Showing posts with label kejahatan. Show all posts
Showing posts with label kejahatan. Show all posts

Thursday, April 13, 2017

Siswi SMA Tepergok Setengah Bugil Dengan Seorang Anggota DPRD di Dalam Mobil


KALIMANTAN - Anggota dewan Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, berinisial, GR, akhirnya ditahan di rutan Polres HSS terkait dengan kasus asusila yang diperbuatnya.

Siswi SMA Tepergok Setengah Bugil Dengan Seorang Anggota DPRD di Dalam Mobil

Pria yang juga sebagai ketua komisi II DPRD HSS ini diketahui melakukan tindak asusila dengan pasangan di bawah umur. Berdasarkan sumber Bpost Online, pasangan dengan inisial I masih berstatus pelajar di salah satu sekolah menengah atas di HSS.
Baca : 3 Pria Ini Bawa Kabur Rp 2 Juta dari Meja Kasir Saat Pura-Pura Beli Minum

Saat kejadian, kedua tertangkap tangan oleh warga dalam kondisi setengah bugil. Melihat kejadian itu, warga sempat geram dan mau melakukan main hakim sendiri. Beruntung anggota Polsek Kandangan Kota cepat datang ke lokasi kejadian dan mengamankan keduanya.

Kepala Polres Hulu Sungai Selatan (Kapolres HSS) AKBP Sukendar Eka Ristyan Putra Sik dihubungi Rabu, (12/4) malam mengatakan bahwa GR sudah ditahan di rutan Polres HSS.

"Statusnya sudah ditingkatkan dari proses penyelidikan menjadi proses penyidikan," katanya.

Dikatakannya, penetapan status itu karena GR sudah melanggar undang-undang perlindungan anak. Mengingat pasangannya berbuat asusila masih di bawah umur. Pihak keluarga dari pasangan GR tidak terima dan merasa dipermalukan sehingga melapor ke pihak berwajib.

Kapolres juga membenarkan bahwa pasangan GR masih bersatus pelajar. Meski tidak ada laporan dari keluarga pihak perempuan atau warga, GR sudah bisa ditetapkan dalam proses penyidikan. Sebab, sudah melanggar UU tentang perlindungan anak.

Pelaku dijerat pasal 82 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas pasal UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.
Baca Juga : Wakil Wali Kota Desak Polisi Proses Kasus Siswa Minum Racun

Sumber : Tribun Lampung

3 Pria Ini Bawa Kabur Rp 2 Juta dari Meja Kasir Saat Pura-Pura Beli Minum


LAMPUNG - Kepala Polres Way Kanan Ajun Komisaris Besar Yudy Chandra Erlianto melalui Kapolsek Baradatu Komisaris Amirudin BH Maksum, melakukan gelar perkara kasus pencurian dengan pemberatan (curat), Kamis (13/4/2017).

3 Pria Ini Bawa Kabur Rp 2 Juta dari Meja Kasir Saat Pura-Pura Beli Minum

Amirudin menerangkan, Tim Satgas Anti C3 Polsek Padaratu menangkap pelaku curat berinisial ARM (21), pada Rabu (12/4/2017). Penangkapan berdasarkan laporan korban bernama Yoki (27) pada Jumat (7/4/2017).
Baca : Atlet Ini Hamil Setelah Jatuh di Air Yang Tercemar

Pencurian berawal dari tiga orang pelaku yang mendatangi toko kelontong di Kampung Bhakti Negara. Ketiganya berpura-pura membeli minuman. Saat karyawan toko lengah, para pelaku mendekati meja kasir. Mereka mencuri uang sebanyak Rp 2 juta yang disimpan di dalam laci meja.

Sumber : Tribun Lampung

Wednesday, April 12, 2017

Gedor Warung Tuak, Pria Ini Jadi Tersangka Kasus Asusila


SUMATERA UTARA - Pria bernama Indra Lesmana di Sunggal, Sumatera Utara, ditetapkan sebagai tersangka kasus asusila. Pasalnya, pria yang dipanggil Teyen dan tidak punya pekerjaan tetap ini memaksa seorang perempuan untuk berhubungan intim dengannya.

Gedor Warung Tuak, Pria Ini Jadi Tersangka Kasus Asusila

"Saat menenggak tuak, pelaku ini mengajak korbannya berhubungan badan. Namun, korban menolak dengan mengatakan, dirinya bukan wanita murahan," kata Panit Reskrim Polsekta Sunggal, Ipda Martua Manik, Selasa (11/4/2017).
Baca : Mobil Hitam Ini Nyemplung ke Kali Emerald, Gara-Gara HP

Peristiwa itu bermula saat ia menenggak tuak, di sebuah warung di Jalan Medan-Binjai KM 13, Gang Horas, Desa Puji Mulyo, Kecamatan Sunggal, Senin (10/4/2017). Jelang tengah malam, pemilik warung bermaksud menutup warung tuaknya.

Kebetulan, perempuan bernama Fitriani (31) tinggal di warung tempat usahanya itu. Menurut penjelasan Ipda Martua Manik, saat warung sudah tutup, pelaku yang diketahui bernama Indra Lesmana, tiba-tiba menggedor pintu warung, dan menjolok korban menggunakan kayu.

"Saat warung sudah tutup, pelaku ini teriak-teriak menggedor pintu warung. Lalu, ia menjolok kepala korban dengan kayu," kata Manik.

Perbuatan Indra dianggap meresahkan. Sehingga, pemilik warung keluar dan meminta INdra  pergi. Namun nahas, Indra justru mengajak pemilik warung berhubungan intim.

"Akibat perbuatan pelaku, kepala korban luka-luka dijolok kayu. Sekarang, pelaku sudah kami tahan," ungkap Manik.
Baca Juga : Begal Berjimat ini Tersungkur Saat Ditembak Polisi

Sumber : Tribun Lampung

Gadis Ditemukan Setengah Telanjang Saat Dicabuli Tujuh Pria


BOGOR - Seorang gadis remaja di Kota Bogor kembali menjadi korban pencabulan. Gadis yang belum diketahui identitasnya itu telah mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari sekelompok orang.

Gadis Ditemukan Setengah Telanjang Saat Dicabuli Tujuh Pria

Tidak tanggung-tanggung, gadis yang disinyalir berusia sekitar 15 tahun itu diduga telah dicabuli oleh tujuh orang laki-laki secara bergilir. Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Condro Sasongko menuturkan.
Baca : Novel Baswedan di Teror Air Keras Selepas Subuh

Ketika itu korban ditemukan di bantaran Sungai Pakancilan, Kampung Sukajadi, Kelurahan Bondongan, kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor oleh seorang warga setempat.

"Korban ditemukan dalam keadaan tidak sadar memakai kaos warna hitam dalam keadaan tersingkap sampai leher," paparnya.

Lebih jauh Condro menjelaskan, korban sempat dicekoki minuman keras oleh pelaku sebelum dicabuli.

"Korban diajak pergi oleh FH dan HA ke bantaran Sungai Pakancilan, setelah itu korban diberikan minuman keras jenis ciu hingga mabuk dan tidak sadarkan diri," ungkap Condro.

Saat korban sudah tidak sadarkan diri, korban mulai dicabuli oleh empat orang pelaku, setelah itu korban kembali dicabuli oleh tiga pelaku lainnya.

"Korban terlebih dahulu dicabuli oleh FH, RN, AR, FS, warga Sukajadi, Bogor Selatan, kemudian korban kembali dicabuli oleh AM, HA, dan AP," jelasnya

Hingga saat ini, korban masih dirawat di RS Bhayangkara dan belum diketahui identitas serta alamat korban.

"Sementara tujuh pelaku masih dalam proses pemeriksaan, begitu pun dengan saksi-saksi masih kami mintai keterangan," pungkasnya.
Baca Juga : Netizen Penasaran Dengan Kisah Pemuda Tak Tahu Pacarnya Waria

Sumber : Tribun Lampung

Novel Baswedan di Teror Air Keras Selepas Subuh


JAKARTA - Selasa subuh, 11 April 2017, seperti biasanya Novel Baswedan menunaikan salat subuh berjamaah di Masjid Al Ihsan Kelapa Gading, Jakarta Utara yang letaknya tidak jauh dari rumahnya.

Novel Baswedan di  Teror Air Keras Selepas Subuh

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini diketahui memang selalu melaksanakan ibadah salat subuh di masjid ini. Bahkan, ketika namanya mulai heboh diberitakan, seperti pada kasus dugaan penganiayaan pelaku pencurian sarang burung walet yang menyeret namanya, Novel tetap melakukan salat subuh berjamaah.
Baca : Paman Sering Nonton Tv di Rumahnya, Bocah Ini Hamil

Namun, usai melaksanakan salat subuh pagi itu, teror tiba-tiba datang. Novel yang tengah berjalan kaki menuju rumahnya diserang sosok tak dikenal. Dua orang yang diduga pria, dengan menumpang sebuah sepeda motor, langsung mendekat dan menyiram cairan ke wajah Novel.

Cairan yang belakangan diketahui adalah air keras tersebut langsung membuat Novel kesakitan. Pandangan kabur. Sementara pelaku langsung melarikan diri meninggalkan Novel yang kesakitan dan berusaha berteriak minta tolong.

Teriakan Novel pun didengar oleh jemaah yang masih berzikir di masjid.

"Kejadian usai salat subuh kita zikir, tapi Pak Novel pulang sebelum zikir berakhir," kata Ketua RT 03 RW 10 Pegangsaan II, Kelapa Gading Wisnu Broto, Selasa (11/4/2017).

Menurut dia, jemaah sadar ada yang tidak beres ketika mendengar teriakan Novel.

"Tiba-tiba kita di masjid dengar orang kesakitan, 'Tolong... tolong... Aduh panas!' Jemaah kita saling pandang, ada yang teriak, ternyata Pak Novel, lalu satu masjid keluar semua," ujar Wisnu.

Polisi berjaga di tempat Penyidik KPK Novel Baswedan diserang oleh orang tak dikenal, Jakarta, Selasa (11/4). Setelah insiden penyerangan tersebut, Kapolri perintahkan Rumah Novel Baswedan dijaga. Dia melihat Novel Baswedan lari ke arah keran air wudu. Tapi, lanjut dia, Novel sempat menabrak pohon. Akibatnya, dahinya benjol.

"Pak Novel mengucurkan air wudu ke muka semua. Lalu saya bersama jamaah bawa ke masjid," ucap Wisnu.

Warga yang kemudian menyisir lokasi kejadian menemukan jejak-jejak pelaku saat melancarkan kejahatannya.

"Di TKP saya lihat-lihat sendal Pak Novel dan cangkir yang diduga buat siram air keras," ujar Wisnu.
Baca Juga : Hadiri Undangan Pernikahan Mantan Kekasih, di Pintu Masuk Malah Ada Tulisan Seperti Ini

Selain itu, terlihat bercak air keras yang disiramkan ke wajah Novel Baswedan masih membekas jelas di tempat kejadian. Bercak tersebut sampai membuat warna aspal memutih di lokasi kejadian yang hanya berjarak dua rumah dari kediaman Novel Baswedan.

Sementara, polisi yang tak lama kemudian tiba di lokasi kejadian juga langsung memeriksa sejumlah saksi dan menelusuri lokasi kejadian.

"Dari keterangan korban dan saksi, tersangka diduga ada dua orang dengan menggunakan motor matic jenis bebek," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Dwiyono di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Namun, ciri-ciri para pelaku belum diketahui persis lantaran keduanya langsung melarikan diri usai menyiram air keras ke Novel.

"Usai melakukan, tersangka langsung melarikan diri menggunakan motor yang dipakai," ujar dia.

Kabar tentang teror yang menimpa Novel Baswedan dengan cepat menyebar. Tak kurang dari Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan yang langsung mendatangi RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, tempat Novel dirawat.

Berdasarkan hasil pembicaraan dengan penyidik kasus e-KTP ini, Iriawan mengatakan Novel sempat curiga ada seseorang yang mengikuti dia dalam beberapa hari sebelum kasus penyiraman air keras ini.

"Nah, dia sadar dan beberapa hari memang ada kecurigaan, tapi beliau katakan ya sudah tidak masalah (tanpa pengawalan)," jelas Iriawan.

Oleh karena itu, Iriawan menambahkan, pihaknya terus mendalami saksi-saksi untuk mempercepat meringkus pelaku penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan.

"Kami turut melakukan pendalaman dari saksi yang ada, termasuk yang tadi pagi, marbut masjid, kemudian tetangga beliau. Mudah-mudahan ya, bisa terungkap secepatnya," tutup Iriawan.

Keterangan yang disampaikan Iriawan sama dengan apa yang diceritakan adik Novel, Taufik Baswedan.

Kepada sang adik, Novel mengaku ada yang membuntutinya sebulan belakangan ini. Namun saat itu Novel mengaku tidak ambil pusing soal pria misterius yang memperhatikan gerak-geriknya. Lantaran ia mengaku sadar atas profesinya sebagai penyidik KPK memiliki risiko.

"Udah sebulan ini, Novel cerita ya kalau ada yang mengikuti. Ada kadang seorang, kadang dua orang naik motor," kata Taufik Baswedan.

Ia melanjutkan, Novel pun berusaha kembali memperhatikan orang yang diduga membuntuti dirinya itu. Namun, seringkali orang tersebut selalu menghindar dan langsung pergi.

"Dia langsung pergi kalau diperhatikan balik sama Novel," kata dia.

Tak hanya di jalan, Novel juga mengungkapkan, pria misterius itu seringkali berada di kawasan Masjid Al Ikhsan di dekat kediamannya.
Baca : Tukang Cincau Ini Dibayar Dengan Uang Mainan

"Novel beberapa hari belakangan ini juga sudah memperhatikan ada orang nongkrong di masjid tapi tidak ikut salat, padahal sudah masuk waktu salat. Pas azan subuh kata Novel Baswedan biasanya," tutur dia.

Sementara itu, Novel sendiri mengaku kesulitan melihat akibat luka bakar di wajahnya. Hal itu disampaikan Juru Bicara Presiden Johan Budi, usai menjenguk Novel di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Tadi saya sempat lihat dan berbincang dengan Novel. Jadi sebelah kanan wajahnya luka-luka agak lebam gitu. Kedua matanya kena tapi belum pemeriksaan mendalam. Dia mengaku pandangannya agak kabur di mata sebelah kiri. Lagi diperiksa oleh dokter," tutur Johan.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengecam keras aksi penyiraman air keras yang ditujukan pada Novel Baswedan. Presiden menyebut tindakan penyerangan ini sangat brutal.

"Ya itu tindakan yang brutal," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta.

Jokowi ingin kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan segera diungkap. Sebab, mantan Gubernur DKI Jakarta itu tak mau kejadian serupa menimpa penyidik lainnya.

"Saya kira hal itu tidak boleh terulang," tandas Jokowi.

Namun demikian, Jokowi meminta para penyidik KPK tidak patah arang dalam mengusut kasus korupsi.

"Tetap semangat bekerja," kata Jokowi.

Jokowi juga tetap meminta para penyidik KPK untuk tetap waspada. Sebab, kata dia, kewaspadaan juga tak kalah penting dalam menjalankan tugas.

"Semua penyidik harus waspada," ujar dia.

Tanggapan keras juga datang dari mantan Ketua KPK Abraham Samad yang datang menjenguk Novel Baswedan. Abraham menilai penyiraman Novel dengan air keras itu merupakan tindakan biadab demi membungkam penyidik kasus e-KTP tersebut.

"Ini adalah cara yang biadab. Cara yang ingin membungkam orang yang ingin menegakkan kebenaran. Cara-cara yang ingin membungkam orang yang ingin berantas korupsi di Indonesia," tutur Abraham Samad di Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga, Jakarta Utara.

Bagi Samad, tindakan itu tidak jauh beda dengan upaya kriminalisasi. Dia berharap pemerintah dapat tanggap menyelesaikan persoalan yang menimpa Novel Baswedan tersebut.

"Saya minta negara dan seluruh aparat harus bisa lindungi segenap warga negara yang bisa sedang memperjuangan negara. Tidak boleh lepas tangan begitu saja karena teman-teman kita seperti Novel dan lainnya, sedang melakukan tugas yang diemban oleh negara," jelas dia.

"Negara pasti punya konsep terhadap warga yang sedang memperjuangan negaranya sendiri," pungkas Abraham Samad.

Sementara itu, mantan Pimpinan KPK Bambang Widjojanto mendatangi gedung KPK sebagai betuk dukungan atas kejadian yang menimpa salah satu penyidiknya.

"Kehadiran saya ke sini bagian apresiasi dan dukungan. Kita adalah Novel Baswedan. Saya, kita, kamu, kalian adalah Novel Baswedan. Tugas kita adalah melawan segala bentuk teror dari para teroris yang merupakan koruptor dan ini adalah serangan balik yang luar biasa," ujar Bambang.

Kejadian yang menimpa Novel Baswedan, ia menjelaskan, merupakan salah satu bentuk terrorizing dan pelakunya adalah teroris. Sebab, tindakan yang dilakukan pelaku telah di luar batas.

"Kejadian seperti ini harus dituntaskan. Kalau tidak pernah berhasil dituntaskan maka tidak pernah berakhir. Ini akan terus menerus terjadi. Kalau tidak segera dituntaskan itu artinya upaya pemberantasan korupsi tengah ditikam ulu hatinya," ujar Bambang.

Tindakan seperti ini, menurut dia telah mempersoalkan keinginan Presiden Jokowi dalam mewujudkan program Nawacita. Untuk itu, dia meminya agar negara juga memberikan jaminan keamanan kepada pihak-pihak yang sedang menjalankan tugas serius, seperti Novel Baswedan yang merupakan penyidik otentik KPK.
Baca Juga : Begitu Romantis, Korban Bom Boston Ini Akan Nikahi PMK Penyelamatnya

"Ini suatu kejahatan yang langsung mempersoalkan keinginan pak Jokowi mewujudkan Nawacita. Salah satunya adalah bahwa negara tidak ingin absen. Ini dapat dijadikan gagal dalam memberikan jaminan securitas kepada pihak-pihak yang sedang menjalankan tugas," tegas Bambang.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersuara keras atas teror yang diarahkan kepada Novel Baswedan. Presiden mengutuk keras aksi penyiraman air keras itu dan menilai tindakan ini merupakan murni kriminal.

Setelah mendengar kabar itu, Jokowi langsung memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengusut tuntas kasus ini dn menangkap pelakunya.

"Saya perintahkan kepada Kapolri untuk dicari siapa (pelakunya)," tegas Jokowi di Istana Negara, Jakarta.

Jokowi tidak mau berkomentar banyak soal kasus ini. Dia juga tidak mau berandai-andai peristiwa ini merupakan bagian dari pelemahan KPK.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menilai, penyiraman air keras kepada Novel murni aksi kriminal. Karena itu, Polri harus segera menuntaskan kasus ini.

"Ini kriminal. Ini tugas Kapolri untuk mencari (pelakunya)," ujar dia.

Jokowi menyatakan, orang seperti Novel tidak boleh mendapat perlakuan tak beradab seperti ini.

"Jangan sampai orang-orang yang punya prinsip teguh seperti itu dilukai dengan cara-cara yang tak beradab," ujar Jokowi.

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian langsung menindak lanjuti perintah itu. Dia membentuk tim khusus untuk mengusut kasus penyerangan Novel Baswedan. Satgas itu diharapkan dapat menangkap pelaku dan menguak motif di balik tindakan brutal itu.

"Kita sudah bentuk tim khusus gabungan dari Polres, Polda, dan Mabes, berusaha maksimal untuk ungkap," tutur Tito usai menjenguk Novel di Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga, Jakarta Utara.

Adapun untuk pengamanan para penyidik KPK yang lainnya, Tito mengaku masih membicaraknnya dengan pihak yang bersangkutan. Jika memang diminta, Polri tidak segan untuk membantu.

"Akan koordinasi dengan ketua KPK. Memang sebaiknya dikawal, tapi semua saya serahkan kepada ketua KPK. Kalau ketua KPK meminta pengawalan, kita akan lakukan semua. Saya serahkan dan saya hanya tawaran," jelas dia.

Teror terhadap Novel juga mengundang reaksi dari seluruh pegawai KPK yang tergabung dalam Wadah Pegawai KPK. Ketua I Wadah Pegawai KPK Hery Nurudin menyampaikan rasa duka para pegawai KPK atas tindak kekerasan yang diterima Ketua Wadah Pegawai KPK itu.

Hery menyebut tindakan ini merupakan upaya pelemahan KPK dalam memberantas korupsi di Tanah Air. Puluhan aktivis gerakan anti korupsi menggelar aksi di gedung KPK, Jakarta (11/4). Mereka menggelar aksi sambil membawa poster Novel Baswedan dan mengutuk pelaku penyerangan terhadap novel.

"Kami mengutuk keras perbuatan biadab tersebut sebagai bentuk dari teror dan bagian dari upaya pelemahan KPK dan perlawanan balik terhadap pemberantasan korupsi," ujar Hery dalam keterangan resmi Wadah Pegawai KPK.
Baca Juga : Wanita Cantik Ini Mengaku Bawa Bom di Bandara I Gusti Ngurah Rai

Dia mengatakan, tindak teror ini bukanlah yang pertama dialami Novel Baswedan. Para penyidik dalam kasus e-KTP itu pernah mengalami sejumlah teror.

"Peristiwa ini bukanlah peristiwa pertama kali kepada Novel Baswedan, melainkan peristiwa berulang yang pernah dilakukan terhadap Beliau, mulai dari intimidasi, tabrak lari sampai dengan peristiwa hari ini, penyiraman air keras," papar dia.

Meski begitu, Hery menegaskan tindak kekerasan yang dialami Novel Baswedan ini tidak akan membuat para pegawai KPK lain takut dalam menjalankan tugas.

"Kami tegaskan bahwa selangkah pun kami tidak akan mundur, apa pun risikonya, karena kami yakin perjuangan pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti dengan ancaman, intimidasi, maupun serangan apapun juga," tegas Hery.

"Novel adalah kami dan kami adalah KPK yang tidak akan pernah berhenti untuk berjuang melawan korupsi. Kami Novel dan Kami Tidak Takut," tegas dia.
Baca Juga : Pria Ini Dapat Umrah Gratis Dari Ketua MPR

 Sumber : Liputan6

Nenek Ini Ditangkap Polisi Gara-Gara Dititipi Sabu-Sabu 10 Gram


MEDAN - Nenek Semi (65), warga Jalan Pancing Pasar IV, Gang Cilik, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, sudah berulang kali membantah berjualan sabu-sabu.

Nenek Ini Ditangkap Polisi Gara-Gara Dititipi Sabu-Sabu 10 Gram

Namun, Nek Semi, begitu dia disapa, tetap diamankan personel Satuan Narkoba Polres Pelabuhan Belawan karena di rumahnya ditemukan barang bukti sabu-sabu seberat 10 gram.
Baca : Paman Sering Nonton Tv di Rumahnya, Bocah Ini Hamil

Nek Semi mengaku, barang haram itu bukan miliknya dan tidak pernah menjual kepada orang lain. Dia menjelaskan, sabu-sabu itu milik seorang lelaki bernama Ade.

"Itu bukan milik saya. Sabu-sabu itu milik orang lain, bernama Ade. Saya tidak ada menjual," kata Nek Semi yang telah memiliki dua cucu kepada petugas di Polres Pelabuhan Belawan.

Nek Semi hanya mengakui, barang haram itu dititipkan kepadanya oleh Ade. Dia sudah dititipi sabu-sabu sebanyak empat kali oleh Ade. Namun, Nek Semi tidak tahu Ade tinggal di mana karena selama ini Ade yang selalu datang ke rumahnya.

"Sudah dua bulan ini sabu-sabunya diantar empat kali. Tiap diantar, saya dikasih uang Rp50.000. Uang itulah untuk kebutuhan sehari-sehari," aku janda tiga anak itu.

Namun, petugas Satuan Narkoba Polres Pelabuhan Belawan punya analisa berbeda. Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan, AKP Dedi Kurniawan mengatakan, hasil penyelidikan petugas, Nek Semi sudah enam bulan melakoni bisnis haram tersebut.

“Barang bukti sabu-sabu 10 gram kami temukan disembunyikan di gorden," ungkapnya.

Dedi menambahkan, Nek Semi sudah berulang kali diingatkan oleh Kepala Lingkungan dan Babinkamtibmas agar menghentikan bisnis haramnya tersebut. Namun, peringatan tersebut tak pernah digubrisnya.
Baca Juga : Satu Keluarga Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Dalam Rumah

Akhirnya, kata Dedi, Nek Semi ditetapkan sebagai tersangka pengedar sabu-sabu. Apalagi di lingkungan tempat tinggalnya, Nek Semi dikenal sebagai Ratu Paket Hemat.

“Paket sabu-sabu Rp50.000, oleh Nek Semi diciutkan dan dijual dengan harga Rp30.000,” katanya.

Bahkan, Nek Semi menyediakan rumahnya sebagai tempat untuk mengonsumsi sabu-sabu. Polisi pun menjerat Nek Semi dengan Pasal 114 Jo 112 tentang narkotika.

"Tersangka terancam dengan hukuman lebih dari lima tahun," pungkas Dedi.
Baca Juga : Seorang Wanita Melahirkan di Pesawat Dengan Bantuan Pramugari

Sumber : Sindonews.com

Paman Sering Nonton Tv di Rumahnya, Bocah Ini Hamil


LAMPUNG - Seorang pria berinisial DS di Way Kanan menjadi tersangka pencabulan. Korban tak lain keponakannya sendiri, sebut saja Melati, yang berusia 15 tahun.

Paman Sering Nonton Tv di Rumahnya, Bocah Ini Hamil

Terungkapnya kasus ini setelah korban bersama orangtuanya melapor ke Polres Way Kanan. Sehari kemudian, Selasa (4/4), polisi menangkap DS di rumahnya di Kecamatan Buay Bahuga.
Baca : Begal Berjimat ini Tersungkur Saat Ditembak Polisi

"Korban bersama orangtuanya melapor ke Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polres Way Kanan. Anggota sudah menahan tersangka," ujar Kasat Reskrim Ajun Komisaris Sugandhi Satria Nugraha mewakili Kapolres Way Kanan Ajun Komisaris Besar Yudy Chandra Erlianto melalui ponsel.

Sugandhi mengungkapkan, tersangka mencabuli korban sebanyak tiga kali. Peristiwa pertama terjadi di rumah korban.

"Tersangka awalnya sering berkunjung ke rumah korban untuk menumpang nonton televisi," katanya.

Suatu hari pada Juli 2015 itu, DS datang ke rumah sekitar pukul 16.00 WIB. Ia sempat menanyakan keberadaan orangtua korban.

Sugandhi menjelaskan, korban saat itu menjawab bahwa orangtuanya sedang pergi ke sawah. Tanpa rasa curiga, korban membiarkan DS masuk. Seperti biasa, DS kemudian menonton tv.

"Sementara korban tertidur karena mengantuk. Saat itulah timbul niat tersangka untuk berbuat cabul," ujar Sugandhi.

Beberapa saat kemudian, Sugandhi menuturkan, korban terbangun dan kaget melihat sang paman membuka celananya. Setelah berbuat cabul, DS pergi.
Baca Juga : Indonesia Rebut Satu Medali Perunggu di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior 2017

"Tersangka sempat mengancam korban supaya tidak bercerita kepada siapapun," katanya.

DS kembali melakukan aksinya pada pertengahan tahun 2016. Awalnya, tersangka datang ke rumah korban sekitar pukul 15.00 WIB untuk meminjam golok karena ingin mencari buah kelapa.

Setelah selesai mencari buah kelapa, DS mengembalikan golok tersebut. Saat itulah tersangka kembali berbuat cabul.

"Korban mencoba mendorong tersangka untuk lari. Tapi, korban tidak kuat karena tubuh tersangka lebih besar dari tubuh korban," jelas Sugandhi.

"Tersangka mengancam jangan bilang kepada siapapun. 'Awas kamu nanti'," ujar Sugandhi mengutip pengakuan korban.

Terakhir, DS mencabuli Melati pada 6 Juli 2016 sekitar pukul 21.30 WIB. Lokasinya di sawah dekat tanggul kampung. Sugandhi mengungkapkan, korban awalnya konvoi malam takbiran bersama temannya.

"Tersangka menyusul korban untuk pulang. Tapi bukannya pulang ke rumah, tersangka malah mengajak korban ke sawah dan mencabuli korban," kata Sugandhi.

Kasus ini terbongkar saat Melati terbangun dan merasakan sakit pada bagian perut. Ia kemudian membangunkan kedua orangtuanya. Kasat Reskrim Ajun Komisaris Sugandhi Satria Nugraha menjelaskan, orangtua korban lalu memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Melati.

"Dari keterangan dokter, korban sudah hampir melahirkan. Di situ terungkap bahwa Melati jadi korban pencabulan. Korban selama ini takut bercerita karena berada di bawah ancaman tersangka," paparnya.

Tidak terima dengan kejadian itu, orangtua Melati melapor kepada polisi. Korban pun akhirnya memberanikan diri melaporkan peristiwa tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Way Kanan. Sehari setelah menerima laporan, polisi menangkap DS di rumahnya. "DS sekarang mendekam di sel polres.
Baca Juga : 6 Pria Dihukum Atas Dakwaan Homoseksual

Dia terjerat pasal 81 ayat 1 dan 2, dan atau pasal 82 Undang- undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," tandas Sugandhi. (ang)

Sumber : Tribun lampung

Begal Berjimat ini Tersungkur Saat Ditembak Polisi


TANGERANG - Seorang Berinisial SJ (14), begal bengis kebal bacok, meringis kesakitan setelah kakinya ditembak aparat Polsek Cipondoh, Kota Tangerang, Banten. Pelaku ditembak karena berusaha melawan saat akan disergap ketika sedang membagi-bagikan hasil kejahatan.

Begal Berjimat ini Tersungkur Saat Ditembak Polisi

Selain mengamankan SJ, petugas juga menangkap tiga rekannya Ncung, Johar, dan Fendi alias Gondrong. Mereka ditangkap beberapa jam setelah membegal motor di persimpangan PT Tifiko, Jalan MH Thamrin, Kelurahan Panunggangan, Kecamatan Tangerang.
Baca : Penggunaan Tato Mainan Pada Anak Dapat Memicu Ruam Merah Disekitarnya

Wakapolrestro Tangerang AKBP Erwin Kurniawan mengatakan, keempat pelaku beraksi pukul 02.30 WIB, Selasa (11/4/2017) dinihari. Mereka berboncengan dengan dua sepeda motor, dan memepet korban Saeful Bahri yang tengah menbonceng pacarnya dengan Kawasaki KLX Nopol B-3650-CCF.

"Saat melintas di dekat Tifiko, pelaku langsung memepet dan mengancam korban dengan golok. Sempat terjadi tarik-menarik antara korban dengan pelaku. Namun korban kalah. Akhirnya, pelaku merampas motor dan HP pacar korban," kata AKBP Erwin, di Mapolrestro Tangerang, Banten, Selasa (11/4/2017).

Setelah kejadian itu, korban langsung melaporkan ke Polsek Cipondoh dan dilakukan penyelidikan dengan melacak HP pacar korban. Hasilnya, diketahui posisi pelaku masih di Poris Indah, Kecamatan Cipondoh. Pagi harinya, petugas langsung bergerak melakukan penangkapan.
Baca Juga : Umat Muslim Donorkan Darahnya Untuk Korban Bom Gereja Mesir

"Saat dilakukan penangkapan, mereka sedang membagi-bagikan hasil rampasan. Dalam penangkapan itu, dua tersangka (SJ dan Ncung) terpaksa ditembak kakinya, karena menyerang petugas dengan golok," katanya.

Sumber : Sindonews.com

Tuesday, April 11, 2017

Wakil Wali Kota Desak Polisi Proses Kasus Siswa Minum Racun


SUMATERA UTARA - Wakil Wali Kota Padangsidimpuan, Muhammad Isnandar Nasution, meminta kepolisian segera mengusut pelaku intimidasi terhadap siswa SMK Negeri 3 Kota Padangsidimpuan. Sebab, akibat intimidasi tersebut, seorang siswa sudah menjadi korban.

Wakil Wali Kota Desak Polisi Proses Kasus Siswa Minum Racun

“Sebagai wakil wali kota, saya berharap kepada petugas kepolisian segera memberikan tindakan hukum bagi guru yang mengintimidasi siswa itu. Sebab, seorang siswa yang diintimidasi itu sudah menjadi korban,” ujarnya saat mengunjungi rumah duka Keluarga Amelya Nasution (19), siswa Kelas XII, SMK Negeri 3 Kota Padangsidimpuan yang tewas minum racun, Senin (10/4/2017).
Baca : Viral!!! Adegan Terkejut Presenter Saat Siaran Langsung

Isnandar juga sudah menghubungi Inspektorat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) agar segera menindak guru pelaku intimidasi itu. Sebab, Pemko Padangsidimpuan tidak mempunyai kewenangan untuk memberikan tindakan, sebab kewenangan itu sudah diambil-alih oleh provinsi.

”Saya langsung menghubungi Inspektorat Provinsi Sumut, agar oknum guru yang mengintimidasi itu segera diproses,”ujarnya.

Dia menyayangkan sikap guru yang sudah mengintimidasi korban dan dua orang rekannya. Sikap arogan tersebut tidak pantas dicontoh oleh guru-guru yang lain. Dia berharap para penegak hukum segera bertindakan, agar perilaku seperti itu tidak terulang lagi dan tidak ada lagi siswa yang menjadi korban.
Baca Juga : Dibawa Kabur, ABG Diperkosa di Bawah Jembatan

Sumber : Sindonews.com

Siswa Minum Racun Akibat Intimidasi Guru, Meninggal Setelah Dirawat Sembilan Hari


MEDAN - Setelah menjalani perawatan selama 9 hari di RSUD Padangsidimpuan, Amelya Nasution (19), siswa SMK Negeri 3 Kota Padangsidimpuan yang minum racun rumput karena diintimidasi gurunya, mengembuskan napas terakhir pada, Senin (10/4/2017).

Siswa Minum Racun Akibat Intimidasi Guru, Meninggal Setelah Dirawat Sembilan Hari

Isak tangis keluarga tak terbendung melihat tubuh Amelya yang terbaring kaku di Ruangan Salak, lantai II RSUD Kota Padangsidimpuan. Yanwar Nasution (49), ayah korban meratapi kepergian anak kesayangannya. Yanwar menyesali kejadian yang menimpa anaknya.
Baca : Kini Penyanyi Jebolan Ajang Pencarian Bakat Ini Jadi Sopir Taksi

"Kenapa bisa seperti ini," ujarnya lirih.

Isak tangis sang ayah semakin kuat, ketika belasan rekan-rekan korban datang ke rumah sakit. Bahkan, sejumlah rekan korban ikut histeris ketika melihat jenazah Amelya.

Para guru yang sebelumnya hadir terlebih dahulu di rumah sakit terpaksa ikut menenangkan siswanya yang menjerit-jerit karena tidak percaya rekannya meninggal.

Jenazah siswa Kelas XII dibawa ke rumah duka di Desa Bahal, Kecamatan Batunadua, Kota Padangsidimpuan, pukul 12.00 WIB.

Iddiyah Annur, 19, rekan korban yang juga mengaku mendapatkan intimidasi dari seorang oknum guru mengaku terkejut mendapat kabar kematian temannya. Selanjutnya, dia langsung ke rumah sakit untuk memastikan keadaan korban.

"Awalnya saya merasa tidak percaya setelah mendapatkan kabar Amelya sudah meninggal dunia," ujarnya.
Baca Juga : Mengejutkan!!! Ratusan Klinik di Bekasi Belum Kantongi Izin Operasional

Dia berharap pihak kepolisian menindak oknum guru yang sudah mengintimidasi korban bersama dirinya dan seorang rekannya bernama Rini.

"Saya berharap agar guru itu ditindak secepatnya, gara-gara intimidasi itu, kawan saya minum racun," tegasnya.
Baca Juga : Tukang Cincau Ini Dibayar Dengan Uang Mainan

Sumber : Sindonews.com

Dibawa Kabur, ABG Diperkosa di Bawah Jembatan


PALEMBANG - Gadis belia berusia 14 tahun (ABG) ini terancam suram. Sebab, NBR yanang tecatat sebagai warga Palembang tersebut sudah menjadi korban pemerkosaan oleh seorang pemuda kenalannya berinisial, AL (17).

Dibawa Kabur, ABG Diperkosa di Bawah Jembatan

Ironisnya, sebelum aksi pemerkosaan itu, korban sempat dicekoki dengan korban minuman keras oleh terlapor. Aib itu terungkap setelah korban sempat menghilang selama tiga pekan belakangan dan pulang pada Minggu malam 9 April.
Baca : Pria Ini Terancam Dikebiri Karena Sudah 5 Kali Perkosa Anak Kandungnya

Saat itu, EV (36) orang tua korban yang cemas langsung mencecar korban dengan pertanyaan terkait kepergiannya selama tiga pekan belakangan ini. Rupanya kepergian korban lantaran diajak oleh AL yang saat ini sudah menjadi kekasihnya. Bahkan, korban juga bercerita kepada EV jika dirinya sudah ditiduri kenalannya tersebut.

"Anak saya juga mengatakan diajak berhubungan badan oleh kenalannya itu. Sudah dua kali anak saya ditidurinya. Kata anak saya pertama kali pada bulan Januari 2017 lalu saat awal kenalan," ungkap EV, saat melapor ke Polresta Palembang, Senin (10/4/2017).

EV mengatakan, saat melakukan hubungan pertama kali tersebut, anaknya tersebut sempat dipaksa untuk menenggak minuman keras.

"Katanya mereka berhubungan badan di Dermaga 7 Ulu di bawah Jembatan Ampera. Saat itu malam hari dan suasana disitu sepi. Anak saya dipaksa juga untuk minum miras," ujarnya.
Baca Juga : Seorang Wanita Melahirkan di Pesawat Dengan Bantuan Pramugari

Tak terima dengan hal itu, EV akhirnya mengajak anaknya untuk membawa kasus tersebut ke jalur hukum.

"Masa depan anak saya sudah dirusak. Kami sekeluarga tidak terima. Semoga polisi cepat menangkap pelakunya," harapnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara mengatakan, telah menerima laporan tersebut. "Sudah kita terima dan akan segera ditindaklanjuti," ungkapnya.

Sumber : Sindonews.com

Pria Ini Terancam Dikebiri Karena Sudah 5 Kali Perkosa Anak Kandungnya


PALEMBANG - Maylan Hendrianto (37) terancam dikebiri karena lima kali memperkosa DW (12) anak kandungnya sendiri hingga mengalami luka parah di kemaluannya dan trauma yang memanjang. Menurut tersangka perbuatan itu dia lakukan lantaran tak sadar karena dalam pengaruh narkotika jenis sabu yang dikonsumsi.

Pria Ini Terancam Dikebiri Karena Sudah 5 Kali Perkosa Anak Kandungnya

”Aku tidak sadar pak, itu terjadi pas aku nyabu,” ujarnya tertunduk saat diperiksa di ruang PPA Polres OKU, Senin (10/4/2017).
Baca : Terjadi Penjambretan Yang Berujung Penyanderaan Ibu dan Balita di Angkot

Kepada petugas kepolisian, tersangka yang sebelumnya dibekuk pada hari Sabtu 8 April 2017 ini, mengatakan sangat menyesali perbuatan tersebut. Perbuatan bejat tersebut kata tersangka dia lakukan sekitar bulan Februari hingga April 2017.

Saat itu dia yang sedang dalam pengaruh sabu, langsung masuk ke kamar anaknya, dan memaksa korban untuk membuka celana dan berhubungan badan layaknya suami istri.

Alhasil dibawah ancaman, korban pun menuruti perbuatan tersangka hingga berulang kali hingga akhirnya diketahui guru dan ibu kandungnya sebelum akhirnya melapor ke Maspolres OKU untuk ditindak lanjuti.
Baca Juga : Wanita Ini Gantung Diri di Pohon Boni, Gara-Gara Sering Bertengkar Dengan Keluarganya

Dari pengakuan korban, selain ayahnya, dia juga pernah ditiduri teman ayahnya dan kakak kandungnya sendiri di tempat yang sama.”Saya juga pernah ditiduri teman ayah saya, profesinya satpam,” ujarnya lugu.

Atas kasus tersebut, Kapolres OKU AKBP Ni Ketut Widayana Sulandari, mengaku sudah menindak tersangka dengan Pasal 81, 82 dan 83 UU No 35/2014 tentang Perubahan atas UU No23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara serta dapat dikenai Perpu Kebiri.
Baca Juga : Begitu Romantis, Korban Bom Boston Ini Akan Nikahi PMK Penyelamatnya

Sumber : Sindonews.com

Monday, April 10, 2017

Terjadi Penjambretan Yang Berujung Penyanderaan Ibu dan Balita di Angkot


JAKARTA - Terjadi penjambretan yang berujung penyanderaan di depan bioskop Buaran, Jakarta Timur, Minggu (9/4). Pelaku terpaksa menyandera ibu dan anak di dalam angkot, karena aksi penjambretannya mengundang banyak perhatian orang di sekitar lokasi.

Terjadi Penjambretan Yang Berujung Penyanderaan Ibu dan Balita di Angkot

Saksi mata E (25) mengatakan, penyanderaan terjadi saat pelaku dikejar oleh warga yang mendengar teriakan korban. Namun, tepat di depan bioskop Buaran, pelaku yang diperkirakan berumur 27 tahun tersebut langsung masuk ke dalam angkutan kota.
Baca : Wanita Ini Gantung Diri di Pohon Boni, Gara-Gara Sering Bertengkar Dengan Keluarganya

"Dia lari dari arah Klender, tapi sampai di depan bioskop Buaran dia langsung masuk ke dalam angkot," kata E.

Nahas, di dalam angkot tersebut ada seorang wanita dan anaknya yang masih berusia balita. Pelaku, yang ketakutan langsung menyandera ibu tersebut dengan menggunakan senjata tajam.

"Pelaku langsung nempelin pisaunya ke leher si ibu, sampai berdarah karena darahnya netes ke anaknya yang lagi digendong," jelasnya.

Menurutnya, seorang anggota polisi lalu lintas yang sedang berjaga langsung bernegosiasi. Namun, pelaku yang memiliki ciri-ciri berkulit gelap dan kurus ini malah mengancam akan membunuh korban dan anaknya.
"Dia minta kalau angkotnya jalan dan minta dibebasin," ujarnya.

Bahkan polisi sempat meminta pelaku melepaskan korban dan sanderanya diganti oleh dirinya. Tetapi, pelaku tidak mau. Dia hanya ingin bebas dan warga tidak lagi mengejarnya, namun melihat kondisi korban yang kondisinya sudah mengeluarkan darah maka terpaksa diambil tindakan.
Baca Juga : Selama 7 Tahun, Ayah Ini Jadikan Putri Kandungnya Budak Seks

"Waktu Polantas lagi ngobrol-ngobrol pelaku malah ngancem mau bunuh korban, waktu lagi mau nacepin pisau ada polisi yang tidak pakai seragam langsung nembak pelaku," tukasnya.

Pelaku yang mendapatkan tembakan langsung tersungkur, sementara anggota polisi berseragam langsung mengamankan korban penyanderaan. Karena terluka di leher dan mengeluarkan darah, korban serta anaknya langsung dibawa ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Sementara, pelaku yang masih tersungkur bersimbah darah langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara, Kramat Jati, Jakarta Timur guna dilakukan identifikasi.
Baca Juga : Setelah 70 Tahun Menikah, Pasutri Ini Meninggal Hanya Berselang 4 Menit

Sumber : Merdeka.com

Satu Keluarga Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Dalam Rumah


MEDAN - Satu keluarga ditemukan tewas di rumahnya sebanyak lima orang, Jalan Mangaan, Gang Benteng, Lingkungan XI, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara, Minggu (9/4/2017).

Satu Keluarga Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Dalam Rumah

Peristiwa itu awalnya diketahui Serimpi (40), tetangga korban. Pukul 09.00 WIB tadi, Serimpi memanggil Sri Aryani (40) untuk belanja. Namun, setelah beberapa kali dipanggil, Sri Aryani tidak menyahut.
Baca : Mengejutkan!!! Ratusan Klinik di Bekasi Belum Kantongi Izin Operasional

Serimpi lalu mendatangi rumah Sri Aryani. Betapa kagetnya dia saat menemukan lima jasad bersimbah darah yang tergeletak di rumah. Kelima korban itu adalah Riyanto (40), Sri Aryani (40), Sumarni (60), Naya (13), dan Gilang (8). Sementara, Kinara (4) kritis.

"Yang pertama kali saya lihat jasad Bu Sumarni, mertua dari Riyanto," kata Serimpi.

Dia pun langsung berteriak meminta pertolongan warga. Saat ini, polisi tengah melakukan olah TKP.
Baca Juga : Pria Israel Ini Berkeliaran Menenteng Kepala Istri

Sumber : Sindonews.com

Astaghfirullah, Petani dan Mahasiswa Berduaan Sambil Nyabu di Toilet Masjid


MAROS - Aparat kepolisian dari Polsek Turikale, Kabupaten Maros, mengamankan dua pemuda karena kedapatan sedang asyik mengisap narkoba jenis sabu di toilet Masjid Besar Al-Markaz Al-Islami Maros dini hari tadi, Minggu (9/4/2017) sekitar pukul 03.00 Wita.

Astaghfirullah, Petani dan Mahasiswa Berduaan Sambil Nyabu di Toilet Masjid

Keduanya adalah Supardi alias Ical (27) dan Harfin alias Pino (21). Saat ini, keduanya masih menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian.
Baca : Pernikahan Calon Pasutri Ini Kandas Gara-Gara Pacar Mengaku Lesbian

"Dua pemuda itu kedapatan sedang asyik isap sabu di toilet sebelah selatan Masjid Besar (Al-Markaz Al-Islami) Maros. Supardi itu adalah seorang buruh tani sementara Harpin adalah seorang mahasiswa," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani.

Dicky menjelaskan kedua pemuda tersebut sebelumnya memang telah dicurigai oleh aparat Polsek Turikale yang sedang berpatroli. Pasalnya, kata Dicky, agak aneh ada dua pemuda masuk toilet masjid bersamaan dengan gerak-gerik yang mencurigakan. Keduanya juga cukup lama berada dalam toilet tersebut.

"Berselang 30 menit menunggu, aparat lalu mencoba mengecek apa yang mereka lakukan, ternyata keduanya sedang asyik mengkonsumsi narkoba jenis sabu," Dicky menjelaskan.

Kedua pemuda itu langsung diamankan oleh aparat kepolisian. Aparat juga menyita barang bukti berupa sebuah alat isap sabu atau bong, dua buah korek gas, satu saset sabu sisa pakai, sebuah telepon genggam dan satu unit motor. Dari hasil interogasi, lanjut Dicky, kedua pelaku mengaku membeli sabu dari temannya di Jalan AP Pettarani, Kota Makassar.

"Sebelum menggunakan narkoba jenis sabu di toilet masjid, keduanya sudah terlebih dahulu janjian," kata Dicky.
Baca Juga : Kepala Bocah Ini Ditembak, Tubuhnya Dibuang ke Sungai

Sumber : Liputan6

Tukang Cincau Ini Dibayar Dengan Uang Mainan


Breakandnews.com - Nasib tukang cincau ini boleh dibilang jauh dari kata beruntung malah ia rugi sepuluh ribu. Lantaran ada seseorang yang membayar cincau menggunakan uang mainan.

Tukang Cincau Ini Dibayar Dengan Uang Mainan

Kisah ironis ini dibagikan oleh akun media sosial Erick Masterlie yang dimana awalnya ia ingin membeli es cincau dekat rumahnya.
Baca : Indonesia Rebut Satu Medali Perunggu di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior 2017

Namun sehabis membuat es cincau pesanannya, tukang cincau tersebut bertanya kepada Erick seraya menunjukkan uang 10 ribu bergambar pahlawan Frans Kaiseipo. Ia pun bertanya apakah uang yang didapatkan dari pembeli sebelumnya merupakan uang asli atau tidak.

Erick pun mengatakan duit itu palsu lantaran tertera cap uang mainan. Selain itu, di balik uang tersebut tertulis 'Bank Mainan Kita'.

"Ini palsu, Pak. Tuh ada tulisan mainannya, Pak," tulis Erick.

Menurut Erick aksi seseorang yang memberikan duit palsu tersebut dilakukan secara sengaja. Banyak netizen yang mengecam aksi tak terpuji tersebut. Hingga kini unggahan tersebut telah dibagikan 1.110 lebih kali oleh netizen.

"Sadis tuh manusia apa binatang, klo mang g punya mending jga minta dari pada nipu," kecam Iswanto.
"Astagfirulah aladzim tega banget ya tuh orang masa beli es cincau pake uang maenan ..gak mikir apa itu si bpk jualan pake uang ko anda tega sekali," tambah Ahdianti.
"Berkah buat bapak penjual cincau….Nanti juga karma buat tuh orang yg udah boong sama bapak cincau," seru Siti Zoelkifli.
"Semoga bpk tukang es dilancarkan rejeki dr langit.. Dan semoga yg nipu disadarkan dan taubat dan jd ustad.AMIN YA ALLAH," tulis Arya Haryono.
Baca Juga : Wow!!! Facebook Kini Bisa Lihat Siapa Yang Suka Ngintip Profil

Sumber : Suara.com

Sekuriti Tikam Tetangga Kos, Gara-Gara Putar Musik Keras


DENPASAR - Duil David Abor (30) menikam tetangga kosnya Budi Prasatyo (40) menggunakan senjata tajam di Jalan Kebo Iwa Selatan, Gang Durian Nomor 8, Denpasar.

Sekuriti Tikam Tetangga Kos, Gara-Gara Putar Musik Keras

Aksi penikaman ini dipicu oleh saling tegur lantaran membunyikan musik. Akibat kejadian itu, korban harus dilarikan ke RSUD Wangaya untuk mendapatkan penanganan medis karena menderita luka pada lengan kiri.
Baca : Inilah Reaksi Nagita Slavina Saat Diisukan Hamil Anak Kedua

Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat, IPTU Aan Saputra mengatakan, peristiwa ini berawal dari korban menegur tersangka yang sedang memutar musik di kamarnya dengan volume suara yang keras.

Lanjutnya, korban saat itu meminta pelaku untuk mengecilkan suara volume musiknya. Namun teguran tersebut membuat tersangka yang juga seorang sekurirti itu tersinggung dan naik pitam.

Sehingga tersangka langsung menuju dapur dan mengambil sebilah pisau kemudian mengejar korban dan menikamnya.

"Pemicunya karena korban melarang membunyikan musik dengan suara keras. Tapi, tersangka tidak terima dan menikamnya," katanya di Denpasar.

Dia menegaskan, persoalannya ini tersangka dan korban hanya dilandasi rasa ketersinggungan. Dalam insiden penusukan itu, korban sempat melakukan perlawanan dan menghindar dari serangan lanjutan tersangka.

"Saat itu tersangka masih di lokasi. Sudah diamankan oleh pemilik kos-kosan dan juga penghuni lainnya. Makanya, saat kita datang langsung membawanya ke Mapolsek untuk diperiksa lebih lanjut beserta barang bukti pisau," paparnya.

Tersangka mengakui perbuatannya, karena kesal dengan tingkah korban yang kerap melarangnya saat memutar musik. Puncak dari kekesalan itu yang menjadi motif insiden penusukan.

"Dia mengaku hanya kesal saja. Tidak ada motif lain," pungkasnya.
Baca Juga : Lagi di Dapur, Mulut Wanita Ini Dibekap Lalu Inilah Yang Terjadi

Sumber : Sindonews.com

Sunday, April 9, 2017

Ditembak di Depan Pintu Rumah, Ratu Kecantikan Filipina Ini Tewas


FILIPINA - Seorang ratu kecantikan Filipina ditembak mati usai membuka pintu yang diketuk 2 pria diduga pembunuh bayaran, yang memberi bunga dan cokelat kepadanya. Mary Christine Balagtas yang berusia 23 tahun langsung terkapar tak lama membuka pintu depan rumahnya di Bulacan, Filipina, pada Rabu 5 April 2017 pagi.

Ditembak di Depan Pintu Rumah, Ratu Kecantikan Filipina Ini Tewas

"Mereka melepaskan satu peluru ke kepala mahasiswi itu, kemudian melarikan diri dengan sepeda motor yang sudah menunggu," demikian menurut polisi yang menyelidiki pembunuhan itu seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (8/4/2017).
Baca : Pria Israel Ini Berkeliaran Menenteng Kepala Istri

Mary dilarikan ke rumah sakit, sementara tim paramedis berjuang untuk menstabilkan kondisinya di ambulans. Namun nyawanya tak tertolong, ia meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Inspektur Julio Lizardo dari Kantor Polisi Plaridel mengatakan, mereka tengah menyelidiki seorang pria yang memiliki hubungan dengan Mary.

"Kami menduga serangan pria itu dilakukan dengan pistol sewaan. Kami menemukan sebuah cangkang peluru kosong dari pistol kaliber a.45 di tempat kejadian, dan meyakini kedua orang itu melarikan diri dengan sepeda motor," papar Julio.

"Saksi mata mengatakan bahwa dua pria itu terlihat berkeliaran di lingkungan itu sebelum penembakan. Mary meninggal di ambulans dalam perjalanan ke rumah sakit. Kami mengikuti beberapa petunjuk termasuk seorang pria yang memiliki hubungan romantis dengan Mary," imbuh Julio.

Mary sebelumnya memenangkan kontes ratu kecantikan La Bulakenya pada tahun 2009, dan kontes kedua pada 2010. Dia masih kuliah di University of Regina Carmeli College. Teman sekelasnya begitu terkejut mengetahui kematian Mary yang memiliki julukan 'Tin'.
Baca Juga : Lelaki Ini Buat Heboh Gara-Gara Ditolak Gebetan Karena Mobil Jelek

"Hidup ini terlalu pendek untuk keluarga dan teman-teman yang kau tinggalkan. Kami mungkin tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi padamu, kami menyerahkannya kepada Tuhan," ujar salah satu teman Mary, Herlie Rozelle Flores Vecina.

"Kami yakin bahwa keadilan akan menang. Kami hanya berdoa agar keluarga dan teman-teman mendapatkan keadilan yang selayaknya".

"Tin, kamu akan selalu ada di hati kami. Kamu, sebagai seorang anak, saudari perempuan, teman SD, teman sekelas di SMA dan kampus. Sebagai teman yang paling penting. Kami tak akan melupakanmu," tutur Herlie sedih.

"Kami akan merindukanmu. Kami menyayangimu, Mary Christine. Semoga kamu beristirahat dengan tenang dalam damai," tutup Herlie.
Baca Juga : Inilah Penyebab Orang Kaya Makin Kaya dan Orang Miskin Makin Miskin

Sumber : Liputan6

Pria Israel Ini Berkeliaran Menenteng Kepala Istri


ISRAEL - Seorang pria Israel ditangkap di jalanan kota Tiberias saat tengah menenteng potongan kepala sang istri. Ia dilaporkan menderita gangguan mental dan pernah mengaku sebagai 'juru selamat'.

Pria Israel Ini Berkeliaran Menenteng Kepala Istri

Polisi mendapat laporan terkait pria tersebut pada siang waktu setempat setelah sejumlah saksi menyatakan, mereka menyaksikan seorang pria bersimbah darah berkeliaran di jalanan kota Tiberias. Pria itu menenteng kepala manusia.
Baca : Mantan Model Ini Tewas Dibunuh Gara-Gara Tak Berpakaian Tertutup

"Seorang pria muda berjalan-jalan dengan menenteng kepala istrinya, ia berlumuran darah. Tidak ada seorangpun yang tahu apa yang terjadi dan kenapa ada begitu banyak darah ditubuhnya. Tak berapa lama, orang-orang baru sadar kalau dia membawa potongan kepala perempuan," ujar seorang saksi mata kepada The Jerusalem Post seperti dilansir Russian Today.

Pihak berwenang lantas menangkap pria berusia 34 tahun tersebut. Laporan Times of Israel menyebut, tubuh sang istri ditemukan dalam kondisi hangus terbakar di sebuah apartemen.

Media lokal mengabarkan, pria yang tidak disebutkan namanya itu memiliki masalah kejiwaan dan diketahui tengah menjalani pengobatan. Media Maariv menulis, yang bersangkutan pernah mengklaim dirinya adalah sang 'juru selamat'.

Wissam Darawasa, kontraktor pipa yang bekerja di Nahmani Street di mana peristiwa pembunuhan terjadi menjelaskan situasi pada hari kejadian. Perempuan itu mengatakan, seorang pria datang kepadanya untuk meminjam telepon.

Pria itu ingin menghubungi petugas pemadam kebakaran karena menurutnya ada kebakaran di apartemennya yang terletak di lantai empat dan ia tidak bisa menanganinya.
Baca Juga : Mengejutkan!!! Pria Ini Serumah Dengan 5 Pacar, 1 Istri, dan 4 Anak

"Saya melihat dia gemetaran. Wajahnya berlumur darah, juga tangannya. Saya katakan, saya ingin menelepon polisi karena saya merasa ada sesuatu yang aneh," jelas Darawasa.

Butuh beberapa waktu bagi Darawasa untuk menyadari bahwa pria itu menenteng potongan kepala seorang wanita.

"Dari kejauhan saya pikir dia menenteng kepala boneka...tiba-tiba saya yakin bahwa itu kepala sungguhan, ada daging...dan kemudian polisi datang," imbuh Darawasa.

Adapun seorang saksi lain, Naftali Trabelsi, memberikan keterangan kepada kepada Israel Hayom.

"Orang-orang melihatnya berkeliaran dengan menenteng kepala perempuan. Dia mencoba merapikan rambutnya, mereka bertanya apa yang terjadi dan dia mengatakan telah membunuh istrinya," ujar Trabelsi.

Insiden tersebut kini masih dalam penyelidikan. Pria itu dikabarkan akan muncul di persidangan Kamis waktu setempat. Sementara itu, NRG memuat dalam laporannya bahwa korban yang berusia 33 tahun bekerja sebagai pengasuh di rumah penampungan anak Tiferet Tiberias.

Dua pekan sebelum kejadian, ia sempat mengungkapkan kekhawatiran bahwa pria itu akan menghabisi nyawanya. Korban dan pelaku telah menikah selama 10 tahun sebelum akhirnya mereka dikabarkan berpisah.
Pasangan ini diketahui tidak memiliki anak. Menurut pengacara pria tersebut, Said Haddad, pelaku berasal dari Moldova, namun pada tahun 1991 ia pindah ke Tiberias. Tersangka merupakan tentara.

"Kita bicara soal tragedi serius, kami meminta evaluasi psikiater dilakukan," sebut Haddad kepada Jerusalem Post.
Baca Juga : Julia Perez Berharap Kedatangan Sule

Sumber : Liputan6

Gadis 13 Tahun Diperkosa Pemilik Salon Saat ditinggal Ibunya Bekerja


BALI - Seorang ibu berinisial KAW (32) melapor ke Polsek Kediri, Tabanan, Bali terkait tindakan pemerkosaan yang terjadi pada anak gadisnya yang baru berumur 13 tahun berinisial PAC.

Gadis 13 Tahun Diperkosa Pemilik Salon Saat ditinggal Ibunya Bekerja

Berdasarkan data yang dihimpun saat peristiwa itu terjadi  KAW ditelepon oleh AK pemilik salon di kawasan Kediri, Tabanan untuk datang ke tempatnya. Jumat (7/4/2017) sekira pukul 11.00 WITA.
Baca : Astaga, Bisnis Jual Beli Jenazah Marak di China

Ibu korban ditelepon bosnya bahwa ada pelanggan yang ingin dipijat. Korban yang  berinisial PAC ini sering diajak ibunya ke salon tersebut.

Ibu korban mengaku curiga saat usai memijat tamunya, dia melihat anaknya keluar dengan bosnya. Karena curiga melihat anaknya sama pemilik salon keluar dari belakang dengan tergesa- gesa. Sesampai di rumah akhirnya dirinya menanyakan kepada putrinya.

Dan ternyata benar bahwa anaknya telah diminta melayani nafsu bejat bosnya tersebut. Dia tidak terima akhirnya KAW melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib. Korban bercerita kepada ibunya bahwa dia diraba-raba oleh pemilik salon. Hingga diajak berhubungan layaknya suami istri.

Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Yana Jaya Widya membenarkan adanya laporan tersebut.  Dia mengaku kasusnya ini baru dilimpahkan, dari Polsek Kediri ke Polres Tabanan. Dia menjelaskan, bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan mencari barang bukti.

"Kami masih mendalami kasus ini. Untuk pelaku saat ini belum kami amankan sebab kami masih mencari barang bukti," pungkasnya.
Baca Juga : Wanita Ini Kerja Jadi Fotografer Khusus Jomblo Cari Jodoh

Sumber : Sindonews.com