Wednesday, March 1, 2017

Harus Bersyukur di Indonesia, Islam Damai dan Nyaman


SURABAYA - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku prihatin atas konflik yang terjadi di mayoritas negara Islam. Menurut dia, dari 50 negara Islam di dunia, 30 di antaranya berkonflik.

Harus Bersyukur di Indonesia, Islam Damai dan Nyaman

"Kita harus bersyukur di Indonesia, negara Islam di Asia Tenggara menjadi negara Islam yang damai dan nyaman," kata Jusuf Kalla saat menyampaikan kuliah umum di hadapan mahasiswa Kampus B Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Komplek Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari, Selasa, 28 Februari 2017.
Baca : Jangan Fitnah Gubernur Lampung

Pria yang kerap disapa JK ini menegaskan, Indonesia masih ketinggalan di bidang ilmu pengetahuan. Akan tetapi, orang lebih membanggakan masa lalu, termasuk kemajuan dunia Islam masa lampau.

"Di Indonesia nyaman sehingga mempunyai kesempatan yang baik, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah yang menjadi 'cahaya' harus dimanfaatkan," tutur dia.

JK juga menyatakan, sejumlah negara juga mulai berubah. Perkembangan sejumlah negara seperti China kini ingin menjadi negara terbuka.

"Sebaliknya, Amerika yang sebelumnya terbuka mengarah ke tertutup. Semua lantaran pemikiran yang berubah," kata dia.
Baca juga : Tidak Minta Uang Jajan dari Orangtua, Mahasiswi IPB Ini Berbisnis

Wapres menambahkan, ideologi bangsa Indonesia, tidak ke kanan dan atau ke kiri. Hal ini membuat Indonesia memiliki hubungan baik dengan banyak negara.

"Jika Indonesia ingin dihargai harus maju ekonomi, teknologi, dan ilmu pengetahuannya. Kita menginginkan kemajuan itu kemajuan kita semua," ucap dia.

JK menambahkan, sebuah bangsa dihormati karena kemajuan bukan karena penduduknya yang besar serta memiliki sejarah panjang.

Sumber : Liputan6

Artikel Terkait

Harus Bersyukur di Indonesia, Islam Damai dan Nyaman
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email