Tuesday, February 21, 2017

Jokowi Ingin Ubah Pola Penanganan Terorisme Yang Terjadi

Jakarta - Presiden Joko Widodo disebut bakal mengubah pola penangan terorisme di Indonesia. Penanganan terhadap pelaku terorisme tidak boleh lagi menggunakan pendekatan kekerasan. 

Jokowi Ingin Ubah Pola Penanganan Terorisme Yang Terjadi

Hal itu dikatakan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak usai membahas isu deradikalisasi dan perlawanan terhadap terorisme dengan Presiden di Istana Merdeka, Jakarta.

"Pak Jokowi bersepakat melakukan perubahan yang sangat subtansi terkait penanganan terorisme," kata Dahnil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 20 Februari 2017.


Kata dia, Presiden lebih fokus kepada advokasi dan pendampingan bantuan ekonomi terhadap korban terorisme. Hal itu diberikan kepada keluarga korban maupun keluarga pelaku terorisme.

"Keluarganya yang ditinggal (akibat aksi terorisme) jangan sampai distigma," ujarnya.

Selain itu, Presiden meminta Pemuda Muhammadiyah menyerahkan data mantan teroris yang telah bertaubat. Sebab, mereka dinilai butuh pendampingan dari Pemerintah.

Secara pribadi, Presiden ingin membantu keluarga pelaku dan korban terorisme, termasuk Siyono, terduga teroris asal Klaten yang tewas. Dahnil menambahkan, Presiden akan membantu langsung para korban terorisme.

"Kami berterima kasih model yang seperti inilah yang kami butuhkan penanganan terorisme," ujarnya.

Sumber : Lampung Post

Artikel Terkait

Jokowi Ingin Ubah Pola Penanganan Terorisme Yang Terjadi
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email