Showing posts with label islam. Show all posts
Showing posts with label islam. Show all posts

Thursday, April 13, 2017

Ditolak Warga Sulawesi Selatan, Polisi Larang Tablig Akbar Hizbut Tahrir


SULAWESI - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan melarang rencana penyelenggaraan tablig akbar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Lapangan Karebosi, Makassar.

Ditolak Warga Sulawesi Selatan, Polisi Larang Tablig Akbar Hizbut Tahrir

Direktur Intelkam Polda Sulsel Komisaris Besar Tjatur Abrianto mengungkapkan, pelarangan itu lantaran rencana aksi HTI tersebut mendapat tentangan dari organisasi-organisasi massa lain.
Baca : Gedor Warung Tuak, Pria Ini Jadi Tersangka Kasus Asusila

"Selain itu juga, belum adanya rekomendasi dari Badan Kesatuan Bangsa (Kesbang) dan Departemen Agama serta instansi terkait lainnya," terang Tjatur, Kamis (13/4).

Sebelumnya, pengurus DPD HTI Sulsel mengajukan surat izin Masirah Panji Rasulullah SAW dengan tema “Khilafah, kewajiban Syari, Jalan Kebangkitan Umat.”

Kegiatan itu akan dirangkaikan dengan pawai kendaraan di jalan lintas kabupaten kota dengan jumlah peserta lima puluh ribu orang. Sementara sejumlah Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor dari 14 PC menolak keras kegiatan tablig akbar HTI itu.

Mereka kemudian melayangkan surat resmi penolakan ke Polda Sulsel, Kamis hari ini, sebagai bahan pertimbangan polisi. Mereka menilai kegiatan itu menyebarkan paham anti-Pancasila.

Keempatbelas cabang GP Ansor itu dari Kabupaten Enrekang, Bulukumba, Parepare, Luwu Utara, Wajo, Luwu Timur, Sinjai, Pinrang,Bantaeng, Palopo, Barru, Bone dan Jeneponto.

Ketua GP Ansor Sulsel Muhammad Tonang menyatakan  konsisten menolak kelompok-kelompok yang akan menyebarkan paham dan ideologi selain Pancasila.
Baca Juga : Penggunaan Tato Mainan Pada Anak Dapat Memicu Ruam Merah Disekitarnya

"Organisasi ini jelas mengusung khilafah dalam bernegara, tentu saja bertentangan dengan ideologi NKRI kita yang selama ini diperjuangkan para pahlawan dan ulama-ulama pendahulu kita," tegas Ronang.

Penolakan serupa disampaikan sejumlah aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Metro Makassar dengan mengelar unjukrasa di kantor DPRD Sulsel. Anggota DPRD Sulsel Pangeran Rahim saat menerima aspirasi menyatakan akan menyampaikan aspirasi itu ke pimpinan DPRD.
Baca Juga : Perubahan Gigi Kelinci Bocah Ini Bikin Melongo

Sumber : Suara.com

Tuesday, April 11, 2017

Umat Muslim Donorkan Darahnya Untuk Korban Bom Gereja Mesir


MESIR - Dua ledakan bom di gereja Mesir lagi-lagi mengoyak kerukunan antarumat di Negeri Piramida. Insiden pertama terjadi di rumah ibadah Mar Girgis, Tanta.

Umat Muslim Donorkan Darahnya Untuk Korban Bom Gereja Mesir

Bom meledak di tengah ibadah di gereja. Kementerian Kesehatan Mesir mengatakan, korban jiwa di Tanta mencapai 28 jiwa dan 71 orang luka-luka. ihak rumah sakit yang merawat korban cedera kemudian mengabarkan bahwa mereka mulai kehabisan stok dar.
Baca : Siswa Minum Racun Akibat Intimidasi Guru, Meninggal Setelah Dirawat Sembilan Hari

Mengetahui hal itu, seperti dikutip dari Al Arabiya, Senin (10/4/2017), seruan untuk membantu pun dikumandangkan. Warga muslim berbondong-bondong menuju sebuah masjid di Tanta, untuk menyumbangkan darah untuk korban cedera dalam insiden mematikan ledakan bom di gereja Mesir pada Minggu 9 April 2017.

"Pengeras suara digunakan untuk memanggil orang-orang di kota menuju masjid, guna menyumbangkan darah membantu orang yang terluka akibat ledakan bom," ujar salah satu warga Tanta, Mohammed Ahmad Hassan.

"Sepertinya sebagian besar dari mereka yang menanggapi seruan untuk membantu korban cedera akibat ledakan bom di gereja Mesir itu kebanyakan umat Muslim," imbuh Hassan.

Hassan menuturkan, ratusan kantong darah sedang dikirim ke bank darah dan Rumah Sakit Umum tempat korban luka dirawat. Ibadah Minggu Palma awalnya berlangsung khidmat di Gereja Mar Girgis, Tanta, sebuah kota di Delta Sungai Nil Mesir, yang letaknya 120 km utara Kairo.

Namun Para jemaat tak menyadari, bahan peledak ditanam di sebuah kursi di baris pertama. Kelompok paduan suara sedang menyanyikan kidung saat bom merobek kedamaian di tempat ibadah itu. Pendeta, juga sejumlah anggota kelompok paduan suara ada di daftar korban tewas.

Video kejadian di Tanta disiarkan sejumlah media Mesir. Belum lagi evakuasi selesai dilakukan, ledakan kedua terjadi di Alexandria. Teror bom menargetkan Gereja Saint Mark dan menewaskan 16 orang, termasuk aparat kepolisian yang berjaga. Sementara, 40 lainnya luka-luka.
Baca Juga : Begitu Romantis, Korban Bom Boston Ini Akan Nikahi PMK Penyelamatnya

Pemimpin Gereja Koptik, Paus Tawadros II atau Paus Theodoros II dari Alexandria berada dalam gereja tersebut. Kabar baiknya, sang pemuka agama selamat dan tak mengalami luka. Belakangan, ISIS mengaku bertanggung jawab atas kejadian teror tersebut.

Sumber : Liputan6

Monday, April 10, 2017

Satu Keluarga Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Dalam Rumah


MEDAN - Satu keluarga ditemukan tewas di rumahnya sebanyak lima orang, Jalan Mangaan, Gang Benteng, Lingkungan XI, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara, Minggu (9/4/2017).

Satu Keluarga Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Dalam Rumah

Peristiwa itu awalnya diketahui Serimpi (40), tetangga korban. Pukul 09.00 WIB tadi, Serimpi memanggil Sri Aryani (40) untuk belanja. Namun, setelah beberapa kali dipanggil, Sri Aryani tidak menyahut.
Baca : Mengejutkan!!! Ratusan Klinik di Bekasi Belum Kantongi Izin Operasional

Serimpi lalu mendatangi rumah Sri Aryani. Betapa kagetnya dia saat menemukan lima jasad bersimbah darah yang tergeletak di rumah. Kelima korban itu adalah Riyanto (40), Sri Aryani (40), Sumarni (60), Naya (13), dan Gilang (8). Sementara, Kinara (4) kritis.

"Yang pertama kali saya lihat jasad Bu Sumarni, mertua dari Riyanto," kata Serimpi.

Dia pun langsung berteriak meminta pertolongan warga. Saat ini, polisi tengah melakukan olah TKP.
Baca Juga : Pria Israel Ini Berkeliaran Menenteng Kepala Istri

Sumber : Sindonews.com

Sunday, April 9, 2017

Wanita Non Muslim Bertanya Soal Adat Istiadat Dan Islam ke Zakir Naik


BEKASI - Setelah satu jam setengah DR Zakir Naik memberikan ceramah bertajuk Persamaan antara Islam dan Kristen, dibukalah sesi tanya jawab. Dai asal India itu memprioritaskan non muslim untuk mengajukan pertanyaan. Penanya pertama bernama Lia, dia mengaku seorang konghucu.

Wanita Non Muslim Bertanya Soal Adat Istiadat Dan Islam ke Zakir Naik

"Saya seorang budha, saya melihat kebenaran di depan mata. Tapi apakah itu bertentangan dengan adat istiadat saya. Sebenarnya saya dan keluarga konghucu," tanya Lia pada Zakir.
Baca : Begitu Romantis, Korban Bom Boston Ini Akan Nikahi PMK Penyelamatnya

Zakir pun menjawab, bahwa Islam adalah agama yang paling diridhai Allah. "Kamu boleh mengikuti adat istiadat mu selagi tidak bertentangan dengan Alquran dan Assunah," jawab Zakir.

"Misalnya, di adat istiadatmu harus menghormati orang tua, itu tidak bertentangan. Misalnya di Islam ada larangan meminum Alkohol, kamu menjauhinya kamu sudah menjadi orang baik," jelasnya.

Sumber : Sindonews.com

Subhanallah, Gadis Ini Bersyahadat Usai Bertanya ke Zakir Naik


BEKASI - Femi seorang gadis non muslim bersyahadat usai bertanya ke ulama kondang Zakir Naik di Stadion Patriot, Sabtu malam (8/4/2017). Gadis berkaca mata ini merupakan salah satu orang pertama yang bersyahadat di depan Zakir Naik pada malam itu.

Subhanallah, Gadis Ini Bersyahadat Usai Bertanya ke Zakir Naik

Sebelumnya Femi yang berdiri di tribun dipersilahkan oleh Zakir Naik mengajukan pertanyaan dalam bahasa Inggris. Lalu Femi bertanya kepada dai kondang asal India ini soal Surat 43 Al Zukhruf ayat 61 dan Surat Al Fatiha ayat 6.
Baca : Presiden Afghanistan Takjub Lihat Bedug Saat Sholat Magrib di Masjid Istiqlal

Femi bertanya apa yang dimaksud dengan satu jalan atau Shiratol Mustaqim. Untuk lengkapnya bisa dilihat di live streaming Youtube. Suasana haru tiba-tiba muncul saat sesi tanya jawab selanjutnya karena wanita ini menyatakan ingin menjadi mualaf.

Kemudian Zakir Naik  membimbing wanita ini untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Femi pun mengucapkan syahadat yang disambut gemuruh takbir ribuan peserta ceramah yang memadati Stadion Patriot Bekasi.
Baca Juga : Pria Israel Ini Berkeliaran Menenteng Kepala Istri

Sumber : Sindonews.com

Friday, April 7, 2017

Di Tuduhan Teroris, Pria Muslim Ini Terlanjur Dipecat Bosnya


RUSIA- Nasib pria Muslim Rusia bernama Ilyas Nikitin telah berubah drastis, termasuk dipecat dari pekerjaannya setelah dituduh sebagai teroris yang melakukan pengeboman di St Petersburg. Dia tidak bisa berbuat banyak meski tuduhan itu ternyata keliru.

Di Tuduhan Teroris, Pria Muslim Ini Terlanjur Dipecat Bosnya

Sebelum dipecat bosnya karena label “teroris” yang tak benar, pria berjanggut ini bekerja sebagai sopir truk. Dia sebelumnya diperiksa tiga kali oleh polisi dengan status tersangka teroris hanya karena dia tampak di rekaman CCTV saat ledakan bom terjadi di kereta bawah tanah stasiun metro di St Petersburg, 3 April lalu.
Baca : Setiap Batuk, Tulang Bocah 11 Tahun Ini Ada yang Patah

Tersangka yang sebenarnya menurut otoritas Rusia adalah Akbarzhon Jalilov, pria Rusia kelahiran Kyrgyztan. Serangan bom itu menewaskan 14 orang dan menyebabkan puluhan orang lainnya terluka.

Nikitin mengeluh telah kehilangan pekerjaan gara-gara tuduhan yang keliru. Selain itu, dia juga dijauhi orang-orang yang terbang dengan pesawat yang sama saat pulang ke kampung halamannya di Orenburg.

Sejak gambar dan namanya muncul di media-media Rusia dengan status “tersangka teroris”, Nikitin pada Rabu (5/4/2017) menerima pemberitahuan dari bosnya bahwa dia telah dipecat sebagai sopir truk. Sang bos mengklaim pemecatannya atas permintaan penyidik.

Pria Muslim ini juga menyesalkan tindakan wartawan yang terburu-buru menyimpulkan dirinya sebagai tersangka teroris.

"Wartawan yang baru saja menyebut saya seorang teroris telah memburu saya, keluarga saya, dan teman-teman saya. Akibatnya, sekarang saya bahkan tidak bisa berada di pesawat terbang", keluh Nikitin.

"Saya mohon, tolong berhenti mengejar saya. Biarkan saya hidup dalam damai", ujarnya, seperti dikutip dari IB Times, Jumat (7/4/2017).
Baca Juga : Tidak Cuma Sewa Pacar, di Jepang Juga Bisa Sewa Adik Perempuan

Sumber : Sindonews.com

Presiden Afghanistan Takjub Lihat Bedug Saat Sholat Magrib di Masjid Istiqlal


JAKARTA - Rangkaian lawatan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani di Indonesia dilanjutkan dengan melakukan kunjungan ke Masjid Istiqlal. Sejumlah kegiatan pun dilakukan Ghani di masjid terbesar se-Asia Tenggara itu.

Presiden Afghanistan Takjub Lihat Bedug Saat Sholat Magrib di Masjid Istiqlal

Tiba pukul 17.30, Ghani langsung melakukan pertemuan dengan para ulama dan cendekiawan Tanah Air. Sejumlah masalah yang jadi kepentingan bersama dibicarakan dalam pertemuan singkat tersebut.
Baca : Wow!!! Mahasiswa Lampung Ini Ubah Batang Pisang Jadi Bakso Bakar

Usai acara itu, Presiden Ghani menuju ruang utama Masjid Istiqlal, di sana bersama jemaah lain dirinya melaksanakan ibadah salat magrib. Selesai salat, Ghani bersama rombongan dibawa ke bedug besar yang berada di lingkungan masjid.

Selain memperlihatkan bedug, para pengurus masjid juga menceritakan sejarah panjang bedug yang sudah jadi ciri khas Istiqlal itu. Setelah pemaparan sejarah, mantan Duta Besar RI untuk Suriah, Muzammil Basyuni memperlihatkan cara memukul bedug. Ghani pun terlihat begitu takjub dengan hal itu.

Melihat ketakjuban, Basyuni langsung menyerahkan pemukul bedug ke Ghani dan mengajaknya untuk memukul benda tersebut. Namun, sembari tertawa dan tersenyum Ghani menolak. Ia mengatakan tak cukup kuat untuk memukul bedug itu.

"Saya tidak bisa melakukan ini," ucap Ghani sembari tersenyum.

Dalam lawatannya ke Jakarta, Presiden Afghanistan mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka. Dalam pertemuan ini beberapa perjanjian disepakati, salah satunya adalah tawaran untuk berbagi pengalaman soal rekonsiliasi.

"Indonesia menyambut baik upaya yang dilakukan pemerintah Afghanistan, dalam upaya menciptakan stabilitas dan kedamaian. Dan Indonesia siap berbagi pengalaman mengenai rekonsiliasi perdamaian," kata Jokowi saat memberikan pernyataan pers bersama di Istana Merdeka.
Baca Juga : Kepala Bocah Ini Ditembak, Tubuhnya Dibuang ke Sungai

Sumber : Liputan6