Thursday, April 13, 2017

Siti Aisyah Terancam Hukum Gantung


MALAYSIA – Dua perempuan tersangka pembunuhan Kim Jong Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Nam, dibawa ke pengadilan Malaysia dengan mengenakan rompi antipeluru, Kamis (13/4/2017).

Siti Aisyah Terancam Hukum Gantung

Kedua perempuan itu adalah Siti Aisyah (25), warga negara Indonesia, dan Doan Thi Huong (28), warga negara Vietnam. Jika terbukti bersalah, keduanya teracam akan dihukum gantung.
Baca : Siswi SMA Tepergok Setengah Bugil Dengan Seorang Anggota DPRD di Dalam Mobil

Kasus yang melilit mereka terjadi pada 13 Februari 2017. Mereka diduga mengusapkan racun saraf VX ke wajah Kim Jong Nam di Bandara Kuala Lumpur sehingga korban tewas tak lama setelahnya.

Jaksa hendak membawa kasus ini ke pengadilan tinggi, di mana kedua perempuan itu akan diadili karena pembunuhan, seperti dilaporkanAgence France-Presse. Jika terbukti bersalah, mereka bisa menghadapi hukuman mati, yang dilakukan dengan cara digantung di Malaysia.

Polisi Malaysia menuduh Siti dan Doan melakukan pembunuhan setelah menyeka racun saraf VX, yang dikategorikan sebagai senjata pemusnah massal, ke wajah korban.

PBB melarang penggunaan racun tersebut di seluruh dunia. Hal itu menjadi pertanyaan besar para kritikus, bagaimana dua perempuan lugu bisa mendapatkan racun tersebut. Namun, Seoul dan Washington yakin, agen intelijen Korut sebagai otak pembunuhan, namun tudingan itu disangkal Pyongyang.

Sekitar 100 polisi, termasuk pasukan khusus bertopeng dan bersenjatakan senapan serbu dikerahkan untuk mengamankan kompleks pengadilan rendah di mana dua perempuan itu disidang, Kamis ini.

Hingga sejauh ini, polisi Malaysia masih memburu empat orang Korut yang diduga menjadikan dua perempuan itu kaki tangan mereka. Keempat, bagaimanapun, diyakini telah kembali ke Pyongyang.

Tiga warga Korut lainnya sebelumnya digambarkan sebagai "Person of Interest", termasuk seorang diplomat yang berbasis di Malaysia, telah diizinkan untuk kembali ke Pyongyang.

Pembunuhan itu memicu krisis diplomatik antara Malaysia dan Korut di mana kedua negara saling melarang warga masing-masing keluar dan menarik duta besar mereka.

Larangan perjalanan dicabut pada akhir Maret setelah sebuah kesepakatan untuk memulangkan jenazah Kim Jong Nam ke Pyongyang, dan bukan diserahkan kepada keluarga (anak dan istrinya).
Baca Juga : Kini Penyanyi Jebolan Ajang Pencarian Bakat Ini Jadi Sopir Taksi

Sumber : Tribun lampung

Siswi SMA Tepergok Setengah Bugil Dengan Seorang Anggota DPRD di Dalam Mobil


KALIMANTAN - Anggota dewan Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, berinisial, GR, akhirnya ditahan di rutan Polres HSS terkait dengan kasus asusila yang diperbuatnya.

Siswi SMA Tepergok Setengah Bugil Dengan Seorang Anggota DPRD di Dalam Mobil

Pria yang juga sebagai ketua komisi II DPRD HSS ini diketahui melakukan tindak asusila dengan pasangan di bawah umur. Berdasarkan sumber Bpost Online, pasangan dengan inisial I masih berstatus pelajar di salah satu sekolah menengah atas di HSS.
Baca : 3 Pria Ini Bawa Kabur Rp 2 Juta dari Meja Kasir Saat Pura-Pura Beli Minum

Saat kejadian, kedua tertangkap tangan oleh warga dalam kondisi setengah bugil. Melihat kejadian itu, warga sempat geram dan mau melakukan main hakim sendiri. Beruntung anggota Polsek Kandangan Kota cepat datang ke lokasi kejadian dan mengamankan keduanya.

Kepala Polres Hulu Sungai Selatan (Kapolres HSS) AKBP Sukendar Eka Ristyan Putra Sik dihubungi Rabu, (12/4) malam mengatakan bahwa GR sudah ditahan di rutan Polres HSS.

"Statusnya sudah ditingkatkan dari proses penyelidikan menjadi proses penyidikan," katanya.

Dikatakannya, penetapan status itu karena GR sudah melanggar undang-undang perlindungan anak. Mengingat pasangannya berbuat asusila masih di bawah umur. Pihak keluarga dari pasangan GR tidak terima dan merasa dipermalukan sehingga melapor ke pihak berwajib.

Kapolres juga membenarkan bahwa pasangan GR masih bersatus pelajar. Meski tidak ada laporan dari keluarga pihak perempuan atau warga, GR sudah bisa ditetapkan dalam proses penyidikan. Sebab, sudah melanggar UU tentang perlindungan anak.

Pelaku dijerat pasal 82 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas pasal UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.
Baca Juga : Wakil Wali Kota Desak Polisi Proses Kasus Siswa Minum Racun

Sumber : Tribun Lampung

3 Pria Ini Bawa Kabur Rp 2 Juta dari Meja Kasir Saat Pura-Pura Beli Minum


LAMPUNG - Kepala Polres Way Kanan Ajun Komisaris Besar Yudy Chandra Erlianto melalui Kapolsek Baradatu Komisaris Amirudin BH Maksum, melakukan gelar perkara kasus pencurian dengan pemberatan (curat), Kamis (13/4/2017).

3 Pria Ini Bawa Kabur Rp 2 Juta dari Meja Kasir Saat Pura-Pura Beli Minum

Amirudin menerangkan, Tim Satgas Anti C3 Polsek Padaratu menangkap pelaku curat berinisial ARM (21), pada Rabu (12/4/2017). Penangkapan berdasarkan laporan korban bernama Yoki (27) pada Jumat (7/4/2017).
Baca : Atlet Ini Hamil Setelah Jatuh di Air Yang Tercemar

Pencurian berawal dari tiga orang pelaku yang mendatangi toko kelontong di Kampung Bhakti Negara. Ketiganya berpura-pura membeli minuman. Saat karyawan toko lengah, para pelaku mendekati meja kasir. Mereka mencuri uang sebanyak Rp 2 juta yang disimpan di dalam laci meja.

Sumber : Tribun Lampung

Atlet Ini Hamil Setelah Jatuh di Air Yang Tercemar


BRAZIL - Setiap perempuan pasti ingin memiliki anak dan akan sangat senang jika dikaruniai buah hati. Namun, hal tersebut tak dirasakan seorang perempuan dari Denmark ini.

Atlet Ini Hamil Setelah Jatuh di Air Yang Tercemar

Alvilda Jensen, perempuan yang juga atlet sampan ini tiba-tiba menjadi perhatian banyak pasang mata karena diketahui tengah hamil tanpa melakukan hubungan intim layaknya pasangan yang telah menikah.
Baca : Inilah Lima Bahan Untuk Pakaian Masa Depan, Salah Satunya Kotoran Sapi

Awalnya perempuan berusia 27 tahun ini tiba di Rio de Janeiro, Brasil, pada 12 Juli 2016 untuk membiasakan diri dengan kondisi berlayar warga lokal sebelum Olimpiade Rio 2016 berlangsung.

Ia juga menjalani pemeriksaan medis terakhir sebelum berpartisipasi dalam kompetisi tersebut. Namun anehnya tim medis malah menyatakan jika dirinya tengah hamil.

Pernyataan dokter kontan membuatnya bingung, karena bagaimana ia bisa hamil padahal selama tiga bulan terakhir tidak melakukan hubungan seks. Alvida akhirnya mengklaim jika kehamilannya disebabkan saat ia jatuh di perairan Teluk Guanabara yang terdapat sperma dalam air tercemar.

"Hari pertama saya pergi berlayar dan menemukan ada banyak kondom dan jarum suntik mengambang di atas air. Itu benar-benar menjijikan. Ini benar-benar mengganggu saya untuk melihat sampah, jadi saya kehilangan konsentrasi dan jatuh ke air. Saya tahu jika air itu akan membuat saya sakit, tapi saya tidak berharap untuk hamil," ucapnya kepada wartawan lokal.

Para ahli menjelaskan jika perairan di pesisir sekitar Rio de Janeiro memang telah terkontaminasi dengan limbah mentah dan patogen yang berkeliara di sana, sehingga bisa membuat orang sakit.

Bahkan tempat itu dijadikan sebagai tempat pembuangan puluhan ribu ikan mati bagi para pekerja kota.

Spermatozoa sebenarnya bisa bertahan hingga dua belas jam dalam air, sehingga memungkinkan menjadi hamil ketika berenang di air yang dipenuhi kondom, tetapi kemungkinannya sangat kecil.
Baca Juga : Paman Sering Nonton Tv di Rumahnya, Bocah Ini Hamil

Sumber : Liputan6

Inilah Lima Bahan Untuk Pakaian Masa Depan, Salah Satunya Kotoran Sapi


Breakandnews.com - Dunia fashion tidak akan pernah mati. Industri ini terus berinovasi. Untuk itu Global Change Award memberikan penghargaan kepada 5 fashion inovator yang mempunyai ide brilian untuk membuat pakaian masa depan.

Inilah Lima Bahan Untuk Pakaian Masa Depan, Salah Satunya Kotoran Sapi

Mereka diminta membuat inovasi dari semua bahan yang ada di dunia tapi ramah lingkungan. Serta proyek ini bisa dikerjakan pada tahun 2040. Ada 5 pemenang yang berhasil mendapatkannya. Apa inovasi mereka? Berikut penjelasannya :
Baca : Ditolak Warga Sulawesi Selatan, Polisi Larang Tablig Akbar Hizbut Tahrir

1. Kotoran sapi
Jalila Essaidi dan timnya telah menciptakan formula untuk membuat kain lembut dari kotoran sapi. Proses itu sendiri mampu mengurangi gas metana (pencemar terbesar di planet ini). Dengan kotoran sapi ini, Essaidi telah menciptakan beberapa desain pakaian dengan labelnya.

2. Mencelupkan denim
Proses tradisional pencelupan denim ternyata membutuhkan banyak air dan energi. Bahkan proses ini menghasilkan limbah pewarna ke beberapa saluran air. Untuk itu, Xuangai Wang dan timnya melakukan pencelupan denim di saluran air yang sudah terkena limbah. Selain mengurangi biaya, ini berarti celana jeans ini bisa dijual murah.

3. Tekstil surya
Miguel A. Modestino dan timnya menemukan cara pembuatan nilon hanya dengan air, energi surya, dan limbah pabrik. Dengan begini, bukannya melepaskan gas ke udara, cara ini berpotensi memberikan kontribusi terhadap dunia nol-emisi.

4. Daur ulang
Beberapa bahan pakaian yang kita gunakan biasanya ada komponen yang tidak terdaftar. Melihat itu, Natasha Franck akan membuat “daftar bahan” digital, yang memudahkan konsumen mendapatkan semua informasi soal bahan pakaian.
Baca Juga : Gedor Warung Tuak, Pria Ini Jadi Tersangka Kasus Asusila

5. Kulit anggur
Untuk memproduksi bahan kulit terbaik maka dibutuhkan banyak air, energi, dan bahan kimia. Tapi Rosa Rosella Longobardo telah menemukan cara alami, yaitu dengan kulit anggur. Sisa-sisa anggur, termasuk kulit dan batangnya, bisa menciptakan karbon dioksida dan menjadi bahan baku dalam proses produksi kulit.

Semua inovasi di atas masih dalam awal namun bukan tidak mungkin kita bisa menggunakan salah satu bahan di atas untuk pakaian di masa depan.

Sumber : Tribun lampung

Ditolak Warga Sulawesi Selatan, Polisi Larang Tablig Akbar Hizbut Tahrir


SULAWESI - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan melarang rencana penyelenggaraan tablig akbar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Lapangan Karebosi, Makassar.

Ditolak Warga Sulawesi Selatan, Polisi Larang Tablig Akbar Hizbut Tahrir

Direktur Intelkam Polda Sulsel Komisaris Besar Tjatur Abrianto mengungkapkan, pelarangan itu lantaran rencana aksi HTI tersebut mendapat tentangan dari organisasi-organisasi massa lain.
Baca : Gedor Warung Tuak, Pria Ini Jadi Tersangka Kasus Asusila

"Selain itu juga, belum adanya rekomendasi dari Badan Kesatuan Bangsa (Kesbang) dan Departemen Agama serta instansi terkait lainnya," terang Tjatur, Kamis (13/4).

Sebelumnya, pengurus DPD HTI Sulsel mengajukan surat izin Masirah Panji Rasulullah SAW dengan tema “Khilafah, kewajiban Syari, Jalan Kebangkitan Umat.”

Kegiatan itu akan dirangkaikan dengan pawai kendaraan di jalan lintas kabupaten kota dengan jumlah peserta lima puluh ribu orang. Sementara sejumlah Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor dari 14 PC menolak keras kegiatan tablig akbar HTI itu.

Mereka kemudian melayangkan surat resmi penolakan ke Polda Sulsel, Kamis hari ini, sebagai bahan pertimbangan polisi. Mereka menilai kegiatan itu menyebarkan paham anti-Pancasila.

Keempatbelas cabang GP Ansor itu dari Kabupaten Enrekang, Bulukumba, Parepare, Luwu Utara, Wajo, Luwu Timur, Sinjai, Pinrang,Bantaeng, Palopo, Barru, Bone dan Jeneponto.

Ketua GP Ansor Sulsel Muhammad Tonang menyatakan  konsisten menolak kelompok-kelompok yang akan menyebarkan paham dan ideologi selain Pancasila.
Baca Juga : Penggunaan Tato Mainan Pada Anak Dapat Memicu Ruam Merah Disekitarnya

"Organisasi ini jelas mengusung khilafah dalam bernegara, tentu saja bertentangan dengan ideologi NKRI kita yang selama ini diperjuangkan para pahlawan dan ulama-ulama pendahulu kita," tegas Ronang.

Penolakan serupa disampaikan sejumlah aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Metro Makassar dengan mengelar unjukrasa di kantor DPRD Sulsel. Anggota DPRD Sulsel Pangeran Rahim saat menerima aspirasi menyatakan akan menyampaikan aspirasi itu ke pimpinan DPRD.
Baca Juga : Perubahan Gigi Kelinci Bocah Ini Bikin Melongo

Sumber : Suara.com

Wednesday, April 12, 2017

Gedor Warung Tuak, Pria Ini Jadi Tersangka Kasus Asusila


SUMATERA UTARA - Pria bernama Indra Lesmana di Sunggal, Sumatera Utara, ditetapkan sebagai tersangka kasus asusila. Pasalnya, pria yang dipanggil Teyen dan tidak punya pekerjaan tetap ini memaksa seorang perempuan untuk berhubungan intim dengannya.

Gedor Warung Tuak, Pria Ini Jadi Tersangka Kasus Asusila

"Saat menenggak tuak, pelaku ini mengajak korbannya berhubungan badan. Namun, korban menolak dengan mengatakan, dirinya bukan wanita murahan," kata Panit Reskrim Polsekta Sunggal, Ipda Martua Manik, Selasa (11/4/2017).
Baca : Mobil Hitam Ini Nyemplung ke Kali Emerald, Gara-Gara HP

Peristiwa itu bermula saat ia menenggak tuak, di sebuah warung di Jalan Medan-Binjai KM 13, Gang Horas, Desa Puji Mulyo, Kecamatan Sunggal, Senin (10/4/2017). Jelang tengah malam, pemilik warung bermaksud menutup warung tuaknya.

Kebetulan, perempuan bernama Fitriani (31) tinggal di warung tempat usahanya itu. Menurut penjelasan Ipda Martua Manik, saat warung sudah tutup, pelaku yang diketahui bernama Indra Lesmana, tiba-tiba menggedor pintu warung, dan menjolok korban menggunakan kayu.

"Saat warung sudah tutup, pelaku ini teriak-teriak menggedor pintu warung. Lalu, ia menjolok kepala korban dengan kayu," kata Manik.

Perbuatan Indra dianggap meresahkan. Sehingga, pemilik warung keluar dan meminta INdra  pergi. Namun nahas, Indra justru mengajak pemilik warung berhubungan intim.

"Akibat perbuatan pelaku, kepala korban luka-luka dijolok kayu. Sekarang, pelaku sudah kami tahan," ungkap Manik.
Baca Juga : Begal Berjimat ini Tersungkur Saat Ditembak Polisi

Sumber : Tribun Lampung

Mobil Hitam Ini Nyemplung ke Kali Emerald, Gara-Gara HP


BANTEN - Mobil Avanza hitam bernomor polisi B1998 WFR terjun bebas ke dalam parit, di Jalan Raya Emerald Bintaro, Kelurahan Parigi Lama, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan,
Banten.

Mobil Hitam Ini Nyemplung ke Kali Emerald, Gara-Gara HP

Peristiwa tersebut terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah Bintaro. Sejumlah pengguna jalan yang melintas di lokasi kejadian sempat berhenti mengabadikan mobil nahas yang dikendarai Siti Hawa (35), warga Villa Jombang Baru.
Baca : Gadis Ditemukan Setengah Telanjang Saat Dicabuli Tujuh Pria

"Mobil melintas dari Jalan Raya Boulevard Bintaro menuju Emerald Bintaro," kata Kanit Laka Lantas Polres Tangerang Selatan Bripda Wahyu di Tangsel.

Dia menambahkan, peristiwa terjadi saat Siti Hawa yang membawa suami dan dua orang anak mereka melintas di lokasi. Tiba-tiba, salah seorang anak korban yang duduk di bangku belakang meminta telepon kepada ibunya yang sedang nyetir.

"Saat itu anaknya yang duduk di baris kedua mobil meminta handphone kepada ibunya yang sedang nyetir. Siti Hawa kemudian memberikan handphone sambil menoleh ke belakang," ungkapnya.

Saat Siti Hawa kembali melihat ke depan, posisi mobil sudah berada di pinggir kali. Korban yang panik ingin menginjak rem mobil, ternyata malah menginjak gas yang langsung nyelonong ke kali.

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Korban, suami dan anak-anaknya hanya syok. Mobil mengalami kerusakan di ban depan dan bemper depan," terangnya.

Kecelakaan tunggal yang menyebabkan mobil nyemplung ke dalam kali di wilayah ini bukan kali ini terjadi. Para pengemudi yang melintasi kawasan ini, diharapkan lebih hati-hati dalam melintas.
Baca Juga : Perubahan Gigi Kelinci Bocah Ini Bikin Melongo

Sumber : Sindonews.com

Gadis Ditemukan Setengah Telanjang Saat Dicabuli Tujuh Pria


BOGOR - Seorang gadis remaja di Kota Bogor kembali menjadi korban pencabulan. Gadis yang belum diketahui identitasnya itu telah mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari sekelompok orang.

Gadis Ditemukan Setengah Telanjang Saat Dicabuli Tujuh Pria

Tidak tanggung-tanggung, gadis yang disinyalir berusia sekitar 15 tahun itu diduga telah dicabuli oleh tujuh orang laki-laki secara bergilir. Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Condro Sasongko menuturkan.
Baca : Novel Baswedan di Teror Air Keras Selepas Subuh

Ketika itu korban ditemukan di bantaran Sungai Pakancilan, Kampung Sukajadi, Kelurahan Bondongan, kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor oleh seorang warga setempat.

"Korban ditemukan dalam keadaan tidak sadar memakai kaos warna hitam dalam keadaan tersingkap sampai leher," paparnya.

Lebih jauh Condro menjelaskan, korban sempat dicekoki minuman keras oleh pelaku sebelum dicabuli.

"Korban diajak pergi oleh FH dan HA ke bantaran Sungai Pakancilan, setelah itu korban diberikan minuman keras jenis ciu hingga mabuk dan tidak sadarkan diri," ungkap Condro.

Saat korban sudah tidak sadarkan diri, korban mulai dicabuli oleh empat orang pelaku, setelah itu korban kembali dicabuli oleh tiga pelaku lainnya.

"Korban terlebih dahulu dicabuli oleh FH, RN, AR, FS, warga Sukajadi, Bogor Selatan, kemudian korban kembali dicabuli oleh AM, HA, dan AP," jelasnya

Hingga saat ini, korban masih dirawat di RS Bhayangkara dan belum diketahui identitas serta alamat korban.

"Sementara tujuh pelaku masih dalam proses pemeriksaan, begitu pun dengan saksi-saksi masih kami mintai keterangan," pungkasnya.
Baca Juga : Netizen Penasaran Dengan Kisah Pemuda Tak Tahu Pacarnya Waria

Sumber : Tribun Lampung

Novel Baswedan di Teror Air Keras Selepas Subuh


JAKARTA - Selasa subuh, 11 April 2017, seperti biasanya Novel Baswedan menunaikan salat subuh berjamaah di Masjid Al Ihsan Kelapa Gading, Jakarta Utara yang letaknya tidak jauh dari rumahnya.

Novel Baswedan di  Teror Air Keras Selepas Subuh

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini diketahui memang selalu melaksanakan ibadah salat subuh di masjid ini. Bahkan, ketika namanya mulai heboh diberitakan, seperti pada kasus dugaan penganiayaan pelaku pencurian sarang burung walet yang menyeret namanya, Novel tetap melakukan salat subuh berjamaah.
Baca : Paman Sering Nonton Tv di Rumahnya, Bocah Ini Hamil

Namun, usai melaksanakan salat subuh pagi itu, teror tiba-tiba datang. Novel yang tengah berjalan kaki menuju rumahnya diserang sosok tak dikenal. Dua orang yang diduga pria, dengan menumpang sebuah sepeda motor, langsung mendekat dan menyiram cairan ke wajah Novel.

Cairan yang belakangan diketahui adalah air keras tersebut langsung membuat Novel kesakitan. Pandangan kabur. Sementara pelaku langsung melarikan diri meninggalkan Novel yang kesakitan dan berusaha berteriak minta tolong.

Teriakan Novel pun didengar oleh jemaah yang masih berzikir di masjid.

"Kejadian usai salat subuh kita zikir, tapi Pak Novel pulang sebelum zikir berakhir," kata Ketua RT 03 RW 10 Pegangsaan II, Kelapa Gading Wisnu Broto, Selasa (11/4/2017).

Menurut dia, jemaah sadar ada yang tidak beres ketika mendengar teriakan Novel.

"Tiba-tiba kita di masjid dengar orang kesakitan, 'Tolong... tolong... Aduh panas!' Jemaah kita saling pandang, ada yang teriak, ternyata Pak Novel, lalu satu masjid keluar semua," ujar Wisnu.

Polisi berjaga di tempat Penyidik KPK Novel Baswedan diserang oleh orang tak dikenal, Jakarta, Selasa (11/4). Setelah insiden penyerangan tersebut, Kapolri perintahkan Rumah Novel Baswedan dijaga. Dia melihat Novel Baswedan lari ke arah keran air wudu. Tapi, lanjut dia, Novel sempat menabrak pohon. Akibatnya, dahinya benjol.

"Pak Novel mengucurkan air wudu ke muka semua. Lalu saya bersama jamaah bawa ke masjid," ucap Wisnu.

Warga yang kemudian menyisir lokasi kejadian menemukan jejak-jejak pelaku saat melancarkan kejahatannya.

"Di TKP saya lihat-lihat sendal Pak Novel dan cangkir yang diduga buat siram air keras," ujar Wisnu.
Baca Juga : Hadiri Undangan Pernikahan Mantan Kekasih, di Pintu Masuk Malah Ada Tulisan Seperti Ini

Selain itu, terlihat bercak air keras yang disiramkan ke wajah Novel Baswedan masih membekas jelas di tempat kejadian. Bercak tersebut sampai membuat warna aspal memutih di lokasi kejadian yang hanya berjarak dua rumah dari kediaman Novel Baswedan.

Sementara, polisi yang tak lama kemudian tiba di lokasi kejadian juga langsung memeriksa sejumlah saksi dan menelusuri lokasi kejadian.

"Dari keterangan korban dan saksi, tersangka diduga ada dua orang dengan menggunakan motor matic jenis bebek," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Dwiyono di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Namun, ciri-ciri para pelaku belum diketahui persis lantaran keduanya langsung melarikan diri usai menyiram air keras ke Novel.

"Usai melakukan, tersangka langsung melarikan diri menggunakan motor yang dipakai," ujar dia.

Kabar tentang teror yang menimpa Novel Baswedan dengan cepat menyebar. Tak kurang dari Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan yang langsung mendatangi RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, tempat Novel dirawat.

Berdasarkan hasil pembicaraan dengan penyidik kasus e-KTP ini, Iriawan mengatakan Novel sempat curiga ada seseorang yang mengikuti dia dalam beberapa hari sebelum kasus penyiraman air keras ini.

"Nah, dia sadar dan beberapa hari memang ada kecurigaan, tapi beliau katakan ya sudah tidak masalah (tanpa pengawalan)," jelas Iriawan.

Oleh karena itu, Iriawan menambahkan, pihaknya terus mendalami saksi-saksi untuk mempercepat meringkus pelaku penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan.

"Kami turut melakukan pendalaman dari saksi yang ada, termasuk yang tadi pagi, marbut masjid, kemudian tetangga beliau. Mudah-mudahan ya, bisa terungkap secepatnya," tutup Iriawan.

Keterangan yang disampaikan Iriawan sama dengan apa yang diceritakan adik Novel, Taufik Baswedan.

Kepada sang adik, Novel mengaku ada yang membuntutinya sebulan belakangan ini. Namun saat itu Novel mengaku tidak ambil pusing soal pria misterius yang memperhatikan gerak-geriknya. Lantaran ia mengaku sadar atas profesinya sebagai penyidik KPK memiliki risiko.

"Udah sebulan ini, Novel cerita ya kalau ada yang mengikuti. Ada kadang seorang, kadang dua orang naik motor," kata Taufik Baswedan.

Ia melanjutkan, Novel pun berusaha kembali memperhatikan orang yang diduga membuntuti dirinya itu. Namun, seringkali orang tersebut selalu menghindar dan langsung pergi.

"Dia langsung pergi kalau diperhatikan balik sama Novel," kata dia.

Tak hanya di jalan, Novel juga mengungkapkan, pria misterius itu seringkali berada di kawasan Masjid Al Ikhsan di dekat kediamannya.
Baca : Tukang Cincau Ini Dibayar Dengan Uang Mainan

"Novel beberapa hari belakangan ini juga sudah memperhatikan ada orang nongkrong di masjid tapi tidak ikut salat, padahal sudah masuk waktu salat. Pas azan subuh kata Novel Baswedan biasanya," tutur dia.

Sementara itu, Novel sendiri mengaku kesulitan melihat akibat luka bakar di wajahnya. Hal itu disampaikan Juru Bicara Presiden Johan Budi, usai menjenguk Novel di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Tadi saya sempat lihat dan berbincang dengan Novel. Jadi sebelah kanan wajahnya luka-luka agak lebam gitu. Kedua matanya kena tapi belum pemeriksaan mendalam. Dia mengaku pandangannya agak kabur di mata sebelah kiri. Lagi diperiksa oleh dokter," tutur Johan.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengecam keras aksi penyiraman air keras yang ditujukan pada Novel Baswedan. Presiden menyebut tindakan penyerangan ini sangat brutal.

"Ya itu tindakan yang brutal," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta.

Jokowi ingin kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan segera diungkap. Sebab, mantan Gubernur DKI Jakarta itu tak mau kejadian serupa menimpa penyidik lainnya.

"Saya kira hal itu tidak boleh terulang," tandas Jokowi.

Namun demikian, Jokowi meminta para penyidik KPK tidak patah arang dalam mengusut kasus korupsi.

"Tetap semangat bekerja," kata Jokowi.

Jokowi juga tetap meminta para penyidik KPK untuk tetap waspada. Sebab, kata dia, kewaspadaan juga tak kalah penting dalam menjalankan tugas.

"Semua penyidik harus waspada," ujar dia.

Tanggapan keras juga datang dari mantan Ketua KPK Abraham Samad yang datang menjenguk Novel Baswedan. Abraham menilai penyiraman Novel dengan air keras itu merupakan tindakan biadab demi membungkam penyidik kasus e-KTP tersebut.

"Ini adalah cara yang biadab. Cara yang ingin membungkam orang yang ingin menegakkan kebenaran. Cara-cara yang ingin membungkam orang yang ingin berantas korupsi di Indonesia," tutur Abraham Samad di Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga, Jakarta Utara.

Bagi Samad, tindakan itu tidak jauh beda dengan upaya kriminalisasi. Dia berharap pemerintah dapat tanggap menyelesaikan persoalan yang menimpa Novel Baswedan tersebut.

"Saya minta negara dan seluruh aparat harus bisa lindungi segenap warga negara yang bisa sedang memperjuangan negara. Tidak boleh lepas tangan begitu saja karena teman-teman kita seperti Novel dan lainnya, sedang melakukan tugas yang diemban oleh negara," jelas dia.

"Negara pasti punya konsep terhadap warga yang sedang memperjuangan negaranya sendiri," pungkas Abraham Samad.

Sementara itu, mantan Pimpinan KPK Bambang Widjojanto mendatangi gedung KPK sebagai betuk dukungan atas kejadian yang menimpa salah satu penyidiknya.

"Kehadiran saya ke sini bagian apresiasi dan dukungan. Kita adalah Novel Baswedan. Saya, kita, kamu, kalian adalah Novel Baswedan. Tugas kita adalah melawan segala bentuk teror dari para teroris yang merupakan koruptor dan ini adalah serangan balik yang luar biasa," ujar Bambang.

Kejadian yang menimpa Novel Baswedan, ia menjelaskan, merupakan salah satu bentuk terrorizing dan pelakunya adalah teroris. Sebab, tindakan yang dilakukan pelaku telah di luar batas.

"Kejadian seperti ini harus dituntaskan. Kalau tidak pernah berhasil dituntaskan maka tidak pernah berakhir. Ini akan terus menerus terjadi. Kalau tidak segera dituntaskan itu artinya upaya pemberantasan korupsi tengah ditikam ulu hatinya," ujar Bambang.

Tindakan seperti ini, menurut dia telah mempersoalkan keinginan Presiden Jokowi dalam mewujudkan program Nawacita. Untuk itu, dia meminya agar negara juga memberikan jaminan keamanan kepada pihak-pihak yang sedang menjalankan tugas serius, seperti Novel Baswedan yang merupakan penyidik otentik KPK.
Baca Juga : Begitu Romantis, Korban Bom Boston Ini Akan Nikahi PMK Penyelamatnya

"Ini suatu kejahatan yang langsung mempersoalkan keinginan pak Jokowi mewujudkan Nawacita. Salah satunya adalah bahwa negara tidak ingin absen. Ini dapat dijadikan gagal dalam memberikan jaminan securitas kepada pihak-pihak yang sedang menjalankan tugas," tegas Bambang.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersuara keras atas teror yang diarahkan kepada Novel Baswedan. Presiden mengutuk keras aksi penyiraman air keras itu dan menilai tindakan ini merupakan murni kriminal.

Setelah mendengar kabar itu, Jokowi langsung memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengusut tuntas kasus ini dn menangkap pelakunya.

"Saya perintahkan kepada Kapolri untuk dicari siapa (pelakunya)," tegas Jokowi di Istana Negara, Jakarta.

Jokowi tidak mau berkomentar banyak soal kasus ini. Dia juga tidak mau berandai-andai peristiwa ini merupakan bagian dari pelemahan KPK.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menilai, penyiraman air keras kepada Novel murni aksi kriminal. Karena itu, Polri harus segera menuntaskan kasus ini.

"Ini kriminal. Ini tugas Kapolri untuk mencari (pelakunya)," ujar dia.

Jokowi menyatakan, orang seperti Novel tidak boleh mendapat perlakuan tak beradab seperti ini.

"Jangan sampai orang-orang yang punya prinsip teguh seperti itu dilukai dengan cara-cara yang tak beradab," ujar Jokowi.

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian langsung menindak lanjuti perintah itu. Dia membentuk tim khusus untuk mengusut kasus penyerangan Novel Baswedan. Satgas itu diharapkan dapat menangkap pelaku dan menguak motif di balik tindakan brutal itu.

"Kita sudah bentuk tim khusus gabungan dari Polres, Polda, dan Mabes, berusaha maksimal untuk ungkap," tutur Tito usai menjenguk Novel di Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga, Jakarta Utara.

Adapun untuk pengamanan para penyidik KPK yang lainnya, Tito mengaku masih membicaraknnya dengan pihak yang bersangkutan. Jika memang diminta, Polri tidak segan untuk membantu.

"Akan koordinasi dengan ketua KPK. Memang sebaiknya dikawal, tapi semua saya serahkan kepada ketua KPK. Kalau ketua KPK meminta pengawalan, kita akan lakukan semua. Saya serahkan dan saya hanya tawaran," jelas dia.

Teror terhadap Novel juga mengundang reaksi dari seluruh pegawai KPK yang tergabung dalam Wadah Pegawai KPK. Ketua I Wadah Pegawai KPK Hery Nurudin menyampaikan rasa duka para pegawai KPK atas tindak kekerasan yang diterima Ketua Wadah Pegawai KPK itu.

Hery menyebut tindakan ini merupakan upaya pelemahan KPK dalam memberantas korupsi di Tanah Air. Puluhan aktivis gerakan anti korupsi menggelar aksi di gedung KPK, Jakarta (11/4). Mereka menggelar aksi sambil membawa poster Novel Baswedan dan mengutuk pelaku penyerangan terhadap novel.

"Kami mengutuk keras perbuatan biadab tersebut sebagai bentuk dari teror dan bagian dari upaya pelemahan KPK dan perlawanan balik terhadap pemberantasan korupsi," ujar Hery dalam keterangan resmi Wadah Pegawai KPK.
Baca Juga : Wanita Cantik Ini Mengaku Bawa Bom di Bandara I Gusti Ngurah Rai

Dia mengatakan, tindak teror ini bukanlah yang pertama dialami Novel Baswedan. Para penyidik dalam kasus e-KTP itu pernah mengalami sejumlah teror.

"Peristiwa ini bukanlah peristiwa pertama kali kepada Novel Baswedan, melainkan peristiwa berulang yang pernah dilakukan terhadap Beliau, mulai dari intimidasi, tabrak lari sampai dengan peristiwa hari ini, penyiraman air keras," papar dia.

Meski begitu, Hery menegaskan tindak kekerasan yang dialami Novel Baswedan ini tidak akan membuat para pegawai KPK lain takut dalam menjalankan tugas.

"Kami tegaskan bahwa selangkah pun kami tidak akan mundur, apa pun risikonya, karena kami yakin perjuangan pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti dengan ancaman, intimidasi, maupun serangan apapun juga," tegas Hery.

"Novel adalah kami dan kami adalah KPK yang tidak akan pernah berhenti untuk berjuang melawan korupsi. Kami Novel dan Kami Tidak Takut," tegas dia.
Baca Juga : Pria Ini Dapat Umrah Gratis Dari Ketua MPR

 Sumber : Liputan6

Nenek Ini Ditangkap Polisi Gara-Gara Dititipi Sabu-Sabu 10 Gram


MEDAN - Nenek Semi (65), warga Jalan Pancing Pasar IV, Gang Cilik, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, sudah berulang kali membantah berjualan sabu-sabu.

Nenek Ini Ditangkap Polisi Gara-Gara Dititipi Sabu-Sabu 10 Gram

Namun, Nek Semi, begitu dia disapa, tetap diamankan personel Satuan Narkoba Polres Pelabuhan Belawan karena di rumahnya ditemukan barang bukti sabu-sabu seberat 10 gram.
Baca : Paman Sering Nonton Tv di Rumahnya, Bocah Ini Hamil

Nek Semi mengaku, barang haram itu bukan miliknya dan tidak pernah menjual kepada orang lain. Dia menjelaskan, sabu-sabu itu milik seorang lelaki bernama Ade.

"Itu bukan milik saya. Sabu-sabu itu milik orang lain, bernama Ade. Saya tidak ada menjual," kata Nek Semi yang telah memiliki dua cucu kepada petugas di Polres Pelabuhan Belawan.

Nek Semi hanya mengakui, barang haram itu dititipkan kepadanya oleh Ade. Dia sudah dititipi sabu-sabu sebanyak empat kali oleh Ade. Namun, Nek Semi tidak tahu Ade tinggal di mana karena selama ini Ade yang selalu datang ke rumahnya.

"Sudah dua bulan ini sabu-sabunya diantar empat kali. Tiap diantar, saya dikasih uang Rp50.000. Uang itulah untuk kebutuhan sehari-sehari," aku janda tiga anak itu.

Namun, petugas Satuan Narkoba Polres Pelabuhan Belawan punya analisa berbeda. Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan, AKP Dedi Kurniawan mengatakan, hasil penyelidikan petugas, Nek Semi sudah enam bulan melakoni bisnis haram tersebut.

“Barang bukti sabu-sabu 10 gram kami temukan disembunyikan di gorden," ungkapnya.

Dedi menambahkan, Nek Semi sudah berulang kali diingatkan oleh Kepala Lingkungan dan Babinkamtibmas agar menghentikan bisnis haramnya tersebut. Namun, peringatan tersebut tak pernah digubrisnya.
Baca Juga : Satu Keluarga Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Dalam Rumah

Akhirnya, kata Dedi, Nek Semi ditetapkan sebagai tersangka pengedar sabu-sabu. Apalagi di lingkungan tempat tinggalnya, Nek Semi dikenal sebagai Ratu Paket Hemat.

“Paket sabu-sabu Rp50.000, oleh Nek Semi diciutkan dan dijual dengan harga Rp30.000,” katanya.

Bahkan, Nek Semi menyediakan rumahnya sebagai tempat untuk mengonsumsi sabu-sabu. Polisi pun menjerat Nek Semi dengan Pasal 114 Jo 112 tentang narkotika.

"Tersangka terancam dengan hukuman lebih dari lima tahun," pungkas Dedi.
Baca Juga : Seorang Wanita Melahirkan di Pesawat Dengan Bantuan Pramugari

Sumber : Sindonews.com

Paman Sering Nonton Tv di Rumahnya, Bocah Ini Hamil


LAMPUNG - Seorang pria berinisial DS di Way Kanan menjadi tersangka pencabulan. Korban tak lain keponakannya sendiri, sebut saja Melati, yang berusia 15 tahun.

Paman Sering Nonton Tv di Rumahnya, Bocah Ini Hamil

Terungkapnya kasus ini setelah korban bersama orangtuanya melapor ke Polres Way Kanan. Sehari kemudian, Selasa (4/4), polisi menangkap DS di rumahnya di Kecamatan Buay Bahuga.
Baca : Begal Berjimat ini Tersungkur Saat Ditembak Polisi

"Korban bersama orangtuanya melapor ke Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polres Way Kanan. Anggota sudah menahan tersangka," ujar Kasat Reskrim Ajun Komisaris Sugandhi Satria Nugraha mewakili Kapolres Way Kanan Ajun Komisaris Besar Yudy Chandra Erlianto melalui ponsel.

Sugandhi mengungkapkan, tersangka mencabuli korban sebanyak tiga kali. Peristiwa pertama terjadi di rumah korban.

"Tersangka awalnya sering berkunjung ke rumah korban untuk menumpang nonton televisi," katanya.

Suatu hari pada Juli 2015 itu, DS datang ke rumah sekitar pukul 16.00 WIB. Ia sempat menanyakan keberadaan orangtua korban.

Sugandhi menjelaskan, korban saat itu menjawab bahwa orangtuanya sedang pergi ke sawah. Tanpa rasa curiga, korban membiarkan DS masuk. Seperti biasa, DS kemudian menonton tv.

"Sementara korban tertidur karena mengantuk. Saat itulah timbul niat tersangka untuk berbuat cabul," ujar Sugandhi.

Beberapa saat kemudian, Sugandhi menuturkan, korban terbangun dan kaget melihat sang paman membuka celananya. Setelah berbuat cabul, DS pergi.
Baca Juga : Indonesia Rebut Satu Medali Perunggu di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior 2017

"Tersangka sempat mengancam korban supaya tidak bercerita kepada siapapun," katanya.

DS kembali melakukan aksinya pada pertengahan tahun 2016. Awalnya, tersangka datang ke rumah korban sekitar pukul 15.00 WIB untuk meminjam golok karena ingin mencari buah kelapa.

Setelah selesai mencari buah kelapa, DS mengembalikan golok tersebut. Saat itulah tersangka kembali berbuat cabul.

"Korban mencoba mendorong tersangka untuk lari. Tapi, korban tidak kuat karena tubuh tersangka lebih besar dari tubuh korban," jelas Sugandhi.

"Tersangka mengancam jangan bilang kepada siapapun. 'Awas kamu nanti'," ujar Sugandhi mengutip pengakuan korban.

Terakhir, DS mencabuli Melati pada 6 Juli 2016 sekitar pukul 21.30 WIB. Lokasinya di sawah dekat tanggul kampung. Sugandhi mengungkapkan, korban awalnya konvoi malam takbiran bersama temannya.

"Tersangka menyusul korban untuk pulang. Tapi bukannya pulang ke rumah, tersangka malah mengajak korban ke sawah dan mencabuli korban," kata Sugandhi.

Kasus ini terbongkar saat Melati terbangun dan merasakan sakit pada bagian perut. Ia kemudian membangunkan kedua orangtuanya. Kasat Reskrim Ajun Komisaris Sugandhi Satria Nugraha menjelaskan, orangtua korban lalu memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Melati.

"Dari keterangan dokter, korban sudah hampir melahirkan. Di situ terungkap bahwa Melati jadi korban pencabulan. Korban selama ini takut bercerita karena berada di bawah ancaman tersangka," paparnya.

Tidak terima dengan kejadian itu, orangtua Melati melapor kepada polisi. Korban pun akhirnya memberanikan diri melaporkan peristiwa tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Way Kanan. Sehari setelah menerima laporan, polisi menangkap DS di rumahnya. "DS sekarang mendekam di sel polres.
Baca Juga : 6 Pria Dihukum Atas Dakwaan Homoseksual

Dia terjerat pasal 81 ayat 1 dan 2, dan atau pasal 82 Undang- undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," tandas Sugandhi. (ang)

Sumber : Tribun lampung

Begal Berjimat ini Tersungkur Saat Ditembak Polisi


TANGERANG - Seorang Berinisial SJ (14), begal bengis kebal bacok, meringis kesakitan setelah kakinya ditembak aparat Polsek Cipondoh, Kota Tangerang, Banten. Pelaku ditembak karena berusaha melawan saat akan disergap ketika sedang membagi-bagikan hasil kejahatan.

Begal Berjimat ini Tersungkur Saat Ditembak Polisi

Selain mengamankan SJ, petugas juga menangkap tiga rekannya Ncung, Johar, dan Fendi alias Gondrong. Mereka ditangkap beberapa jam setelah membegal motor di persimpangan PT Tifiko, Jalan MH Thamrin, Kelurahan Panunggangan, Kecamatan Tangerang.
Baca : Penggunaan Tato Mainan Pada Anak Dapat Memicu Ruam Merah Disekitarnya

Wakapolrestro Tangerang AKBP Erwin Kurniawan mengatakan, keempat pelaku beraksi pukul 02.30 WIB, Selasa (11/4/2017) dinihari. Mereka berboncengan dengan dua sepeda motor, dan memepet korban Saeful Bahri yang tengah menbonceng pacarnya dengan Kawasaki KLX Nopol B-3650-CCF.

"Saat melintas di dekat Tifiko, pelaku langsung memepet dan mengancam korban dengan golok. Sempat terjadi tarik-menarik antara korban dengan pelaku. Namun korban kalah. Akhirnya, pelaku merampas motor dan HP pacar korban," kata AKBP Erwin, di Mapolrestro Tangerang, Banten, Selasa (11/4/2017).

Setelah kejadian itu, korban langsung melaporkan ke Polsek Cipondoh dan dilakukan penyelidikan dengan melacak HP pacar korban. Hasilnya, diketahui posisi pelaku masih di Poris Indah, Kecamatan Cipondoh. Pagi harinya, petugas langsung bergerak melakukan penangkapan.
Baca Juga : Umat Muslim Donorkan Darahnya Untuk Korban Bom Gereja Mesir

"Saat dilakukan penangkapan, mereka sedang membagi-bagikan hasil rampasan. Dalam penangkapan itu, dua tersangka (SJ dan Ncung) terpaksa ditembak kakinya, karena menyerang petugas dengan golok," katanya.

Sumber : Sindonews.com

Tuesday, April 11, 2017

Penggunaan Tato Mainan Pada Anak Dapat Memicu Ruam Merah Disekitarnya


JAKARTA - Orang tua harus waspada terhadap pemakaian tato henna pada anak-anak. Personel grup musik Attomic Kitten, Natasha Hamilton menceritakan pengalaman buruknya yang menimpa sang putra, Alfie saat menggunakan tato henna.

Penggunaan Tato Mainan Pada Anak Dapat Memicu Ruam Merah Disekitarnya

Dilansir Huffington Post, Natasha mengaku saat anaknya berusia enam tahun membuat tato henna di kakinya. Namun seminggu kemudian, tato tersebut berubah menjadi radang di kakinya berupa ruam merah di sepanjang motif tato yang dibuat.
Baca : Wakil Wali Kota Desak Polisi Proses Kasus Siswa Minum Racun

"Ini reaksi yang mengerikan setelah anak saya membuat tato henna di kakinya saat liburan beberapa waktu lalu. Reaksinya terjadi seminggu setelah tato dibuat," tulis Natasha melalui akun Twitter @NatashaOffical.

Natasha juga  mengunggah foto kondisi kaki sang anak yang tak mulus lagi. Kendati demikian, dia menilai Alfie tidak merasakan sakit sama sekali di kakinya. Dia pun berharap alergi tato henna tersebut tidak meninggalkan luka parut di kaki sang buah hati.

Terkait kejadian ini, dr Helen Webberley dari Oxford Online Pharmacy menjelaskan ada berbagai jenis henna. Dia menyarankan untuk menghindari pemakaian henna hitam karena mengandung kadar pewarna kimia paraphenylenediamine (PPD) yang tinggi.

"Henna hitam bisa meninggalkan luka parut dalam jangka panjang dan menimbulkan risiko reaksi alergi yang mengancam nyawa. Terlebih, banyak pula kios pembuatan tato atau penjaja tato tidak memiliki regulasi yang jelas," kata dr Helen.

Selain itu, ada berbagai jenis henna lainnya yang bisa menyebabkan alergi. Namun, untuk kasus seperti Alfie, bahan kimia yang terkandung dalam henna bisa membakar kulit.

"Saran saya untuk anak-anak, hindari pemakaian tato dengan henna. Ingat, henna yang asli berwarna orange kecokelatan. Jika pasta berwarna hitam atau sering disebut netral, itu tidak asli dan berbahaya," terangnya.
Baca Juga : Terjadi Penjambretan Yang Berujung Penyanderaan Ibu dan Balita di Angkot

Sementara, reaksi yang ditimbulkan akibat pemakaian tato henna pun beragam, mulai rasa tidak nyaman, rasa terbakar di kulit, bengkak, kulit kemerahan hingga bersisik hingga luka parut permanen untuk kasus ekstrem.

Sumber : Sindonews.com

Wakil Wali Kota Desak Polisi Proses Kasus Siswa Minum Racun


SUMATERA UTARA - Wakil Wali Kota Padangsidimpuan, Muhammad Isnandar Nasution, meminta kepolisian segera mengusut pelaku intimidasi terhadap siswa SMK Negeri 3 Kota Padangsidimpuan. Sebab, akibat intimidasi tersebut, seorang siswa sudah menjadi korban.

Wakil Wali Kota Desak Polisi Proses Kasus Siswa Minum Racun

“Sebagai wakil wali kota, saya berharap kepada petugas kepolisian segera memberikan tindakan hukum bagi guru yang mengintimidasi siswa itu. Sebab, seorang siswa yang diintimidasi itu sudah menjadi korban,” ujarnya saat mengunjungi rumah duka Keluarga Amelya Nasution (19), siswa Kelas XII, SMK Negeri 3 Kota Padangsidimpuan yang tewas minum racun, Senin (10/4/2017).
Baca : Viral!!! Adegan Terkejut Presenter Saat Siaran Langsung

Isnandar juga sudah menghubungi Inspektorat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) agar segera menindak guru pelaku intimidasi itu. Sebab, Pemko Padangsidimpuan tidak mempunyai kewenangan untuk memberikan tindakan, sebab kewenangan itu sudah diambil-alih oleh provinsi.

”Saya langsung menghubungi Inspektorat Provinsi Sumut, agar oknum guru yang mengintimidasi itu segera diproses,”ujarnya.

Dia menyayangkan sikap guru yang sudah mengintimidasi korban dan dua orang rekannya. Sikap arogan tersebut tidak pantas dicontoh oleh guru-guru yang lain. Dia berharap para penegak hukum segera bertindakan, agar perilaku seperti itu tidak terulang lagi dan tidak ada lagi siswa yang menjadi korban.
Baca Juga : Dibawa Kabur, ABG Diperkosa di Bawah Jembatan

Sumber : Sindonews.com

Viral!!! Adegan Terkejut Presenter Saat Siaran Langsung


CANBERRA - Menjadi pembawa acara berita dalam siaran langsung harus selalu dalam kondisi siap. Jika tidak, maka seperti yang dialami presenter ABC News 24, Natasha Exelby.


Viral!!! Adegan Terkejut Presenter Saat Siaran Langsung

Dalam potongan video yang dibagikan oleh Media Watch, Senin (10/4/2017), Exelby terlihat sangat terkejut dan hampir melompat dari kursinya ketika ia menyadari telah kembali ke tengah siaran langsung.
Baca : Umat Muslim Donorkan Darahnya Untuk Korban Bom Gereja Mesir

Insiden itu terjadi setelah tayangan gambar dalam berita rampung diputar, lalu kamera kembali menyorot Exelby yang terlihat tengah bengong dan mengutak-atik pulpen.

Ketika menghadap ke depan dan menyadari sudah gilirannya kembali menyampaikan berita, reaksi terkejut lah yang pertama kali terpancar dalam rekaman itu.

Namun setelah itu, dengan sigap ia sukses menguasai keadaan saat siaran dan berpindah ke segmen lain yang dilaporkan oleh reporter olahraga. Video berdurasi 12 detik yang dibagikan Media Watch di Twitter dan Facebook itu menjadi viral, dan telah dilihat lebih dari 84.000 kali.

Exelby adalah reporter TV berpengalaman yang sebelumnya membawakan berita di Channel 10. Dia kemudian tampil di program The Project dan muncul sebagai co-host di Channel 10 dalam acara sarapan Wake Up, bersama James Mathison dan Natarsha Belling.

Sementara dia mungkin merasa malu dengan tingkahnya terkejut saat siaran, warga Australia justru memuji reaksinya dan menyebut itu sebagai hal yang mengagumkan. Beberapa rekan presenter TV pun berempati kepadanya, salah satu pengguna Twitter bahkan memujinya.
Baca Juga : Satu Keluarga Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Dalam Rumah

Sumber : Liputan6

Umat Muslim Donorkan Darahnya Untuk Korban Bom Gereja Mesir


MESIR - Dua ledakan bom di gereja Mesir lagi-lagi mengoyak kerukunan antarumat di Negeri Piramida. Insiden pertama terjadi di rumah ibadah Mar Girgis, Tanta.

Umat Muslim Donorkan Darahnya Untuk Korban Bom Gereja Mesir

Bom meledak di tengah ibadah di gereja. Kementerian Kesehatan Mesir mengatakan, korban jiwa di Tanta mencapai 28 jiwa dan 71 orang luka-luka. ihak rumah sakit yang merawat korban cedera kemudian mengabarkan bahwa mereka mulai kehabisan stok dar.
Baca : Siswa Minum Racun Akibat Intimidasi Guru, Meninggal Setelah Dirawat Sembilan Hari

Mengetahui hal itu, seperti dikutip dari Al Arabiya, Senin (10/4/2017), seruan untuk membantu pun dikumandangkan. Warga muslim berbondong-bondong menuju sebuah masjid di Tanta, untuk menyumbangkan darah untuk korban cedera dalam insiden mematikan ledakan bom di gereja Mesir pada Minggu 9 April 2017.

"Pengeras suara digunakan untuk memanggil orang-orang di kota menuju masjid, guna menyumbangkan darah membantu orang yang terluka akibat ledakan bom," ujar salah satu warga Tanta, Mohammed Ahmad Hassan.

"Sepertinya sebagian besar dari mereka yang menanggapi seruan untuk membantu korban cedera akibat ledakan bom di gereja Mesir itu kebanyakan umat Muslim," imbuh Hassan.

Hassan menuturkan, ratusan kantong darah sedang dikirim ke bank darah dan Rumah Sakit Umum tempat korban luka dirawat. Ibadah Minggu Palma awalnya berlangsung khidmat di Gereja Mar Girgis, Tanta, sebuah kota di Delta Sungai Nil Mesir, yang letaknya 120 km utara Kairo.

Namun Para jemaat tak menyadari, bahan peledak ditanam di sebuah kursi di baris pertama. Kelompok paduan suara sedang menyanyikan kidung saat bom merobek kedamaian di tempat ibadah itu. Pendeta, juga sejumlah anggota kelompok paduan suara ada di daftar korban tewas.

Video kejadian di Tanta disiarkan sejumlah media Mesir. Belum lagi evakuasi selesai dilakukan, ledakan kedua terjadi di Alexandria. Teror bom menargetkan Gereja Saint Mark dan menewaskan 16 orang, termasuk aparat kepolisian yang berjaga. Sementara, 40 lainnya luka-luka.
Baca Juga : Begitu Romantis, Korban Bom Boston Ini Akan Nikahi PMK Penyelamatnya

Pemimpin Gereja Koptik, Paus Tawadros II atau Paus Theodoros II dari Alexandria berada dalam gereja tersebut. Kabar baiknya, sang pemuka agama selamat dan tak mengalami luka. Belakangan, ISIS mengaku bertanggung jawab atas kejadian teror tersebut.

Sumber : Liputan6

Siswa Minum Racun Akibat Intimidasi Guru, Meninggal Setelah Dirawat Sembilan Hari


MEDAN - Setelah menjalani perawatan selama 9 hari di RSUD Padangsidimpuan, Amelya Nasution (19), siswa SMK Negeri 3 Kota Padangsidimpuan yang minum racun rumput karena diintimidasi gurunya, mengembuskan napas terakhir pada, Senin (10/4/2017).

Siswa Minum Racun Akibat Intimidasi Guru, Meninggal Setelah Dirawat Sembilan Hari

Isak tangis keluarga tak terbendung melihat tubuh Amelya yang terbaring kaku di Ruangan Salak, lantai II RSUD Kota Padangsidimpuan. Yanwar Nasution (49), ayah korban meratapi kepergian anak kesayangannya. Yanwar menyesali kejadian yang menimpa anaknya.
Baca : Kini Penyanyi Jebolan Ajang Pencarian Bakat Ini Jadi Sopir Taksi

"Kenapa bisa seperti ini," ujarnya lirih.

Isak tangis sang ayah semakin kuat, ketika belasan rekan-rekan korban datang ke rumah sakit. Bahkan, sejumlah rekan korban ikut histeris ketika melihat jenazah Amelya.

Para guru yang sebelumnya hadir terlebih dahulu di rumah sakit terpaksa ikut menenangkan siswanya yang menjerit-jerit karena tidak percaya rekannya meninggal.

Jenazah siswa Kelas XII dibawa ke rumah duka di Desa Bahal, Kecamatan Batunadua, Kota Padangsidimpuan, pukul 12.00 WIB.

Iddiyah Annur, 19, rekan korban yang juga mengaku mendapatkan intimidasi dari seorang oknum guru mengaku terkejut mendapat kabar kematian temannya. Selanjutnya, dia langsung ke rumah sakit untuk memastikan keadaan korban.

"Awalnya saya merasa tidak percaya setelah mendapatkan kabar Amelya sudah meninggal dunia," ujarnya.
Baca Juga : Mengejutkan!!! Ratusan Klinik di Bekasi Belum Kantongi Izin Operasional

Dia berharap pihak kepolisian menindak oknum guru yang sudah mengintimidasi korban bersama dirinya dan seorang rekannya bernama Rini.

"Saya berharap agar guru itu ditindak secepatnya, gara-gara intimidasi itu, kawan saya minum racun," tegasnya.
Baca Juga : Tukang Cincau Ini Dibayar Dengan Uang Mainan

Sumber : Sindonews.com

Kini Penyanyi Jebolan Ajang Pencarian Bakat Ini Jadi Sopir Taksi


JAKARTA - Ajang pencarian bakat menjadi jalan bagi sebagian orang untuk menuju kesuksesan, Senin (10/4/2016). Banyak contoh artis Indonesia yang terkenal melalui jalan ini. Delon, Judika, Mike, Husein, Virzha, dan Regina menjadi contoh artis yang terkenal melalui ajang pencarian bakat Indonesian Idol.

Kini Penyanyi Jebolan Ajang Pencarian Bakat Ini Jadi Sopir Taksi

Tak hanya jebolan Indonesian Idol. Ajang-ajang yang lain juga sempat melahirkan nama-nama besar untuk dunia hiburan tanah air. Fatin, Indah Nevertari, Wizzi, Mytha Lestari, serta Tika dan Tiwi yang sempat tergabung dalam duo vokal T2.
Baca : Mengejutkan!!! Suami Ditemukan Bersujud di Atas Kepala Istri Yang Terbaring

Mereka lahir dari ajang pencarian bakat X Factor, Rising Star, Mama Mia, dan yang paling lawas Akademi Fantasi Indosiar (AFI). Hingga saat ini wajah mereka kerap menghiasi layar kaca. Tak hanya yang terkenal adapula nama yang tak seberuntung mereka.

Meski menjadi juara diajang pencarian bakat namun ternyata tersisih dari industri hiburan. Januarisman Runtuwene atau yang lebih dikenal dengan Aris Idol sempat menjadi primadona di telinga penikmat lagu.

Suaranya yang berat mejadi ciri khas pria kelahiran 20 Januari 1985 ini. Hanya saja sejak menjadi juara di Indonesian Idol tahun 2008, Aris malah lebih terkenal dengan masalah rumah tangganya.
Baca Juga : Mengejutkan!!! Kerja 28 Jam, Dokter Ini Ketiduran di Lantai Rumah Sakit

Ia sempat digugat cerai istrinya Fany yang setia menemaninya saat masih menjadi seorang pengamen meski akhirnya niat itu diurungkan sang istri. Lalu, bagaimana kabar Aris sekarang.

Dilansir dari akun instagram @aris_mania08 yang menampilkan banyak foto-foto Aris. Aris kini disibukkan dengan bandnya yang bernama Nirwana. Terlihat beberapa kali ia memposting fotonya saat sedang manggung di acara musik yang disiarkan oleh televisi swasta.

Namun ada hal menarik lain yang dilakukan oleh Aris. Beberapa kali ia memposting foto sedang menyetir mobil dan memberi keterangan jika saat ini ia menjadi sopir taksi online grab.
Baca Juga : Seorang Wanita Melahirkan di Pesawat Dengan Bantuan Pramugari

Sumber : Tribun lampung

Mengejutkan!!! Suami Ditemukan Bersujud di Atas Kepala Istri Yang Terbaring


MANADO - Cipto Mokodongan yang sempat menunggu enam jam di depan rumah anaknya kaget bukan kepalang usai mendobrak pintu rumah yang ada di Mapanget Manado itu, Sabtu (8/4/2017) jelang tengah malam.

Mengejutkan!!! Suami Ditemukan Bersujud di Atas Kepala Istri Yang Terbaring

Rasa kangen itu berubah duka. Sebab, anaknya, Melky dan Helmy yang hendak ditengok itu ditemukan meninggal dunia di kamar.
Baca : TKW Asal Indonesia Berkelahi Gara-Gara Rebutan Pacar

"Waktu saya masuk ternyata keduanya sudah tidak bernapas. Kaki saya lemas dan istri langsung mencoba membangunkan anak kami sambil menangis," katanya dengan air mata berurai, Minggu (9/4/2017).

Sementara itu, Dessy Lolaen, adik dari Melky Lolean mengaku melihat sang kakak dalam keadaan berlutut di kepala sang istri.

"Saya lihat kakak berlutut di kepala istrinya, lalu ketika dibalikkan badannya, busa putih keluar dari mulutnya," ujar dia.
Dobrak pintu

Cipto Mokodongan tak pernah menyangka, ketika mendobrak pintu rumah anaknya, Justru Jenazah sang anak Helmy Mokodongan dan Suaminya Melky Lolean yang ia temukan. Kejadian ini terjadi pada Sabtu (8/4) di satu perumahan Kecamatan Mapanget Kota Manado.

Sang suami Melky Lolean ditemukan dengan posisi berlutut di kepala sang Istri Helmy Mokodongan yang meninggal sambil tertidur di atas sofa di kamar keduanya. Sebelum mendobrak pintu, Cipto sudah menunggu sekitar 6 jam di depan rumah.
Baca : Mengejutkan!!! Ratusan Klinik di Bekasi Belum Kantongi Izin Operasional

"Waktu saya masuk ternyata keduanya sudah tidak bernafas. Kaki saya lemas dan istri langsung mencoba membangunkan anak kami sambil menangis," urai Cipto, Minggu (8/4).

Cipto juga mengatakan tujuan bertemu anaknya karena sudah sangat rindu.

"Kamis sudah ingin bertemu karena memang kangen saja," jelasnya.

Sementara itu, Dessy Lolaen adik dari Melky Lolean mengaku melihat sang kakak dalam keadaan berlutut di kepala sang istri.

"Saya lihat kakak berlutut di kepala sang istri, lalu ketika dibalikkan badannya busa putih keluar dari mulutnya," ujar dia.

Terkait permasalahan dalam keluarga mereka Dessy mengaku tidak tahu sama sekali.

"Terakhir saya dengar dari papa kalau dia dan kak Melky akan merayakan ulang tahun bersama. Papa juga bilang kalau mereka dalam keadaan bahagia waktu berkomunikasi tersebut," kata dirinya.

Dari Informasi yang diperoleh Melky Lolean merupakan salah satu pengawal pribadi Wali Kota Manado. Sedangkan sang istri adalah pelayanan di salah satu gereja di tempat tinggal mereka.

Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut yang datang ke Kamar Mayat Rumah Sakit Bhayangkara Manado mengaku pernah meminta seluruh pengawal pribadinya untuk mengikuti tes kesehatan.

"Sebulan yang lalu saya pernah minta semua Walpri untuk tes kesehatan, dan dari laporan yang saya terima semuanya sehat tidak ada masalah kesehatan. Saya juga minta agar pihak keluarga melakukan otopsi, karena kematian ini sedikit tidak wajar," pinta Lumentut.

Kapolsek Mapanget AKP Johanes Pagayang ketika ditemui mengatakan bahwa pihaknya sudah mengecek seluruh pintu rumah korban.
Baca Juga : Astaghfirullah, Petani dan Mahasiswa Berduaan Sambil Nyabu di Toilet Masjid

"Semuanya dalam keadaan terkunci dari dalam, dan saat kami temukan sang suami memang dalam keadaan mulut berbusa putih. Untuk penyebab kematian kami masih menunggu hasil otopsi," tegas dia.

Di tempat berbeda, Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Edwin Humokor mengatakan hasil otopsi sudah diterima pihaknya.

"Saya minta waktu tiga hari dulu. Setelah itu akan saya beberkan hasil otopsinya, saat ini ada berbagai pertimbangan yang harus kami lakukan," tandas Humokor.

Sumber : Tribun lampung