JAKARTA – Dinilai pernyataannya mendukung perayaan valentine, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mendapat protes. Bahkan, Front Pembela Islam (FPI) akan unjukrasa di Kantor Kementerian Agama (Kemenag).
Lukman yang dikonfirmasi masalah tersebut di Jakarta, Senin (16/2) mengakui pernyataannya ditujukan kepada anak-anak muda yang merayakan valentine dengan seks bebas.
“Jadi maksudnya pesan itu ditujukan bagi kalangan muda yang memiliki persepsi, atau pemahaman bahwa melakukan valentine harus dengan seks bebas. Pemahaman seperti ini yang salah besar,” tutur Lukman.
Baca : Kembali main film, Mandra Jadi Cameo Rasa Sutradar
Namun, kata Lukman, pernyataannya disalah-pahami oleh sebagian orang, bahwa dirinya dianggap menyalahkan orang yang beranggapan bahwa valentine itu bisa menyebabkan seks bebas. “Jadi ini kesalahpahaman saja,” terang Lukman.
Ia menambahkan valentine bukan melakukan hubungan sek bebas. “Jadi valentine itu ungkapan kasih sayang, kasih seorang anak kepada ibunya, atau kepada saudara, dan seterusnya,” tutur Menag.
Menurutnya, kita tidak bisa mengharamkan perayaan valentine karena ada saudara kita yang merayakan valentine dengan baik, misalnya, seorang anak yang mengirimkan surat dari kepada orangtua, sebagai wujud kasih sayang. “Kalau perayaan valentine dengan menyimpang norma-norma agama dan hukum, maka itu bukan perayaan valentine, dan itu diharamkan,” papar Lukman.
Baca : Kado Valentine, BTS Rayu Penggemar Lewat Spring Day
Sebelumnya, melalui akun Twitter-nya, Lukman Saifuddin mengatakan dirinya menghormati orang yang merayakan Valentine. Cuitan tersebut ditulis Lukman untuk menjawab pertanyaan akun @IshaqAllo.
(Johara)
Sumber : Poskota News
Lukman yang dikonfirmasi masalah tersebut di Jakarta, Senin (16/2) mengakui pernyataannya ditujukan kepada anak-anak muda yang merayakan valentine dengan seks bebas.
“Jadi maksudnya pesan itu ditujukan bagi kalangan muda yang memiliki persepsi, atau pemahaman bahwa melakukan valentine harus dengan seks bebas. Pemahaman seperti ini yang salah besar,” tutur Lukman.
Baca : Kembali main film, Mandra Jadi Cameo Rasa Sutradar
Namun, kata Lukman, pernyataannya disalah-pahami oleh sebagian orang, bahwa dirinya dianggap menyalahkan orang yang beranggapan bahwa valentine itu bisa menyebabkan seks bebas. “Jadi ini kesalahpahaman saja,” terang Lukman.
Ia menambahkan valentine bukan melakukan hubungan sek bebas. “Jadi valentine itu ungkapan kasih sayang, kasih seorang anak kepada ibunya, atau kepada saudara, dan seterusnya,” tutur Menag.
Menurutnya, kita tidak bisa mengharamkan perayaan valentine karena ada saudara kita yang merayakan valentine dengan baik, misalnya, seorang anak yang mengirimkan surat dari kepada orangtua, sebagai wujud kasih sayang. “Kalau perayaan valentine dengan menyimpang norma-norma agama dan hukum, maka itu bukan perayaan valentine, dan itu diharamkan,” papar Lukman.
Baca : Kado Valentine, BTS Rayu Penggemar Lewat Spring Day
Sebelumnya, melalui akun Twitter-nya, Lukman Saifuddin mengatakan dirinya menghormati orang yang merayakan Valentine. Cuitan tersebut ditulis Lukman untuk menjawab pertanyaan akun @IshaqAllo.
(Johara)
Sumber : Poskota News
Dukung Perayaan Valentine , Menteri Agama Diprotes
4/
5
Oleh
Unknown
