Showing posts with label nasional. Show all posts
Showing posts with label nasional. Show all posts

Thursday, April 13, 2017

Siti Aisyah Terancam Hukum Gantung


MALAYSIA – Dua perempuan tersangka pembunuhan Kim Jong Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Nam, dibawa ke pengadilan Malaysia dengan mengenakan rompi antipeluru, Kamis (13/4/2017).

Siti Aisyah Terancam Hukum Gantung

Kedua perempuan itu adalah Siti Aisyah (25), warga negara Indonesia, dan Doan Thi Huong (28), warga negara Vietnam. Jika terbukti bersalah, keduanya teracam akan dihukum gantung.
Baca : Siswi SMA Tepergok Setengah Bugil Dengan Seorang Anggota DPRD di Dalam Mobil

Kasus yang melilit mereka terjadi pada 13 Februari 2017. Mereka diduga mengusapkan racun saraf VX ke wajah Kim Jong Nam di Bandara Kuala Lumpur sehingga korban tewas tak lama setelahnya.

Jaksa hendak membawa kasus ini ke pengadilan tinggi, di mana kedua perempuan itu akan diadili karena pembunuhan, seperti dilaporkanAgence France-Presse. Jika terbukti bersalah, mereka bisa menghadapi hukuman mati, yang dilakukan dengan cara digantung di Malaysia.

Polisi Malaysia menuduh Siti dan Doan melakukan pembunuhan setelah menyeka racun saraf VX, yang dikategorikan sebagai senjata pemusnah massal, ke wajah korban.

PBB melarang penggunaan racun tersebut di seluruh dunia. Hal itu menjadi pertanyaan besar para kritikus, bagaimana dua perempuan lugu bisa mendapatkan racun tersebut. Namun, Seoul dan Washington yakin, agen intelijen Korut sebagai otak pembunuhan, namun tudingan itu disangkal Pyongyang.

Sekitar 100 polisi, termasuk pasukan khusus bertopeng dan bersenjatakan senapan serbu dikerahkan untuk mengamankan kompleks pengadilan rendah di mana dua perempuan itu disidang, Kamis ini.

Hingga sejauh ini, polisi Malaysia masih memburu empat orang Korut yang diduga menjadikan dua perempuan itu kaki tangan mereka. Keempat, bagaimanapun, diyakini telah kembali ke Pyongyang.

Tiga warga Korut lainnya sebelumnya digambarkan sebagai "Person of Interest", termasuk seorang diplomat yang berbasis di Malaysia, telah diizinkan untuk kembali ke Pyongyang.

Pembunuhan itu memicu krisis diplomatik antara Malaysia dan Korut di mana kedua negara saling melarang warga masing-masing keluar dan menarik duta besar mereka.

Larangan perjalanan dicabut pada akhir Maret setelah sebuah kesepakatan untuk memulangkan jenazah Kim Jong Nam ke Pyongyang, dan bukan diserahkan kepada keluarga (anak dan istrinya).
Baca Juga : Kini Penyanyi Jebolan Ajang Pencarian Bakat Ini Jadi Sopir Taksi

Sumber : Tribun lampung

Siswi SMA Tepergok Setengah Bugil Dengan Seorang Anggota DPRD di Dalam Mobil


KALIMANTAN - Anggota dewan Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, berinisial, GR, akhirnya ditahan di rutan Polres HSS terkait dengan kasus asusila yang diperbuatnya.

Siswi SMA Tepergok Setengah Bugil Dengan Seorang Anggota DPRD di Dalam Mobil

Pria yang juga sebagai ketua komisi II DPRD HSS ini diketahui melakukan tindak asusila dengan pasangan di bawah umur. Berdasarkan sumber Bpost Online, pasangan dengan inisial I masih berstatus pelajar di salah satu sekolah menengah atas di HSS.
Baca : 3 Pria Ini Bawa Kabur Rp 2 Juta dari Meja Kasir Saat Pura-Pura Beli Minum

Saat kejadian, kedua tertangkap tangan oleh warga dalam kondisi setengah bugil. Melihat kejadian itu, warga sempat geram dan mau melakukan main hakim sendiri. Beruntung anggota Polsek Kandangan Kota cepat datang ke lokasi kejadian dan mengamankan keduanya.

Kepala Polres Hulu Sungai Selatan (Kapolres HSS) AKBP Sukendar Eka Ristyan Putra Sik dihubungi Rabu, (12/4) malam mengatakan bahwa GR sudah ditahan di rutan Polres HSS.

"Statusnya sudah ditingkatkan dari proses penyelidikan menjadi proses penyidikan," katanya.

Dikatakannya, penetapan status itu karena GR sudah melanggar undang-undang perlindungan anak. Mengingat pasangannya berbuat asusila masih di bawah umur. Pihak keluarga dari pasangan GR tidak terima dan merasa dipermalukan sehingga melapor ke pihak berwajib.

Kapolres juga membenarkan bahwa pasangan GR masih bersatus pelajar. Meski tidak ada laporan dari keluarga pihak perempuan atau warga, GR sudah bisa ditetapkan dalam proses penyidikan. Sebab, sudah melanggar UU tentang perlindungan anak.

Pelaku dijerat pasal 82 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas pasal UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.
Baca Juga : Wakil Wali Kota Desak Polisi Proses Kasus Siswa Minum Racun

Sumber : Tribun Lampung

3 Pria Ini Bawa Kabur Rp 2 Juta dari Meja Kasir Saat Pura-Pura Beli Minum


LAMPUNG - Kepala Polres Way Kanan Ajun Komisaris Besar Yudy Chandra Erlianto melalui Kapolsek Baradatu Komisaris Amirudin BH Maksum, melakukan gelar perkara kasus pencurian dengan pemberatan (curat), Kamis (13/4/2017).

3 Pria Ini Bawa Kabur Rp 2 Juta dari Meja Kasir Saat Pura-Pura Beli Minum

Amirudin menerangkan, Tim Satgas Anti C3 Polsek Padaratu menangkap pelaku curat berinisial ARM (21), pada Rabu (12/4/2017). Penangkapan berdasarkan laporan korban bernama Yoki (27) pada Jumat (7/4/2017).
Baca : Atlet Ini Hamil Setelah Jatuh di Air Yang Tercemar

Pencurian berawal dari tiga orang pelaku yang mendatangi toko kelontong di Kampung Bhakti Negara. Ketiganya berpura-pura membeli minuman. Saat karyawan toko lengah, para pelaku mendekati meja kasir. Mereka mencuri uang sebanyak Rp 2 juta yang disimpan di dalam laci meja.

Sumber : Tribun Lampung

Ditolak Warga Sulawesi Selatan, Polisi Larang Tablig Akbar Hizbut Tahrir


SULAWESI - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan melarang rencana penyelenggaraan tablig akbar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Lapangan Karebosi, Makassar.

Ditolak Warga Sulawesi Selatan, Polisi Larang Tablig Akbar Hizbut Tahrir

Direktur Intelkam Polda Sulsel Komisaris Besar Tjatur Abrianto mengungkapkan, pelarangan itu lantaran rencana aksi HTI tersebut mendapat tentangan dari organisasi-organisasi massa lain.
Baca : Gedor Warung Tuak, Pria Ini Jadi Tersangka Kasus Asusila

"Selain itu juga, belum adanya rekomendasi dari Badan Kesatuan Bangsa (Kesbang) dan Departemen Agama serta instansi terkait lainnya," terang Tjatur, Kamis (13/4).

Sebelumnya, pengurus DPD HTI Sulsel mengajukan surat izin Masirah Panji Rasulullah SAW dengan tema “Khilafah, kewajiban Syari, Jalan Kebangkitan Umat.”

Kegiatan itu akan dirangkaikan dengan pawai kendaraan di jalan lintas kabupaten kota dengan jumlah peserta lima puluh ribu orang. Sementara sejumlah Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor dari 14 PC menolak keras kegiatan tablig akbar HTI itu.

Mereka kemudian melayangkan surat resmi penolakan ke Polda Sulsel, Kamis hari ini, sebagai bahan pertimbangan polisi. Mereka menilai kegiatan itu menyebarkan paham anti-Pancasila.

Keempatbelas cabang GP Ansor itu dari Kabupaten Enrekang, Bulukumba, Parepare, Luwu Utara, Wajo, Luwu Timur, Sinjai, Pinrang,Bantaeng, Palopo, Barru, Bone dan Jeneponto.

Ketua GP Ansor Sulsel Muhammad Tonang menyatakan  konsisten menolak kelompok-kelompok yang akan menyebarkan paham dan ideologi selain Pancasila.
Baca Juga : Penggunaan Tato Mainan Pada Anak Dapat Memicu Ruam Merah Disekitarnya

"Organisasi ini jelas mengusung khilafah dalam bernegara, tentu saja bertentangan dengan ideologi NKRI kita yang selama ini diperjuangkan para pahlawan dan ulama-ulama pendahulu kita," tegas Ronang.

Penolakan serupa disampaikan sejumlah aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Metro Makassar dengan mengelar unjukrasa di kantor DPRD Sulsel. Anggota DPRD Sulsel Pangeran Rahim saat menerima aspirasi menyatakan akan menyampaikan aspirasi itu ke pimpinan DPRD.
Baca Juga : Perubahan Gigi Kelinci Bocah Ini Bikin Melongo

Sumber : Suara.com

Wednesday, April 12, 2017

Gedor Warung Tuak, Pria Ini Jadi Tersangka Kasus Asusila


SUMATERA UTARA - Pria bernama Indra Lesmana di Sunggal, Sumatera Utara, ditetapkan sebagai tersangka kasus asusila. Pasalnya, pria yang dipanggil Teyen dan tidak punya pekerjaan tetap ini memaksa seorang perempuan untuk berhubungan intim dengannya.

Gedor Warung Tuak, Pria Ini Jadi Tersangka Kasus Asusila

"Saat menenggak tuak, pelaku ini mengajak korbannya berhubungan badan. Namun, korban menolak dengan mengatakan, dirinya bukan wanita murahan," kata Panit Reskrim Polsekta Sunggal, Ipda Martua Manik, Selasa (11/4/2017).
Baca : Mobil Hitam Ini Nyemplung ke Kali Emerald, Gara-Gara HP

Peristiwa itu bermula saat ia menenggak tuak, di sebuah warung di Jalan Medan-Binjai KM 13, Gang Horas, Desa Puji Mulyo, Kecamatan Sunggal, Senin (10/4/2017). Jelang tengah malam, pemilik warung bermaksud menutup warung tuaknya.

Kebetulan, perempuan bernama Fitriani (31) tinggal di warung tempat usahanya itu. Menurut penjelasan Ipda Martua Manik, saat warung sudah tutup, pelaku yang diketahui bernama Indra Lesmana, tiba-tiba menggedor pintu warung, dan menjolok korban menggunakan kayu.

"Saat warung sudah tutup, pelaku ini teriak-teriak menggedor pintu warung. Lalu, ia menjolok kepala korban dengan kayu," kata Manik.

Perbuatan Indra dianggap meresahkan. Sehingga, pemilik warung keluar dan meminta INdra  pergi. Namun nahas, Indra justru mengajak pemilik warung berhubungan intim.

"Akibat perbuatan pelaku, kepala korban luka-luka dijolok kayu. Sekarang, pelaku sudah kami tahan," ungkap Manik.
Baca Juga : Begal Berjimat ini Tersungkur Saat Ditembak Polisi

Sumber : Tribun Lampung

Mobil Hitam Ini Nyemplung ke Kali Emerald, Gara-Gara HP


BANTEN - Mobil Avanza hitam bernomor polisi B1998 WFR terjun bebas ke dalam parit, di Jalan Raya Emerald Bintaro, Kelurahan Parigi Lama, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan,
Banten.

Mobil Hitam Ini Nyemplung ke Kali Emerald, Gara-Gara HP

Peristiwa tersebut terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah Bintaro. Sejumlah pengguna jalan yang melintas di lokasi kejadian sempat berhenti mengabadikan mobil nahas yang dikendarai Siti Hawa (35), warga Villa Jombang Baru.
Baca : Gadis Ditemukan Setengah Telanjang Saat Dicabuli Tujuh Pria

"Mobil melintas dari Jalan Raya Boulevard Bintaro menuju Emerald Bintaro," kata Kanit Laka Lantas Polres Tangerang Selatan Bripda Wahyu di Tangsel.

Dia menambahkan, peristiwa terjadi saat Siti Hawa yang membawa suami dan dua orang anak mereka melintas di lokasi. Tiba-tiba, salah seorang anak korban yang duduk di bangku belakang meminta telepon kepada ibunya yang sedang nyetir.

"Saat itu anaknya yang duduk di baris kedua mobil meminta handphone kepada ibunya yang sedang nyetir. Siti Hawa kemudian memberikan handphone sambil menoleh ke belakang," ungkapnya.

Saat Siti Hawa kembali melihat ke depan, posisi mobil sudah berada di pinggir kali. Korban yang panik ingin menginjak rem mobil, ternyata malah menginjak gas yang langsung nyelonong ke kali.

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Korban, suami dan anak-anaknya hanya syok. Mobil mengalami kerusakan di ban depan dan bemper depan," terangnya.

Kecelakaan tunggal yang menyebabkan mobil nyemplung ke dalam kali di wilayah ini bukan kali ini terjadi. Para pengemudi yang melintasi kawasan ini, diharapkan lebih hati-hati dalam melintas.
Baca Juga : Perubahan Gigi Kelinci Bocah Ini Bikin Melongo

Sumber : Sindonews.com

Gadis Ditemukan Setengah Telanjang Saat Dicabuli Tujuh Pria


BOGOR - Seorang gadis remaja di Kota Bogor kembali menjadi korban pencabulan. Gadis yang belum diketahui identitasnya itu telah mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari sekelompok orang.

Gadis Ditemukan Setengah Telanjang Saat Dicabuli Tujuh Pria

Tidak tanggung-tanggung, gadis yang disinyalir berusia sekitar 15 tahun itu diduga telah dicabuli oleh tujuh orang laki-laki secara bergilir. Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Condro Sasongko menuturkan.
Baca : Novel Baswedan di Teror Air Keras Selepas Subuh

Ketika itu korban ditemukan di bantaran Sungai Pakancilan, Kampung Sukajadi, Kelurahan Bondongan, kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor oleh seorang warga setempat.

"Korban ditemukan dalam keadaan tidak sadar memakai kaos warna hitam dalam keadaan tersingkap sampai leher," paparnya.

Lebih jauh Condro menjelaskan, korban sempat dicekoki minuman keras oleh pelaku sebelum dicabuli.

"Korban diajak pergi oleh FH dan HA ke bantaran Sungai Pakancilan, setelah itu korban diberikan minuman keras jenis ciu hingga mabuk dan tidak sadarkan diri," ungkap Condro.

Saat korban sudah tidak sadarkan diri, korban mulai dicabuli oleh empat orang pelaku, setelah itu korban kembali dicabuli oleh tiga pelaku lainnya.

"Korban terlebih dahulu dicabuli oleh FH, RN, AR, FS, warga Sukajadi, Bogor Selatan, kemudian korban kembali dicabuli oleh AM, HA, dan AP," jelasnya

Hingga saat ini, korban masih dirawat di RS Bhayangkara dan belum diketahui identitas serta alamat korban.

"Sementara tujuh pelaku masih dalam proses pemeriksaan, begitu pun dengan saksi-saksi masih kami mintai keterangan," pungkasnya.
Baca Juga : Netizen Penasaran Dengan Kisah Pemuda Tak Tahu Pacarnya Waria

Sumber : Tribun Lampung