Jakarta - Sebuah studi mengungkapkan bahwa konsumsi ketamin dosis tunggal satu minggu sebelum peristiwa yang membuat stres, dapat mengatasi respon ketakutan dan mencegah gejala gangguan stres pasca trauma (PSTD). Ketamin adalah obat-obatan yang biasa digunakan untuk obat bius dan antidepresan.
Para peneliti dari Columbia University Medical Center (CUMC), Amerika Serikat melakukan sebuah studi pada tikus untuk melihat apakah penggunaan profilaktik dari ketamin dapat membantu para tentara yang mengalami trauma psikologis. Ketamin adalah obat manjur namun tidak disarankan secara luas untuk mencegah atau mengurangi gejala PSTD.
Baca : "Jokowi lebih Tidak Manusiawi Menurut Saya," Curhat Sumarsih Korban Semanggi
Baca : "Jokowi lebih Tidak Manusiawi Menurut Saya," Curhat Sumarsih Korban Semanggi
"Namun, pada percobaan tikus, dosis tunggal ketamin dalam bentuk vaksin, dapat memberikan manfaat signifikan pada mereka yang cenderung mengalami stres, seperti anggota militer di zona konflik," tukas penulis studi Christine A. Denny.
Gejala PSTD diantaranya adalah merasakan kembali kejadian yang membuat trauma, seperti kilas balik berulang dan hiperaktivitas sehingga menyebabkan perubahan suasana hati, mati rasa secara psikologis, dan gejala fisik kronik seperti sakit kepala.
Penelitian tersebut dilakukan dengan cara memberikan dosis kecil ketamin pada pembuluh darah tikus selaam satu bulan, satu minggu, dan satu jam sebelum mereka dihadapkan pada kejadian yang membuat syok kecil.
Penurunan rasa trauma terlihat berkurang pada tikus yang diberikan ketamin satu minggu sebelum kejadian syok diberikan, saat mereka dikembalikan ke lingkungan biasa.
"Penelitian kami mengindikasikan bahwa waktu pemberian ketamin cukup krusial untuk menyangga ekspresi ketakutan," tukas pelopor studi Josephine C. McGowan.
Mereka melihat, pemberian ketamin setelah tikus mengalami kejadian syok ternyata tidak memengaruhi respon ketakutan hewan tersebut.
Meski demikian, memberikan ketamin satu jam setelah kejadian syok kedua dapat mengurangi ekspesi ketakutan.
Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat potensi lain untuk mengobati trauma awal dalam hal pemberian obat-obatan.
Sumber : Metrotvnews.com
Studi: Pemberian Obat Antidepresan Pengaruhi Respon Saat Syok
4/
5
Oleh
Unknown
