Showing posts with label teknologi. Show all posts
Showing posts with label teknologi. Show all posts

Monday, April 10, 2017

Wow!!! Facebook Kini Bisa Lihat Siapa Yang Suka Ngintip Profil


Breakandnews.com - Ingin tahu siapa yang telah melihat profil Facebook Anda? Tentu saja. Nah, sekarang ada cara untuk melakukan hal itu. Fitur ini telah ditambahkan sebagai bagian dari pembaruan, yakni Facebook Stories.

Wow!!! Facebook Kini Bisa Lihat Siapa Yang Suka Ngintip Profil

Facebook Stories serupa fitur yang sudah tersedia pada layanan saingan, yakni Snapchat, WhatsApp dan Instagram. Fitur tersebut memungkinkan pengguna menyimpan video dan gambar ke 'cerita' sehari-hari yang kemudian terlihat oleh semua teman-teman online.
Baca : Sekuriti Tikam Tetangga Kos, Gara-Gara Putar Musik Keras

Namun, ada perbedaan utama antara pembaruan kali ini dengan yang sebelumnya. Sebelumnya Facebook selalu mencegah Anda melihat yang teman-teman Anda telah gulirkan, sepeti membaca posting Anda dan umumnya menguntit profil Anda. Tapi kini dengan Facebook Stories, semua itu bisa dilakukan.

Facebook Stories dapat membuat Anda melihat berbagai aktivitas yang dilakukan teman-teman Anda melalui Viewed Reviews. Alat baru ini akan menunjukkan dengan tepat gambar dan video mana yang telah dilihat teman-teman Anda.

Meskipun Facebook akan membiarkan Anda melihat siapa yang melihat profil dengan panduan Facebook Stories, perusahaan mengatakan ini adalah di mana ia akan menarik garis. Mereka mengintip profil permainan Anda akan tampil tanpa nama.

"Facebook tidak membiarkan orang melacak Ulasan yang melihat profil mereka. Aplikasi pihak ketiga juga tidak dapat memberikan fungsi ini. Jika Anda menemukan sebuah aplikasi yang mengklaim untuk menawarkan kemampuan ini, laporkan aplikasi," kata juru bicara jaringan sosial tersebut di website resminya.
Baca Juga : Dugaan Penganiayaan Bella Luna ke Razman Arif, Polisi Periksa 4 Saksi

Sumber : Suara.com

Friday, March 24, 2017

Keren!!! Instagram Bakal Sensor Konten Sensitif


Jakarta - Instagram bakal menghadirkan kemampuan sensor untuk unggahan yang mengandung konten sensitif. Hal ini diungkapkan oleh pihak Instagram baru-baru ini.

Keren!!! Instagram Bakal Sensor Konten Sensitif

Dikutip dari Mashable, Jumat (24/3/2017), aplikasi milik Facebook ini nanti akan 'memburamkan' foto dan video yang dianggap mengandung konten sensitif. Pengguna masih bisa melihat gambar yang di-blur, hanya saja dibutuhkan beberapa langkah tambahan untuk melihatnya.
Baca : Hati-Hati Bagi Pengguna BBM, Pesan Broadcast Palsu di BBM Dengan Iming-Iming Hadiah

Belum jelas tipe konten sensitif seperti apa yang bakal disensor. Kemungkinan, Instagram akan menyensor unggahan jika beberapa pengguna menganggapnya tak pantas meski tak melanggar pedoman Instagram.

"Walau unggahan tidak melanggar pedoman kami, jika ada pengguna yang telah melaporkan dan tim Instagram telah menkonfirmasi bahwa konten tersebut sensitif akan diberlakukan sensor," kata CEO Instagram Kevin Systrom dalam blog Instagram.

Kevin menyadari, perubahan ini pasti jadi hal yang mengejutkan atau bahkan tak diinginkan dalam aplikasi Instagram.

Sebelumnya, Instagram berjuang keras untuk mengatasi masalah konten sensitif, terutama saat ada unggahan berbau ketelanjangan (nudity). Selama beberapa tahun terakhir, aplikasi berbagi foto dan video singkat ini kerap menghapus foto milik pengguna yang dianggap tidak pantas meski melanggar pedoman.

Baru-baru ini, akun yang menunjukkan puting dan ketelanjangan perempuan juga dihapus dari Instagram. Sayangnya, belum ada keterangan jelas terkait kapan Instagram akan menggulirkan fitur sensor ini ke aplikasinya.
Baca Juga : Mempunyai Nama Mirip Diktator, Pria Ini Malah Susah Cari Kerja

Systrom juga mengungkap, Instagram akhirnya menghadirkan two-factor authentication untuk semua penggunanya. Sebenarnya fitur ini telah diperkenalkan setahun lalu, namun belum dijalankan.

"Untuk keamanan, kamu bisa mengaktifkan two-factor authentication dalam pengaturan Instagram," tutur Systrom.

Sumber : Liputan6

Wednesday, February 22, 2017

Saksi Ahli dari PBNU Sebut Ahok Telah Nistakan Agama

JAKARTA - Saksi Ahli agama Islam dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Miftahul Akhyar menjadi saksi pertama di sidang dugaan kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki T Purnama (Ahok). Dalam sidang, Miftahul menyebutkan kata dibohongi pakai Surat Al-Maidah Ayat 51 merupakan bukti Ahok sudah menistakan agama Islam.

Saksi Ahli dari PBNU Sebut Ahok Telah Nistakan Agama

"Dibagian itu sudah masuk penistaan agama karena menganggap Al Maidah itu seakan-akan membohongi," ujarnya dalam persidangan di Kementan, Selasa (21/2/2017).

Baca : Pemerintah Kurang Maksimal Atasi Berita Hoax Yang Telah Beredar
Menurutnya, kata bohong itu memiliki maksud untuk menistakan. Maka itu, dia menyebut kalau Ahok dalam kata-katanya itu telah melakukan penistaan terhadap agama Islam.

"Ya sama saja, kata bohong itu intinya karena termasuk menistakan. Karena ada kalimat dibohongi pakai Al Quran ini," tuturnya.

Selan itu, dia menerangkan tentang kata Awlia dalam Surat Al-Maidah Ayat 51 yang memiliki makna pemimpin meski dia tidak memungkiri ada pemaknaan lain dalam tafsir di Indonesia.

Baca : Polri Janji Tindak Tegas Penyebar Polri Berita Hoax
Salah seorang Majelis Hakim lantas mencoba memperdalam pengertian pemimpin yang ingin disampaikan Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu. Dia meminta penjelasan, apakah definisi pemimpin bagi saksi ahli agama.

"Pemimpin yang mengurusi semuanya ada di mana semacam umat menyerahkan urusannya," jawab Miftahul.

Majelis Hakim kembali mempertanyakan, apakah Surat Al-Maidah Ayat 51 ini berlaku dalam organisasi, seperti Pramuka atau Palang Merah lantaran dalam struktur organisasi tersebut juga menganut sistem kepemimpinan.

"Jadi tegasnya pemimpin kata Awlia itu yang menguasai seluruh urusan rakyat," terang Miftahul.

Baca : Tersangka Pembunuhan Nekat Tusuk Azizah karena Tidak Mau Diajak Keluar
Mendengar itu, majelis hakim kembali mempertanyakan, apakah pemilihan RT ataupun RW berlaku dengan ketentun Awlia dalam Surat Al-Maidah Ayat 51.

"Jadi yang bisa meng-SK (Surat Keputusan) dan mencabut SK. Jadi membuat kebijakan mencabut kebijakan ini dimaksud Awlia," kata Miftahul.

Sumber : Sindonews.com

Friday, February 17, 2017

Samsung, Berawal dari Sayuran Menjadi Raja Smartphone Dunia

Siapa yang tidak mengenal Samsung? Perusahaan tersebut saat ini merupakan produsen smartphone terbesar di dunia. Meski demikian, siapa yang menyangka jika semuanya berawal dari usaha berjualan buah, sayur dan ikan kering yang dirintis oleh pendirinya, Lee Byung-Chul di Taegu, timur laut Korea.


Pada tahun 1937, akibat pecahnya perang antara Cina dengan Jepang, Byung-chul, yang saat itu sesungguhnya telah memiliki bisnis kecil penggilingan padi dan transportasi di Masan, pantai tenggara semenanjung Korea, terpaksa memindahkan bisnisnya ke Taegu, sebuah daerah di timur laut. Dari sanalah legenda Samsung dimulai.
Baca : Teknolosi Canggih Yang di Pakai pada Film Fast And Furious 7

Di kota yang merupakan pusat pemimpin politik dan rezim militer tinggal tersebut, Byung-chul mendirikan toko perdagangan serba ada (general store) dengan modal awal 30.000 won. Mengambil nama Samsung, yang berarti bintang tiga, ia menginginkan agar toko ini menjadi perusahaan besar, kuat dan bertahan lama seperti bintang di angkasa.

Memanfaatkan situasi perang, Samsung mengekspor buah dan makanan laut yang dikeringkan, sayuran, dan barang dagangan lainnya ke Mancuria di timur laut Cina daratan, yang pada saat itu juga merupakan koloni Jepang, serta Beijing.

Dalam buku berjudul "Samsung, Media Empire and Family: A Power Web" yang ditulis oleh Chunhyo Kim,  Byung-chul memperoleh modal awal untuk mendirikan Samsung selain dari keluarganya, juga dari sebuah bank Jepang. Hal itu menunjukkan kepiawaian berbisnis Byung-chul, sebab saat itu toko perdagangan tidak mempunyai akses terhadap dana serupa.
Baca : IPhone Akan Luncurkan Gadget dengan Layar OLED

Pada masa Perang Dunia II, Byung-chul belajar banyak mengenai pasar dan memanfaatkan peluang bisnis. Ia memperhatikan dengan cermat bagaimana konglomerat Jepang, yang sering disebut sebagai zaibatsu, menjalankan dan mengorganisasi perusahaan-perusahaan mereka di Korea.

Tidak butuh waktu lama bagi Samsung untuk berkembang. Dalam kurun waktu satu dekade lebih sedikit, Samsung memiliki pabrik tepung, mesin manisan sendiri, kegiatan operasi manufaktur dan penjualannya sendiri.

Pada masa administrasi militer Amerika Serikat di Negara Ginseng itu antara tahun 1945 hingga 1948, Byung-chul memindahkan kantor pusat bisnisnya ke Seoul. Ia kemudian membuka Samsung Trading Corporation pada tahun 1948. Selang dua tahun kemudian, Samsung telah mendirikan perusahaan dagang di Masan, Taegu dan Seoul.
Baca : Studi: Pemberian Obat Antidepresan Pengaruhi Respon Saat Syok

Meski sempat bangkrut, karena mendapat dukungan politik dari rezim Presiden Syngman Rhee pada tahun 1946 hingga 1960, perusahaan itu mengalami pertumbuhan yang cukup pesat.

Perusahaan itu, misalnya, berhasil mengembangkan bisnisnya ke sektor perbankan, sekuritas, asuransi, pupuk dan semen pada akhir tahun 1950. Pada tahun 1951, Samsung Moolsan (cikal bakal Samsung Corporation) berdiri. Perusahaan itu melakukan ekspor impor barang-barang militer, gula dan pupuk semasa Perang Korea.

Sempat tersandung kasus bahan baku ilegal yang menjerat Hankuk Fertilizer yang didirikan Samsung tahun 1963, Byung-chul kemudian mengundurkan diri sebagai Chairman Samsung pada tahun 1967.

Dua tahun berselang ia kembali menjadi Chairman Samsung dan mendirikan Samsung Electronics, yang kemudian menjelma menjadi pemain global yang sangat diperhitungkan saat ini.

Pada periode 1970an Samsung memperkuat lini bisnis elektronik dan semikondutornya. Mereka menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan Jepang, salah satunya Sanyo. Kerja sama keduanya menghasilkan produksi televisi pertama Samsung pada tahun 1970.

Pertengahan tahun 1980, Samsung telah berhasil mencakup hampir seluruh sektor ekonomi Korea. Setelah wafatnya Byung-chul pada November 1987, di bawah anak ketiganya, Lee Kun-hee, Samsung memasuki era baru dari sebelumnya hanya menjadi original equipment manufacturer (OEM) menjadi perusahaan transnasional di pasar dunia.

Setahun kemudian, mereka memilih peralatan rumah tangga, telekomunikasi dan semikonduktor sebagai lini bisnis inti. Samsung Electronics kemudian menjadi perusahaan inti yang mengontrol anak perusahaan yang lain.

Pada masa kepemimpinan Kun-hee pulalah, Samsung dipecah menjadi enam perusahaan: Samsung, Hansol, Saehan, Shinsaegae, CJ, dan JoongAng Ilbo. Selebihnya kemudian adalah sejarah. Sejak saat itu, Samsung tidak pernah menghentikan lajunya, bahkan hingga saat ini, setelah menyandang status sebagai produsen smartphone paling laris di dunia.
Mendahului Sony

Laju Samsung ini berbanding terbalik dengan Sony. Pada masa-masa keemasannya sekitar tahun 1995, Sony merupakan panutan bagi perusahaan-perusahaan Korea, termasuk Samsung. Namun, seperti ditulis dalam buku berjudul "Sony vs Samsung: The Inside Story of the Electronics Giant’s Battle for Global Supremacy" yang ditulis oleh Sea-Jin Chang, dalam tempo sepuluh tahun keadaan berubah.

Perusahaan ini mengalami penurunan performa, yang berujung pada mundurnya chairman dan president Sony saat itu, Nobuyuki Idei dan Kunitake Ando, pada tahun 2005. Di sisi lain, Yun Jong-yong, chief executive officer Samsung, pada saat itu dipuji karena berhasil mengubah Samsung Electronics menjadi salah satu perusahaan paling menguntungkan di industri elektronik dunia.

Hal itu terjadi hanya tiga tahun setelah Erick Kim yang ditunjuk menjadi direktur marketing global Samsung Electronics menyatakan bahwa perusahaan itu memiliki ambisi untuk mengangkat tingkat ekuitas merek ke tingkat yang sama dengan Sony. Sebuah hal yang juga telah menjadi ambisi Jong-yong sejak ia mengambil alih perusahaan Korea Selatan itu pada tahun 1996.

Pada tahun 2005, Samsung berhasil meraih ambisi untuk memiliki nilai merek yang lebih tinggi dari Sony dengan berada pada peringkat 20 dari daftar 100 Perusahaan Top yang dibuat Interbrand dengan nilai $14,9 miliar. Sony, di sisi lain, hanya menduduki peringkat 28 dengan nilai $10,7 miliar, seperti yang tertulis pada buku berjudul "Samsung Electronics and the Struggle for Leadership of the Electronics Industry" oleh Anthony Michell.

Kini Sony sudah tertinggal jauh dari Samsung. Pada tahun 2015 lalu, Interbrand menempatkan Sony pada peringkat 58 dengan nilai $7,7 miliar. Samsung? Perusahaan itu berada di peringkat ke-7, dengan nilai $45,3 miliar.

Samsung adalah representasi nyata bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini.

Sumber : Tirto.id

Thursday, February 16, 2017

Anggota DPR Meminta Polri Waspadai Kerawanan Usai Hitung Suara

Jakarta - Bambang Soesatyo, Anggota Komisi III DPR  memastikan situasi Jakarta dan kota-kota lainnya aman saat pelaksanaan pemungutan suara. Namun aparat keamanan harus mewaspadai kerawanan yang justru baru muncul pasca-penghitungan suara.

 Anggota DPR Meminta Polri Waspadai Kerawanan Usai Hitung Suara

"Perkiraan kita sih pencoblosan pagi ini akan berlangsung aman. Namun yang rawan adalah pasca-penghitungan suara. Itu yang harus diantisipasi," ujar Bambang di Mapolda Metro Jaya, Rabu (15/2/2017).

Karena itu, Bambang mewakili Komisi III DPR meminta agar polisi lebih fokus melakukan pengamanan pasca-pencoblosan. Beberapa kendaraan taktis diminta diterjunkan di beberapa titik yang dianggap rawan gesekan.
Baca : MA Belum Terima Permintaan Fatwa Soal Ahok dari Kemendagri

"Saya minta kendaraan-kendaraan antidemonstran itu siap diterjunkan di titik rawan, seperti daerah Kota," tutur dia.

Politisi Partai Golkar itu menuturkan, bahwa kondusifitas pagi ini terlihat dari komitmen para pemilih dan tim sukses masing-masing kandidat untuk menjaga keamanan. Sementara gesekan yang terjadi pasca-pencoblosan terlihat dari beberapa indikasi selama ini.

"Ya kan jauh-jauh hari kan sudah ada isu SARA. Itu yang mesti diantisipasi. Mudah-mudahan Polri dibantu TNI bisa mengantisipasi itu," kata Bambang.
Baca : Antasari ke SBY: Siapa yang Mengkriminalisasi Saya?

Bambang meminta agar aparat keamanan bersikap tegas, dan menerapkan zero toleransi untuk ketertiban dan keamanan pilkada.

"Dan kepada pendukung dan pemilih sebaiknya menerima yang menjadi putusan rakyat, siapa yang menang siapa yang kalah harus berbesar hati," dia memungkasi.

Beberapa anggota Komisi II dan Komisi III DPR bersama pimpinan KPU, Bawaslu, dan Polri menggelar rapat tertutup di Mapolda Metro Jaya terkait pelaksanaan pilkada serentak.

Selanjutnya, mereka bersama-sama akan meninjau sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Jakarta. TPS yang didatangi di antaranya adalah tempat Presiden Joko Widodo mencoblos di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, dan tempat Wakil Presiden Jusuf Kalla di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

Sumber : Liputan6

Ibarat Kawin, Salah Milih Pilkada Tanggung Derita Lima Tahun

Jakarta – Aktivis Lintas Generasi menyerukan dan mengingatkan masyarakat yang mempunyai hak pilih dalam Pilkada Serentak 2017 menggunakan hak pilihnya dengan cermat dan teliti. Yakni dengan melihat rekam jejak calon yang akan dipilihnya.

Ibarat Kawin, Salah Milih Pilkada Tanggung Derita Lima Tahun

“Jangan pilih calon gubernur yang mengganggu kebhinekaan dan kerukunan umat beragama. Kami menyerukan agar memilih pemimpin yang memiliki DNA merah putih dan mampu mengelola keberagaman,” terang Aktivis ’98 Jansen Sitindaon dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (14/2).

Disampaikan, DNA Merah Putih dan calon pemimpin yang mampu mengelola keberagaman adalah kata kunci agar negara ini tetap utuh dan lestari ke depan. Termasuk untuk Pilkada di DKI Jakarta.
Baca : Inilah Mitos Pemilu dan Uang Palsu

Calon pemimpin di Ibu Kota, lanjut Jansen, harus mempertimbangkan dengan baik semua calon yang ada dan melihat lebih jauh apakah calon tersebut selama ini mengganggu keberagaman, kebhinekaan dan kerukunan antar umat beragama.

“Kita himbau jangan sampai salah pilih. Yang paling kami takutkan bila masyarakat salah pilih kalau pemerintah lakukan intervensi ada lembaga untuk mengadukannya,” kata dia.

“Tetapi, kalau masyarakat salah pilih sama saja seperti salah memilih jodoh, dan sialnya ini cerainya tidak bisa cepat harus menunggu 5 tahun lagi dan kerusakannya sudah kadung banyak di dalam rumah tangga DKI ini,” sambung Jansen.

Ditambahkan, warga mempunyai hak spesial dalam menentukan siapa calon yang akan dipilih. Beberapa detik dalam bilik suara ini akan turut menentukan nasib Jakarta dalam lima tahun ke depan.
Baca : Teknolosi Canggih Yang di Pakai pada Film Fast And Furious 7


“Karena itu, hak spesial ini ‘besok mau kawin dengan pasangan calon’ gubernur nomor berapa, tentu rakyat yang punya hak, dan jangan sampai salah pilih,” ujarnya.

Aktivis Lintas Generasi Pro Demokrasi yang menggelar konpers sendiri terdiri dari aktivis ’70, aktivis ’80 dan aktivis ’98. Diantaranya Sangap Surbakti, Jemmy Setiawan, Hery Sebayang, Jansen Sitindaon, Setya Dharma, Andrianto, Eki Girsang, Jan Prince Permata, Santoso dan Japrak Haes.

Selain itu Imelda Pandiangan, Mehbob, Hilman Firmansyah, A. Hakim, Renanda Bachtar, Saifuddin Roem, Kamhar Lakumani, Guido Dewa, Aswin Nasution, Bambang Rony, Sismanu Rusmin, Denni, Arya, Irwan RB, Kay Achmad dan Hakim Muzzayian.

Berikutnya Agus Setia B, Maruli Silaban, Dewa Made, Ndokum Surbakti, Roni, Saut Sinaga, Standartkiaa Latief, Eko Dananjaya, Aria Wayan, Hasan Azhari, Akmal B Yulianto, Sabar Hutahaean, Joko, Timbul, Nanang, Jove. M, Hari, Anwar Syadat dan puluhan aktivis lainnya.

Sumber : Aktual.com

Mahasiswa Jakarta Edarkan Tembakau Gorilla di Lampung

BANDAR LAMPUNG - Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Lampung mengungkap peredaran narkotika jenis baru, yaitu tembakau gorilla. Dalam peredarannya, seorang mahasiswa asal Jakarta menjadi bandar narkoba untuk diperjualbelikan di Lampung.

Mahasiswa Jakarta Edarkan Tembakau Gorilla di Lampung

Tersangka adalah M. Wisnu Apriansyah (19) warga Jalan I Barat, Kelurahan Kebun Baru, Tebet, Jakarta Selatan dan Agung Riki Rianto (29) warga Jalan Pulau Bacan, Jagabaya II, Sukabumi, Bandar Lampung. Keduanya ditangkap di kediamannya masing-masing.
Baca :  Penyebaran HIV di Tulang Bawang Memprihatinkan

Dalam penangkapan itu, petugas menyita barang bukti berupa 1 bungkus plastik besar berisi tembakau gorilla seberat 216 gram, 26 bungkus 5 bungkus warna kuning plastik berisi tembakau, 1 unit tembakau, 400 lembar plastik pembungkus tembakau, 2 tabungan BCA, dan 1 unit HP milik Wisnu. Sedangkan dari tangan Agung Riki didapati 17 linting tembakau gorilla.

Direktur Narkoba Polda Lampung, Kombes Abrar Tuntalanai, menjelaskan penangkapan tersebut berdasarkan informasi masyarakat terkait adanya peredaran narkoba golongan 1A jenis baru, yaitu tembakau gorilla. Atas hal itu, pihaknya melakukan penyelidikan sehingga di dapati identitas tersangka Agung Riki.

"Saat penyelidikan kami mendapati Riki di rumahnya. Setelah digeledah ditemukan barang bukti berupa 17 linting tembakau gorilla. Berdasarkan keterangan tersangka, barang itu didapati dari tersangka Wisnu dengan pemesanan melalui media sosial Line dengan jasa pengiriman," kata Abrar di Mapolda Lampung, Senin (13/2/2017).
Baca : Komik-komik berkonten porno merajai pangsa pasar komik

Keterangan itu, kata dia, dilanjutkan dengan pengembangan ke Jakarta dan didapati Wisnu sebagai bandar tembakau gorilla untuk wilayah Lampung. Berdasarkan keterangan tersangka itu, diketahui pula barang haram tersebut didapati dari inisial R (DPO).

"Ini pengungkapan pertama kali di wilayah Polda Lampung untuk jenis ganja gorilla. Untuk itu, kasus ini masih kami kembangkan untuk mengejar bandar besarnya itu. Untuk kedua tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (1) sub Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor.35 tahun 2009 tentang Narkotika," urainya.

Abrar melanjutkan, peredaran narkoba jenis tersebut telah beredar dalam satu tahun terakhir yang diperjual-belikan oleh tersangka Riki. "Untuk bandarnya itu, memang dibuat kemasan khusus yang di cetak dengan gambar kepala kelinci," kata dia.

Kepada polisi, tersangka Wisnu mengatakan mendapatkan untung Rp5 juta dari penjualan tembakau gorilla. Barang haram itu didapatinya melalui rekannya berinisial R seharga Rp20 juta sebanyak 500 gram. Paket besar itu, dipecahnya ke dalam plastik dengan ukuran 5 gram dengan harga Rp250 ribu tiap paketnya.

Sumber : Lampung Post

Teknolosi Canggih Yang di Pakai pada Film Fast And Furious 7

Salah satu adegan Fast and Furious 7 yang dirilis 2015 lalu menyuguhkan ketegangan saat beberapa mobil keluar dari lambung sebuah pesawat Hercules C-130 yang sedang mengangkasa. Mobil-mobil eksentrik itu kemudian terjun bebas hingga mendarat mulus lalu melesat di jalan raya bersama pengemudinya. Pihak pembuat film mengklaim adegan mobil terjun bebas dengan parasut benar adanya meski minus penumpang betulan.

Teknolosi Canggih Yang di Pakai pada Film Fast And Furious 7

Dalam dunia nyata, mobil yang terjun bebas dari ketinggian pastinya mimpi buruk dan kiamat bagi pengendaranya. Seperti yang terjadi di Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (10/2/2017), ketika sebuah Honda Jazz bernomor polisi Z1423 KI terjun bebas dari lantai dua halaman parkir Matahari Mall, dan menimpa sebuah MPV Z 10 T berplat merah. Bagian depan Honda Jazz menghujam atap Innova. Untungnya seorang penumpang dan pengemudi yang mengaku baru menguasai menyetir itu dalam kondisi selamat.
Baca : Komik-komik berkonten porno merajai pangsa pasar komik

Selama satu dekade terakhir, kejadian serupa terjadi di Indonesia, tercatat ada 10 kasus, umumnya menyebabkan kematian. Masih ingat dengan tragedi ITC Permata Hijau pada Mei 2007 lalu? Satu keluarga tewas, saat mobil Honda Jazz yang mereka tumpangi terjatuh dari area parkir di lantai 6.

Insiden mobil terjun bebas dan merenggut nyawa juga terjadi di banyak negara, persis di penghujung tahun lalu, tiga orang tewas seketika saat mobil mereka remuk setelah jatuh dari parkiran lantai lima di sebuah gedung tinggi di selatan Tokyo. Peristiwa ini hanya berselang dua hari sesudah kejadian serupa terjadi yang merenggut satu nyawa di wilayah Ajman, Uni Emirat Arab.

Kecelakaan yang melibatkan mobil terjun dari gedung berakhir dengan korban luka hingga hilangnya nyawa. Faktor titik ketinggian, fitur keselamatan kendaraan, hingga posisi jatuh mobil-mobil bisa menentukan fatal atau tidaknya terhadap pengendara.
Baca : IPhone Akan Luncurkan Gadget dengan Layar OLED


Kecelakaan mobil terjun bebas dari gedung bertingkat memang jumlahnya tak sebanyak dari total kecelakaan yang melibatkan mobil penumpang. Menurut data kementerian Perhubungan (Kemenhub), rata-rata kecelakaan mobil berpenumpang mencapai 18.700 kasus dalam kurun waktu 2010-2014.

Pegiat keselamatan bekendara Edo Rusyanto yang juga mantan Ketua Umum Road Safety Association Indonesia 2012-2014 mengatakan kejadian-kejadian mobil terjun bebas dari gedung selama ini melibatkan mobil yang beragam dari mobil jenis manual maupun matik. Selain mobil angkutan barang, jenis terbanyak yang mengalami kejadian nahas adalah mobil angkutan orang. Dalam beberapa kasus, tipe kendaraan transmisi otomatis atau matik sering dianggap jadi biang keladi beberapa insiden nahas ini. Namun, bila merunut akar masalahnya justru peran dari pengendara sangat menentukan.

“Kasus itu mayoritas persoalan bertumpu pada manusia atau pengendaranya, khususnya terkait keterampilan mengemudi,” kata Edo kepada Tirto.

Dipacak dari Road Safety Association, Korlantas Polri mencatat sekitar 50 persen kecelakaan lalu lintas dipicu oleh unsur lengah saat berkendara dari total 50 persen kecelakaan yang diakibatkan oleh faktor manusia.

“Distracted driving terjadi karena konsentrasi pengendara terpecah akibat melakukan aktivitas lain selain berkendara,” ujar Ketua Umum RSA Indonesia Ivan Virnanda.

Edo Rusyanto yang kini menjadi koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) menggarisbawahi persoalan pengendara hanya satu sisi saja. Selebihnya ada kontribusi kondisi gedung atau pagar pembatas lahan parkir. Dalam beberapa kasus, pagar pembatas parkir tak kuat menahan benturan dari pengemudi yang kehilangan kontrol terhadap kendaraannya.

“Pengelola gedung tampaknya perlu perhatian tersendiri, khususnya terkait kekuatan beton atau pembatas area parkir. Kualitasnya mesti ditingkatkan agar tidak terulang,” katanya.

Banyak pembelajaran yang semestinya dipetik dari pelbagai peristiwa insiden mobil nahas yang terjun dari ketinggian. Insiden-insiden mobil yang terjun bebas dari lahan parkir di gedung bertingkat menunjukkan kecelakaan bisa mengintai di mana saja, kapan saja, dan siapa saja.

Keselamatan berkendara tak hanya di jalan tapi juga di gedung!

Sumber : Tirto.id

Kasus Mobil Terjun yang Terus Berulang

Inilah Mitos Pemilu dan Uang Palsu

Pada 26 November 1973, Presiden Soeharto memimpin sidang paripurna kabinet di Bina Graha. Laporan Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) atau yang kini bernama Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai agenda utama sidang kabinet pagi itu. Laporan-laporan soal penanganan sisa-sisa G-30-S/PKI, subversi, penyelundupan, narkotika, kenakalan remaja, pengawasan orang asing, hingga peredaran uang palsu tak luput dari pembahasan.

Inilah Mitos Pemilu dan Uang Palsu

Persoalan uang palsu telah menjadi perhatian Soeharto sejak awal berkuasa. Pemerintah Soeharto yang mengedepankan kestabilan, menganggap uang rupiah palsu mengancam kestabilan ekonomi di awal-awal Orde Baru. Pada 22 Maret 1971, Soeharto mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) nomor 1 tahun 1971 memerintahkan Bakin memberantas uang palsu. Inspres itu hanya berjeda tiga bulan sebelum kegiatan Pemilu yang pertama kalinya digelar di era Orde Baru yaitu 5 Juli 1971.

"Kepala Bakin menyelenggarakan kegiatan-kegiatan atau operasi-operasi intelijen untuk menemukan sumber-sumber atau pembuat peredaran uang palsu," kata Soeharto dalam salinan Inpres yang dipacak di laman pukat.hukum.ugm.ac.id.
Baca : Papua Akan Bangun Klinik Sakit Jiwa dan Kusta pada 2017


Berbagai pemerintahan telah berganti, persoalan uang palsu menjadi isu yang terus menggelinding. Dalam UU Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang, secara tegas kegiatan pemalsuan uang adalah kejahatan—dengan hukuman penjara paling lama 10 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar. Peredaran uang palsu dekade ini sering dikaitkan dengan hari-hari besar keagamaan hingga pesta demokrasi Pemilu nasional atau juga Pemilu kepala daerah (Pilkada).

Jelang Pilkada serempak 15 Februari 2017, laporan penangkapan pengedar uang palsu memang sempat mewarnai pemberitaan. Dalam laporan Antara misalnya, pada Minggu 12 Februari Polres Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat berhasil menangkap pasangan suami istri yang berprofesi sebagai pegawai negeri sipil (PNS) karena diduga mengedarkan uang palsu. Sehari sebelumnya, Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menangkap seorang tersangka pengedar uang palsu saat hendak mengedarkan uang palsu di wilayah Imogiri.
Baca : PKS Dukung Cagub Nonmuslim di Papua Barat, Ini Alasannya

Dua daerah dalam kasus temuan uang palsu tersebut kebetulan bukanlah wilayah yang sedang menggelar Pilkada serentak di 2017. Contoh kasus ini menunjukkan temuan atau peningkatan peredaran uang palsu tak selalu linier dengan keberadaan Pemilu atau Pilkada. Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan saat mulai masa kampanye Pilkada serentak dimulai akhir Oktober 2016-11 Februari 2017, temuan uang palsu justru menurun pada November 2016 dibandingkan bulan sebelumnya dari 15.989 lembar menjadi 12.018 lembar.

Mitos Pemilu dan Uang Palsushare infografik

Menengok Pemilu Sebelumnya

Dalam artikel yang dirilis Bank Indonesia (BI) yang berjudul "Pemalsuan Uang Rupiah: Pencegahan dan Penanggulangan," secara tegas BI menyatakan tidak ada momen atau peristiwa tertentu yang memiliki hubungan dengan maraknya peredaran uang palsu. BI hanya mengimbau masyarakat tetap waspada pada momen yang terkait keramaian seperti hari raya keagamaan atau Pemilu/Pilkada.

“Menurut data temuan uang palsu yang diolah Bank Indonesia, tidak ada momen-momen tertentu yang memiliki hubungan terhadap maraknya peredaran uang palsu,” jelas BI dalam artikel tersebut.
Baca : Anak Muda di Bandung Gelar Pameran Mantan

Dalam momen Pilkada DKI Jakarta 2012 misalnya, pada saat dihelat pemilihan pada Juli 2012 temuan uang palsu yang dihimpun kantor pusat BI di DKI Jakarta hanya 1.586 lembar atau turun dari Juni yang sempat mencapai 7.642 lembar. Temuan pada Juni ini atau satu bulan jelang Pilkada DKI 2012 ini memang yang tertinggi pada tahun itu. Kondisi mirip-mirip juga terjadi pada Pilkada putaran kedua yang terjadi pada September 2012, temuan uang palsu menurun jadi 1.571 lembar dari 1.690 lembar di Agustus 2012.

Kondisi mirip juga terjadi saat Pilpres 2014, saat Pilpres dihelat April 2014, catatan temuan uang palsu pada waktu itu justru turun dari bulan sebelumnya. Temuan uang palsu memang tinggi menjelang satu bulan kegiatan Pemilu, tapi masih kalah tinggi dibandingkan temuan di Desember di tahun yang sama saat ada Natal dan perayaan tahun baru.

Uang palsu beredar sepanjang tahun dan tak ada tren selalu marak saat dan menjelang kegiatan akbar seperti Pemilu atau Pilkada. Langkah preventif yang dilakukan Bank Indonesia, termasuk operasi-operasi Kepolisian hingga Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu (Botasupal) jelang Pemilu atau Pilkda secara tak langsung berdampak pada temuan uang palsu yang beredar di masyarakat.

Kuncinya adalah kewaspadaan tanpa harus melihat jelang Pemilu atau Pilkada, jangan sampai ada uang palsu di tangan apalagi jadi milik Anda, karena BI tak akan pernah menggantinya.

Sumber : Tirto.id

Wednesday, February 15, 2017

IPhone Akan Luncurkan Gadget dengan Layar OLED

Ada banyak rumor yang beredar tentang iPhone yang akan Apple luncurkan tahun ini. Salah satunya adalah Apple akan menggunakan layar OLED melengkung sebagai ganti layar LCD.

IPhone Akan Luncurkan Gadget dengan Layar OLED

Rumor ini diperkuat oleh laporan The Korea Herald yang menyebutkan Apple baru saja membeli 60 juta layar OLED dari Samsung Display.

Bulan April tahun lalu, Apple juga dikabarkan membeli 100 juta layar OLED. Karena itu, ini mungkin adalah kedua kalinya Apple membeli layar OLED dari Samsung. Jika kabar ini benar, Samsung menyediakan 160 juta layar OLED untuk Apple, menjadikan perusahaan asal Korea Selatan itu sebagai pemasok layar utama Apple.
Baca : Studi: Pemberian Obat Antidepresan Pengaruhi Respon Saat Syok


Seperti yang disebutkan oleh CNET, ponsel Samsung dikenal dengan layarnya yang melengkung, seperti Galaxy S7 Edge. Layar melengkung itu membantu Samsung untuk membuat produknya tampil beda dari smartphone lain yang ada di pasar.

Samsung tidak lagi menjadi satu-satunya vendor yang menjual smartphone dengan layar yang melengkung. Namun, sebagai gantinya, mereka akan mendapatkan Apple, yang merupakan saingan besar mereka, sebagai pelanggan.

Jadi, apa ini berarti Samsung dan Apple akan berteman sekaligus bersaing? Mungkin.

Apple disebutkan memiliki rencana besar untuk iPhone yang dirilis tahun ini, yang bertepatan dengan ulang tahun iPhone yang ke-10. Salah satunya adalah mengganti layar LCD yang biasa digunakan pada iPhone menjadi layar OLED. Hal ini membuktikan bahwa 2 perusahaan besar di industri ponsel siap untuk mengesampingkan persaingan mereka.
Baca : Nikah dengan Glenn Fredly, Aura Kasih Kayaknya Bakal Ribet


Para pengamat pasar smartphone menyebutkan, setiap seri iPhone biasanya terjual lebih dari 200 juta unit. Melalui 2 perjanjian ini, Samsung akan memasok 160 juta layar OLED untuk Apple, yang berarti mereka menyediakan 80 persen dari keseluruhan pasokan layar untuk iPhone.

Kedua perjanjian ini memiliki nilai besar. Perjanjian pertama bernilai KRW8 triliun (Rp93,4 triliun), sementara perjanjian terbaru ini bernilai KRW5 triliun (Rp58,4 triliun).

Sumber : Metrotvnews.com

Pasok Layar iPhone, Samsung Untung Besar