riau dan Yayasan Madani Kota Pekanbaru membuat laporan secara resmi ke SPKT Polda Riau. "Hari ini kami laporkan secara resmi," kata Ketua Pembina Yayasan Mentari Abdul Khair.

Dia meminta Polda Riau tidak separuh hati menangani kasus ini. Dia takut kalau kasus ini dibiarkan dan tak ditangani tuntas, akan muncul penista-penista agama lainnya.

"Jika dibiarkan akan muncul penistaan agama lainnya," kata Abdul.

Menurut Abdul, apa yang dilakukan S sangat keterlaluan karena sudah menyinggung cara umat Islam beribadah dan mengolok-olok Nabi Muhammad.
Baca Juga : Keren!!! Instagram Bakal Sensor Konten Sensitif

"Ini sudah menjadi viral di media sosial. Sangat keterlaluan, harus diusut tuntas," kata Abdul.

Sebelumnya dalam akun @Sonnydriveking, S menyindir cara beribadah umat Islam, menghina Nabi Muhammad dan menghina umat Islam ketika mengucapkan takbir.? Dia kemudian diamankan di rumahnya di kawasan Siakhulu, Kampar, dan dibawa ke Mapolda Riau.

Sumber : Liputan6

Thursday, March 23, 2017

Turis non-Muslim Yang Kunjungi Istiqlal Naik Menjadi 100%


Jakarta - Turis asing non-Muslim yang berkunjung ke Masjid Istiqlal Jakarta Pusat sejak awal tahun ini jumlahnya naik 100% .

Turis non-Muslim Yang Kunjungi Istiqlal Naik Menjadi 100%

"Untuk kunjungan wisatawan asing kategori non-Muslim, sebelumnya jumlah kunjungan rata-rata per hari antara 100-150 pengunjung. Namun dari bulan Januari s/d Maret 2017 kunjungan meningkat menjadi 200-300 pengunjung per harinya." ujar Kepala Bagian Protokoler dan Pelayanan Istiqlal Jakarta Abu Hurairah Abdul Salam.
Baca : TV Spanyol Siarkan Livesex Pasangan di Balkon

Abu menjelaskan, kunjungan wisatawan asing didominasi dari Tiongkok, dan jumlah mereka menggeser jumlah wisatawan Jepang yang sebelumnya berada di posisi terbanyak mengunjungi Masjid Istiqlal.

Kunjungan yang meningkat dua kali lipat itu menimbulkan tantangan tersendiri bagi pihak Istiqlal.

"Kami hanya memiliki pemandu yang bisa berbahasa Inggris dan Arab saja. Untuk yang paham bahasa Jepang, Korea maupun Cina sama sekali belum ada," kata Abu.

Pada Senin siang (20/3) terlihat para wisatawan asing berkunjung ke Masjid Istiqlal. Mereka mencermati arsitektur bangunan maupun mendengarkan penjelasan mengenai Masjid Istiqlal. Dua di antaranya adalah turis asal Italia, Ariana Papini dan Luiqi Sargentoni yang mendapat penjelasan dari staf protokoler Mesjid Istiqlal, Putri.

Selama 20 menit, Putri menjelaskan kepada Ariana dan Luiqi tentang sejarah dan fungsi dari Mesjid Istiqlal bagi umat muslim. Beberapa kali ia menjelaskan arti dari tulisan Arab yang menghiasi interior dari Mesjid Istiqlal.

"Bila Mr. Luiqi dan Mrs. Ariani melihat ke atas, Maka akan terlihat kubah Mesjid Istiqlal dan Menara Gereja Kathedral. Ini menunjukkan hubungan keharmonisan umat beragama di Negara Republik Indonesia." ujar Putri kepada Luiqi dan Ariani.
Baca Juga : Wow, Peluang dan Tantangan Industri Farmasi di Indonesia 2017

Diskusi berlanjut dan satu diantaranya berkomentar, "saya sangat menghargai umat muslim, namun saya tidak sanggup jika harus berpuasa hampir 12 jam. Saya bisa untuk menahan lapar, tapi sangat tak sanggup jika harus menahan haus." kata Luiqi kepada Putri saat menjelaskan tentang berpuasa.

Sumber : Antaranews.com